Menjelaskan Tujuan Menganalisa Sistem dengan singkat

•Menentukan kebutuhan data dari database
•Pengelompokan dan pendeskripsian informasi pada suatu obyek
•Mengidentifikasi dan pengelompokkan hubungan antar obyek
•Menentukan jenis transaksi yang akan dieksekusi dalam database
•Mengidentifikasi aturan-aturan yang berhubungan pada integritas data

Tujuan Dari Normalisasi iyalah :

menghilangkan kerangkapan pada data/ redudansi.
mengurangi kompleksitas
mempermudah pemodifikasian data
menghilangkan anomali data

Tahapan dalam Normalisasi iyalah;

Bentuk tidak Normal > Bentuk ini iyalah kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikukti format tertentu, bisa saja data tidak lengkap atau terduplikasi(rangkap)

1-NF (Bentuk normal Pertama ) > Ciri-cirinya adalah Setiap data di bentuk dalam flat file dan Tidak ada set atribut yang berulang –ulang.
Membentuk sebuah tabel menjadi Un-Normalized, dengan mencantumkan data yang ada pada semua field . Membentuk Normal Pertama (1 Normal First) dengan flat table yang memisahkan data pada field-field yang tepat bernilai atomik, dan yang melengkapi atribut/ field yg ada.

Syarat normal ke satu (1-NF) antara lain:

1. Pada setiap data dibentuk dalam sebuah flat file, data dibentuk dalam satu demi satu record, nilai dari field itu berupa “atomic value”.
2. tidak ada set atribute yang berulang(duplikat).
3. ditentukannya primary key untuk tabel / relasi.
4. tiap atribut hanya memiliki satu pengertian.

2-NF (Bentuk Normal Kedua) > Bentuk normal kedua ini iyalah didasarinya atas konsep full functional dependency(ketergantungan fungsional sepenuhnya) yang dapat didefinisikan.

Syarat normal kedua (2-NF) sebagai berikut.

1.Bentuk data ini telah dapat memenuhi kriteria bentuk normal yang pertama.
2.Atribute bukan Primary key (bukan kunci utama) haruslah memiliki ketergantungan fully functional dependency (fungsional sepenuhnya) pada primary key.

3-NF (Bentuk Normal Ketiga) > Walaupun relasi 2-NF memiliki redudansi yang lebih sedikit dari relasi 1-NF, namun relasi tersebut masih mendapat kemungkinan mengalami kendala bila terjadi anomaly peremajaan (update) terhadap relasi tersebut.

Syarat normal ketiga (Third Normal Form / 3 NF) sebagai berikut:

1. Bentuk data ini telah dapat memenuhi kriteria bentuk normal yang kedua.
2. Atribute bukan primary key harus tidak memiliki ketergantungan pada transitif, artinya suatu atribut bukan primary key itu tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional (functional dependency) pada atribut yang bukan Primary key lain, seluruh atribut bukan primary key pada suatu relasi hanya memiliki ketergantungan fungsional terhadap primary key yang di relasikan saja.

4-NF (Bentuk Normal ke Empat) >
Syarat 4-NF iyalah:
1. Bila dan hanya bila telah berada dalam bentuk BCNF dan tidak ada multivalued dependency nontrivial.
2. Multivalued dependency (MVD) dipakai dalam bentuk normal keempat ( 4NF ).
3. Dependensi ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu ke bantak (one to many).

5-NF ( Bentuk normal kelima) >Dependensi gabungan mendasari bentuk pada normal kelima. Suatu relasi R ( X,W,Z)dapat memenuhi dependensi gabungan dan jika gabungan dari proyeksi A, B, C dengan A, B, C
merupakan sub sub himpunan dari atribut – atribut R.
Dependensi gabungan di atas sesuai dengan notasi beikut :
1. (A, B, C )
2. dengan A = XY, B = YZ, C = ZX