Menjelaskan Teori Seleksi Alam dengan singkat

Teori seleksi alam bersandar pada tiga prinsip utama :

  • Pada setiap generasi dihasilkan keturunan yang jumlahnya banyak, lebih banyak daripada yang apat didukung oleh sumber-sumber terbats (makanan, air, tempat teduh dan pasangan kawin)
  • Terdapat variasi yang dapat diwariskan dalam populasi keturunan yang terlalu besar.
  • Terjadi kompetisi demi kesintasan, yang menyebabkan varian-varian yang teradaptasi denga lebih baik terhadap lingkungan tertentulah yang akan berhasil dan menghasilkan keturunan yang mewarisi sifat-sifat adaptif tersebut.

Seleksi Alam merupakan suatu populasi memiliki kemampuan yang sama untuk bertahan hidup dan menghasilkan keturunan. Populasi terdiri dari individu yang bervariasi dan rata-rata beberapa varian menghasilkan lebih banyak keturunan dibandingkan yang lain. Keberhasilan yang berbeda dalam reproduksi ini adalah seleksi alam dan alel akan diturunkan ke generasi berikutnya.

Seluk-beluk seleksi alami adalah pentingnya populasi dalam evolusi. Suatu populasi adalah satuan terkecil yang dapat berkembang. Evolusi dapat diukur sebagai peruahan dalam pembagian relative variasi dalam suatu populasi selama beberapa generasi. Contoh kerja seleksi alam adalah kegiatan para saintis menguji hipotesis Darwin bahwa paruh burung Finch Galapagus merupakan adaptasi evolusioner terhadap sumber makanan yang berbeda.

Masih jelas teringat di benak kita tentang teori evolusinya yang menceritakan bahwa awalnya jerapah ada yang berleher pendek dan ada yang berleher panjang. Lalu jerapah yang berleher panjang lebih mudah menjangkau daun-daun muda yang tempatnya memang lebih tinggi dibandingkan dengan jerapah berleher pendek. Akhirnya, jerapah berleher panjang dapat bertahan hidup dan jerapah berleher pendek perlahan-lahan akan punah. Ini yang disebut Charles Darwin sebagai “Seleksi Alam”.

Seleksi alam adalah proses dimana mutasi genetika yang meningkatkan reproduksi menjadi (dan tetap) lebih umum dari generasi yang satu ke generasi yang lain pada sebuah populasi. Ia sering disebut sebagai mekanisme yang “terbukti sendiri” karena:

  1. Variasi terwariskan terdapat dalam populasi organisme.
  2. Organisme menghasilkan keturunan lebih dari yang dapat bertahan hidup.
  3. Keturunan-keturunan ini bervariasi dalam kemampuannya bertahan hidup dan bereproduksi.

Kondisi-kondisi ini menghasilkan kompetisi antar organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Oleh sebab itu, organisme dengan sifat-sifat yang lebih menguntungkan akan lebih berkemungkinan mewariskan sifatnya, sedangkan yang tidak menguntungkan cenderung tidak akan diwariskan ke generasi selanjutnya.

1. J.B Lamarck

Jean Baptiste Lamarck (1774-1829) adalah seorang ahli biologi dari Perancis yang membuat suatu teori mengenai makhluk hidup yang sederhana dengan yang modern mamiliki suatu hubungan asal-muasal. Teori Lamarck dikenal dengan paham “use and disuse” dari buku Philosophie Zoologique yang sudah tidak dapat diterima alias gagal.
Dalam bukunya lamarck menjelaskan teorinya dengan inti sari sebagai berikut di bawah ini :

  • Makhluk hidup sederhana adalah nenek moyang dari makhluk hidup yang sempurna / modern dengan tingkat kompleksitas yang tinggi.
  • Makhluk hidup akan senantiasa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dengan menggunakan organ tubuhnya.
  • Organ tubuh yang sering dipakai atau digunakan akan berkembang ke taraf yang lebih baik, sedangkan organ yang jarang ataupun yang tidak pernah digunakan akan menghilang.
  • Perubahan organ tubuh akan diwariskan dan diturunkan ke generasi berikutnya atau keturunannya.

2. Charles Darwin

Charles Darwin (1809-1882) memiliki nama panjang Charles Robert Darwin adalah ilmuwan asal negara Inggris yang menemukan hasil penelitian di pulau galapagos untuk menunjang teori evolusi. Charles Darwin disebut sebgai bapak evolusi karena memiliki data yang lebih lengkap untuk menguatkan teori evolusi. Charles Darwin mengeluarkan dua buah buku yang memberikan andil yang cukup penting bagi perkembangan teori evolusi, yakni :

  • On the origin of species by means of natural selections – tahun 1859
  • The descent of man – tahun 1857

Dua inti pokok dari teori darwin :

  1. Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang berasal dari masa lampau.
  2. Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections)
  3. Teori evolusi Count de Buffon (1707-1788). Buffon berpendapat bahwa variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.
  4. Alfred Russel Wallace (1823-1913) mengadakan pengamatan tentang adanya penyebaran flora dan fauna di wilayah oriental yaitu Sumatera, Jawa, dan Kalimantan yang ternyata mempunyai banyak persamaan dengan wilayah Australia dan Maluku serta Sulawesi sebagai daerah transisi.

Dengan gagasan dan teori kedua tokoh yaitu, Malthus dan Wallace, maka Darwin menggunakan teori evolusinya lebih lanjut. Ide-ide Darwin berdasarkan hasil observasinya antara lain seperti berikut.

  1. Tidak ada individu yang sama. Antara individu satu dengan yang lainnya mempunyai perbedaan atau variasi walaupun dalam satu spesies dan variasi tersebut bersifat menurun.
  2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak karena mempunyai kemampuan untuk bereproduksi.
  3. Bertambahnya populasi tidak akan berjalan terus-menerus, tetapi kenaikan populasi akan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembatas.
  4. Jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada individu yang dapat bertahan hidup.
  5. Individu-individu akan mengadakan persaingan untuk mendapatkan makanan agar dapat mempertahankan hidupnya.
  6. Adanya seleksi alam akan mengakibatkan individu harus beradaptasi dengan lingkungannya. Individu yang dapat beradaptasi akan dapat terus hidup dan akan mewariskan sifat-sifatnya pada keturunannya.

Pertentangan antar teori

1. Lamarck versusDarwin

Menurut teori Lamarck, jika leher jerapa terus-menerus digunakan untuk menjangkau dahan yang tinggi, maka leher itu akan memanjang. Keturunan berikutnya memiliki leher yang lebih panjang, demikian seterusnya. Menurut teori ini baik jerapah berleher pendek maupun berleher panjang memiliki jumlah ruas tulang leher yang sama. Perbedaannya terletak pada panjang pendeknya tulang leher. Sedangkan menurut teori Darwin, ada berbagai variasi jerapah yakni jerapah berleher pendek dan jerapah berleher panjang yang dapat menggapai daun di tempat yang tinggi. Jerapah yang berleher pendek tidak mendapat makanan dan akhirnya akan mati. Dengan demikian jerapah yang berleher pendek terkena seleksi alam, sedangkan jerapah yang berleher panjang tetap lestari.

2. Lamarck Versus Weismann

Menurut Lamarck, lingkungan berpengaruh terhadap makhluk hidup. Secara alami, kondisi lingkungan senantiasa berubah. Agar tetap lestari, makhluk hidup harus beradaptasi. Artinya makhluk hidup juga mengalami perubahan. Perubahan tersebut diwariskan kepada keturunannya dari generasi ke generasi. Sedangkan menurut August Weismann, perubahan jaringan tubuh karena faktor lingkungan tidak diwariskankepada keturunannya. Perubahan yang diwariskan kepada keturunannya adalah perubahan tingkat gen pada sel-sel germinal dan sel-sel gamet. Jadi makhluk hidup dapat berubah jika gen sel-sel germinal dan sel gamet yang dikandungnya mengalami perubahan. Perubahan gen akan diwariskan kepada keturunannya. Perubahan lingkungan yang tidak mempengaruhi gen, tidak akan berpengaruh kepada keturunannya.

3. Darwin Versus Weismann

Dari uraian diatas tampak bahwa Weismann lebih cenderung kepandangan Darwin tentang seleksi alam. Evolusi menyangkut cara pewarisan gen-gen melalui sel-sel kelamin, dengan kata lain, evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.

Konsep pusat seleksi alam adalah kebugaran evolusi organisme. Kebugaran evolusi mengukur kontribusi genetika organisme pada generasi selanjutnya. Namun, ini tidaklah sama dengan jumlah total keturunan, melainkan kebugaran mengukur proporsi generasi tersebut untuk membawa gen sebuah organisme. Karena itu, jika sebuah alel meningkatkan kebugaran lebih daripada alel-alel lainnya, maka pada tiap generasi alel tersebut menjadi lebih umum dalam popualasi.

Contoh-contoh sifat yang dapat meningkatkan kebugaran adalah peningkatan keberlangsungan dan fekunditas. Sebaliknya, kebugaran yang lebih rendah yang disebabkan oleh alel yang kurang menguntungkan atau merugikan mengakibatkan alel ini menjadi lebih langka. Adalah penting untuk diperhatikan bahwa kebugaran sebuah alel bukanlah karakteristik yang tetap. Jika lingkungan berubah, sifat-sifat yang sebelumnya bersifat netral atau merugikan bisa menjadi menguntungkan dan yang sebelumnya menguntungkan bisa menjadi merugikan.