Menjelaskan Unsur-Unsur Dialog Interaktif dengan singkat

Jika Anda hendak memperinci dan mengembangkan pertanyaan dari sekian banyak macam kata tanya itu maka lebih bagus. Anda dapat membaca informasi laksana yang tertera di bawah ini.

  • Kata Tanya “Apa”

Dengan kata “Apa”, Anda dapat mengembangkan tidak sedikit sekali pertanyaan yang unik sesuai dengan tema ulasan utama. Kalimat tanya yang memakai kata dasar apa tidak melulu berkutat pada pertanyaan yang jawabannya berupa “Ya” atau “Tidak” saja, tetapi dapat berupa opini andai Anda dapat mengembangkannya dengan baik.

Contohnya laksana kalimat pertanyaan, “Kegiatan apa yang Anda kerjakan untuk menanggulangi musim kemarau supaya tidak merasakan gagal panen?”

  • Kata Tanya “Siapa”

Kata “siapa” sangat urgen untuk dipakai saat sedang berdiskusi, karena dapat menyangkut keterlibatan sekian banyak pihak dalam suatu kejadian tertentu. Buatlah kalimat tanya yang sangat unik dengan kata “siapa”.

Contohnya pada kalimat, “…lalu siapa yang bertanggungjawab atas seluruh masalah pada system black campaign partai.. (ini – itu), pak/bu?”

  • Kata Tanya “Di mana”

Tentu seluruh orang paling mengenal daengan kata tanya satu ini, “di mana” selalu dipakai untuk menanyakan tempat. Jawaban dari rangkaian kalimat tanya yang didasari dengan kata “di mana” tentu paling singkat. Karena sifatnya lebih focus, to the point pada sebuah tempat yang dimaksud atau dituju.

  • Kata Tanya “Kapan”

Sama halnya dengan kata tanya “di mana”, kata “kapan” bila diserahkan kepada narasumber, maka bakal menghasilan jawaban yang singkat. Karena kata ini hanya dipakai untuk menjelaskan waktu yang sehubungan dengan topik utama yang dibicarakan atau ditanyakan oleh moderator atau MC.

Contohnya pada kalimat, “Kapankah masa-masa yang baik guna memasukkan telur burung mur ai ini ke kotak pengeraman?”

  • Kata Tanya “Mengapa”

Salah satu kata tanya yang unik yakni “Mengapa”, urusan tersebut karena kata itu dapat mberikan suatu jawaban panjang lebar, yang bahkan dapat dijadikan tidak sedikit sesi tanya jawab. Sisi yang lebih unik lainnya merupakan, kata ini dapat memberikan sebuah dalil yang sehubungan dengan tema atau topik kupasan yang seringkali sangat dibutuhkan dalam suatu diskusi.

Dengan kata “Mengapa”, sekian banyak permasalahan yang ingin ditimbulkan di dalam topik diskusi dapat terkuak sampai tuntas. Banyak sekai topik unik yang digemari masyarakat ketika pewawancara menyerahkan pertanyaan “mengapa” supaya narasumber menyatakan dalil dirinya, pihak tertentu, atau hal beda yang bersangkutan.

Contohnya pada kalimat, “Berdasarkan keterangan dari bapak/ibu, kenapa pihak B ini tidak dapat menyetujui kepandaian baru pemerintah yang bakal dilaksanakan?

  • Kata Tanya “Bagaimana”

Kata tanya yang paling dapat menjelaskan segala urusan dengan menyeluruh dan rinci, serta sejelas-jelasnya ialah “Bagaimana”. Banyak orang yang mengira kata ini lebih tepat dipakai untuk menanyakan sebuah proses, namun tidak melulu itu, dengan kata “bagaimana”, Anda dapat mengungkapkan masing-masing masalah atau ulasan penting pada topik diskusi supaya jawaban responden tidak monoton , bisa pelbagai dan beralur cerita.

Jika kita kehabisan bahan pertanyaan, maka susunlah kalimat memakai kata dasar “bagaimana”. Dengan kata tersebut, Anda dapat mendapatkan jawaban yang sangat tidak sedikit dan lengkap, tergantung isi kalimat yang sedang kita gunakan. Kata “bagaimana” ini contohnya dapat dilihat di sekian banyak pertanyaan dalam riset atau sekian banyak hal yang mempunyai sifat ilmiah, kritis, namun pun praktis, lumayan buat kalimat tanya singkat dan jelas.

Cara Menyusun Dialog Interaktif

Adapun cara atau langkah-langkah dalam menyusun dialog yang sederhana, diantaranya sebagaimana berikut ini:

  • Pertama-tama, menentukan tema tentang apa yang akan dibicarakan.
  • Lalu, menentukan tokoh yang ikut terlibat di dalam dialog tersebut.
  • Selanjutnya menentukan posisi ataupun peran masing-masing tokoh tersebut.
  • Terus, membuat inti atau garis besar materi tentang pembicaraan.
  • Setelah itu, menyusun dialog berdasarkan garis besar dari pembicaraan.
  • Dan memperlihatkan kaidah dari penulisan dialog dengan benar.

Syarat-Syarat Dialog Interaktif

Agar dialog mendatangkan hasil yang diinginkan maka harus terpenuhi syarat-syarat dari dialog diantaranya seperti:

  1. Mengerti dengan benar makna, maksud dan tujuan dari dialog dan juga harus memiliki kecakapan untuk melaksanakan dialog.
  2. Memiliki pendidikan maupun pengetahuan mengenai topik yang akan dijadikan bahan dialog.
  3. Memiliki kehendak yang baik untuk mencari kebenaran dalam dialog, karena itu dalam mendengarkan dialog sebaiknya harus bersikap terbuka, tidak prasangka dan tidak memihak.
  4. Menciptakan suasana yang damai dan tenang, jauh dari emosi dan rasa paling hebat. Harus dapat menyampaikan gagasan dengan baik, jelas dan boleh juga dengan semangat akan tetapi dengan nada yang enak dan bijak tidak dengan nada yang sedang emosi.
  5. Dalam keseluruhan dialog harus bersikap jujur, tidak manipulatif, tulus dan tidak mencari-cari kelemahan dan kekurang rekan dialog, dan juga harus percaya bahwa berbagai hal yang dibahas didalam dialog tidak dimanfaatkan diluar dialog untuk tujuan lain demi keuntungan diri sendiri atau kelompok tertentu.
  6. Dialog digunakan sebagai cara untuk langsung membahas suatu hal ataupun sebagai pendahuluan untuk pembahasa materi yang memang berat dan sulit. Adapun hal-hal dijadikan sebagai bahan untuk dialog diantaranya meliputi berbagai macam bidang kehidupan, seperti, sosial, moral, ekonomi, budaya, politik, etika, agam dan lain sebagainya.