Menjelaskan Tarian Khas Simeulue dengan singkat

Perkembangan seni di Simeulue dilandasi dengan budaya Aceh sendiri. Di Simeulue terdapat seni budaya tersendiri, baik dalam seni tarian, musik dan kesenian yang berbau spiritual. Adapun beberapa jenis Tarian Simeulue adalah:

  • Nandong
    Nandong atau senandung merupakan keseniaan tradisional yang masih membudaya secara turun temurun dalam Kabupaten Simeulue. Dalam Nandong syair atau pantun dapat dilantunkan dengan merdu dengan atau tanpa iringan gendang. Namun lazimnya Nandong selalu diringi tabuhan gendang oleh beberapa pemain yang juga merangkap sebagi pelantun syair yang dimaksud. Salah satu ciri khas dalam Nandong adalah keahlian dalam merangkai bait-bait syair dengan makna pembangunan dan arti kehidupan sehari-hari. Kesenian nandong dapat berlangsung sepanjang malam hingga pagi hari, selain pada acara khusus, seperti acara : Perkawinan dan Khitanan, Nandong sering dilakukan sebagai alat sosialisasi sehari-hari. Khusus pada acara perkawinan biasanya dilaksankana pada malam sebelum akad nikah yang dalam prosesi adat perkawinan Simeulue disebut “Mallaulu”.

  • Angguk Rafa’I
    Angguk Rafa’I merupakn salah satu Kesenian Tradisional Kabupaten Simeulue. Tarian ini sering ditampilkan pada acara-acara tradisonal, karena isinya syarat dengan nilai keagamaan yang mengagungkan kebesaran Allah SWT. Para penari yang menggerakkan kepala, tangan dan badan secara bergantian, kadang sambil memainkan rebana/gendang merupakn keunikan dari kesenian ini.

  • Rafa’I Debus
    Rafa’I Debus biasanya ditampilkan bersamaan dengan angguk pada acara pernikahan, penyambutan tamu atau acara resmi lainnya. Diringi tabuhan rebana pelaku debus mempertontonkan kekebalan anggota tubuh dalam menghadapi sayatan dan tusukan benda tajam seperti pisau, parang, rantai, kayu atau bamboo yang ditajamkan. Biasanya penampilan kesenian ini dipimpin oleh seorang yang dipandang ahli, di Simeulue disebut dengan Khalifah.

  • Tari andalas
    Tari andalas berasal dari daerah Barus, Sumatera Utara. Tarian ini ditampilkan pada acara resmi penyambutan tamu, acara perkawinan dan acara tradisional lainnya.

  • Tari Sikambang
    Tari Sikambang atau buai merupakan salah satu tarian yang membudaya di Simeulue yang berasal dari daerah Singkil. Tarian ini sering ditampilkan pada cara perkawinan, khitanan, turun anak dan juga menerima tamu para tamu kehormatan. Tari Sikambang dimainkan oleh dua orang laki-laki dan perempuan. Dalam tarian ini, kedua pemain juga melantunkan syair-syair yang berisi do’a/permintaan kepada Tuhan yang maha pengasih yang dilantunkan dalam bentuk buain dengan harapan anak yang dimaksud, apabila dalam keadaan sakit semoga cepat sembuh dan manakala anak yang dibuai dalam kedaan sehat, maka do’a dan harapan menjadi anak yang baik, anak yang sholeh/sholeha, berguna bagi bangsa, Negara dan agama serta menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua.