Menjelaskan Struktur Dan Anatomi Tubuh Mamalia dengan singkat

Mamalia adalah merupakan kelompok hewan yang paling tinggi derajatnya dalam golongan hewan. Hal ini mengakibatkan segala proses yang dilakukan oleh mamalia lebih tinggi daripada jenis animalia lainnya. Hewan kelompok mamalia mempunyai glandula mammae yang menghasilkan air susu. Mamalia adalah vertebrata yang tubuhnya tertutup rambut.

Anggota gerak depan pada mamalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang. Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat.

Kelompok hewan mamalia mempunyai struktur anatomi yang menarik untuk dipelajari karena secara anatomis struktur tubuh hewan mamalia memiliki ciri-ciri khusus, baik struktur, perkembangan dan susunannya lebih sempurna. Pada umumnya bagian-bagian tubuh mamalia dapat dibedakan dengan nyata, seperti caput atau kepala, truncus atau badan dan cauda atau bagian ekor.

Berikut adalah beberapa ciri morfologi dan anatomi pada mamalia:

Sistem Rangka

Sistem rangka pada mamalia banyak mengalami proses penulangan tetapi juga terjadi pengurangan jumlah elemen rangka tubuh contohnya pada tulang tengkorak. Tulang prefrontal, postfrontal, postorbital, dan quadrate juga mereduksi dan pada beberapa mamalia empat tulang oksipital bergabung (Sukiya, 2001). Hubungan tulang rusuk dengan rongga dada kurang fleksibel, jumlah pasangan rusuk bervariasi, sekitar 9-24 pasang. Di arah posterior rongga dada ada tulang pinggul yang kuat dan cukup fleksibel. Tulang ekor sampai pinggul merupakan tulang belakang yang sangat penting yang bergabung bersama membentuk sacrum atau tulang selangkang. Tulang ekor jumlahnya bermacam-macam menurut panjang ekor. Tulang rusuk minimal memiliki dua kondilus (kepala) yaitu capitulum costa yang merupakan kondilus bagian ventral yang bersendi pada bagain sentrum vertebra yang disebut parapofisis.

Kondilus yang satu disebut tuberculum costa yaitu kondilus bagian dorsal yang bersendi pada bagain sentrum vertebra yang disebut diapofisis, sedangkan tulang iga atau sering disebut true ribs bersambungan langsung dengan sternum (tulang dada) (Sukiya, 2001).

Sistem Otot

Otot pada mamalia berkembang meliputi otot wajah, otot kelopak mata, otot hidung dan otot bibir yang mana otot tersebut mampu bergerak atau menggerakkan kulit ataupun rambut (Sukiya, 2001).

Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi pada mamalia lebih maju daripada vertebrata lainnya, pada mamalia memiliki ruangan jantung yang terdiri dari 2 atrium dan 2 ventrikel. Atrium kanan dihubungkan dengan ventrikel kanan oleh katub triskuspidalis, sedangkan atrium kiri dan ventrikel kiri dihubungkan oleh katub mitral atau bikuspidalis. Lebih jelasnya dapat dilihat gambar perbandingan jantung vertebrata pada gambar dibawah.

Sistem Pencernaan

Menurut Kickman (2001), saluran pencernaan mamalia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Perbedaan antara sistem pencernaan hewan memamah biak dengan manusia terutama pada susunan dan fungsi gigi serta lambung. Umumnya mamalia mempunyai gigi, bibir biasanya dapat digerakkan kecuali pada Monotremata dan paus. Kelenjar oval (mulut) khususnya berhubungan dengan sekresi atau pengeluaran lendir. Oleh karena umumnya mamalia hidup terestial maka kelenjar oral ini untuk menjaga kelembaban mulut, tunas rasa/kecap di lidah dan membantu menelan makanan.

Lambung sangat kompleks ditemukan pada ruminansia (pemamah biak, paus dan sirenian). Lambung hewan pemamah biak ada 4 bagian, yaitu pertama ruangan penyimpanan temporer disebut rumen. Makanan dikunyah dan masuk dalam bagain ini dibasahi dan diaduk sampai berkali-kali kemudian dari sini masuk ke perut kedua yang disebut reticulum. Kunyahan ini kemudian dikeluarkan lagi (dimuntahkan kedalam mulut ketika binatang itu sedang istirahat, dan vegetasi dikunyah lagi, ditelan keduakalinya dan masuk kedalam lambung ketiga yaitu omasum atau pesalterium. Disini pengadukan dilanjutkan sebagai akibat dari gerak peristaltic dan masuk ke ruangan keempat disebut abomasums. Selanjutnya makanan yang sudah tercampur dengan sekresi dari kelenjar pencernaan pada dinding abomasum, kemudian masuk kedalam duodenum atau bagian anterior usus kecil. Gambar bagian-bagian penyusun lambung pada ruminansia dapat dilihat pada gambar berikut.

Sistem respirasi mamalia

paru-paru pada mamalia lebar, namun tidak terdapat kantung udara seperti pada aves. Di depan celah pada dasar faring terdapat katup tulang rawan yang dikenal sebagai epiglotis. Udara masui melewati glotis ke laring dan kemudian masuk dalam trakea. Gerakan udara di dalam trakea didorong masuk oleh cincin tulang rawan. Udara dari trakea melewati pasangan bronkus utama kemudian ke dalam cabang bronkhus dan bronkeolus yang lebih kecil, dan akhirnya berhenti dalam alveoli dimana terjadi pertukaran gas. Beberapa mamal yang hidup di perairan terjadi modifikasi pada bagian tertentu pada sistem pernafasannya. Modifikasi ini terjadi akibat adanya adaptasi dari sistem respirasinya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan perairan, terutama berupa perkembangan katup untuk menutup lubang saluran pernafasan di dinding luar tubuh. Ephiglotis pada paus berfungsi untuk menyalurkan udara ke dalam nasofaring sehingga dapat ditutup rapat dengan jaringan otot penutup (Sukiya, 2001). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.6 berikut.

Organ Indera

Indera penciuman tidak hanya untuk mendeteksi sesama anggota spesies, melainkan juga untuk mendeteksi musuh dan makanan 9Gunderson, 1976). Mata mamalia pada dasarnya mirip dengan vertebrata lain, walaupun tentu ada modifikasi sehubungan dengan tingkah laku. Seperti pada bangsa burung, mamalia nokturnal memiliki sel bentu batang pada retinanya lebh doimnan, sementara pada spesies diurnal sel kerucut pada betina tersebut lebih banyak.

Indera pendengaran yang paling berkembang dengan baik adalah pada mamalia. Hanya mamalia yang memiliki struktur eksternal (Gunderson, 1976). Telinga mamal memiliki cupping dengan corong suara memancar ke kanal luar auditori. Di akhir kanal tersebut gelombang suara menyentuh gendang pendengaran atau membran timpani kemudian di transmisikan menyeberang ke telinga tengah atau ruang timpani yang dihubungkan oleh tulang kecil ke kohlea atau telinga dalam. Selanjutnya impuls menuju ke otak melalui saraf auditori. Bagian dorsal telinga dalam mamal terutama berisi tiga kanal semisirkular merupakan organ sangat esensial untuk keseimbangan atau orientasi kedudukan.

Telingan bagian tengah berisi 3 osikula yang menstransmisikan vibrasi dari membran timpani ke telinga bagian dalam. Alat auditori beberapa mamal menunjukkan spesialisasi. Kelelawar, pausm dan pinniped mampu mendeteksi suara gema yang dihasilkan sendiri untuk mendeteksi adanya obyek di lingkungannya saat hewan itu bergerak. Kelelawar menghasilkan suara berfrekuensi tinggi saat terbang. Navigasi kelelawar menggunakan alat echolocation. Suara tersebut direfleksikan kembali dari obyek di sekitar berdasar gema dan refleksi yang diterima berupa keberadaan obyek