Perbedaan Sitosol dan Sitoplasma

Secara umum sitosol didefinisikan sebagai solusi di dalam sel minus organel, sitoskeleton. Dan sitoplasma sebagai sitosol plus organel, sitoskeleton. Ini secara alami mengarah pada kesan bahwa sitosol adalah sitoplasma yang mengurangi semua padatan. Masalahnya di sini adalah bahwa ada berbagai jenis molekul besar lainnya di dalam sel yang dapat dianggap sebagai padat. Apakah mereka juga bagian dari sitosol atau apakah mereka tersuspensi di dalamnya? (Apakah mereka bagian dari sitosol atau apakah mereka adalah komponen non sitosol dari sitoplasma?)

Sitosol sering dikelirukan dengan sitoplasma, tetapi keduanya merupakan entitas yang sepenuhnya berbeda terkait dengan sel hidup. Sementara sitoplasma terdiri dari semua isi yang ditemukan di dalam sel (tidak termasuk nukleus), sitosol hanyalah bagian cair atau berair sitoplasma. Dengan kata lain, sitoplasma adalah area ruang di luar nukleus dan terdiri dari cytosol dan organel-organel lain.

Penting untuk dicatat bahwa sitosol adalah elemen penting dari sitoplasma. Dalam sel prokariotik, sitosol adalah tuan rumah hampir semua reaksi kimia dan proses metabolisme yang terjadi di dalam sel. Juga, sitosol adalah situs untuk komunikasi sel, sementara sitoplasma memainkan tuan rumah untuk proses skala besar tertentu, seperti pembelahan sel dan glikolisis.

Pengertian sitosol

Sitosol (bahasa Inggris: cytosol) adalah komponen sel di dalam sitoplasma yang berupa cairan. Sebagian metabolisme sel terjadi di sini. Protein dalam sitosol berperan penting dalam jalur transduksi sinyal seluler dan glikolisis.

Sebagian besar sitosol terdiri atas air, ion terlarut, molekul kecil, dan sejumlah besar molekul larut air (seperti protein). Mengandung sekitar 20-30% protein.  pH sitosol manusia yang normal (sekitar) 7 (netral), sedangkan pH cairan ekstrasel 7,4.

Pengertian sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.

Walaupun semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.

Di dalam sitoplasma terdapat oraganel-organel sel berikut ini:

  1. Mitokondria, berfungsi dalam proses oksidasi dan mualisasi.
  2. Plastida, di dalamnya terkandung klorofil, berfungsi dalam fotosintesis.
  3. Vakuola, berfungsi menyimpan zat makanan.
  4. Ribosom, sebagai tempat berlagsungnya sintesis protein.
  5. Retikulum endoplasma,
  6. Badan Golgi, berfungsi secara aktif dalam sekresi dan sintesis polisakarida.
  7. Lisosom, berperan dalam proses matinya sel-sel.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *