Menjelaskan Struktur Batang dengan singkat

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.

Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp)dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

Jika kita bedakan atas batangnya, tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu :

  • Tumbuhan yang tidak berbatang (planta acaulis)

Sebenarnya tidak ada tumbuhan yang tidak berbatang, hanya tampaknya saja tidak ada. Hal ini disebabkan oleh batang yang terlalu pendek, sehingga daunnya seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat satu sama lain, merupakan suatu roset (rosula) seperti lobak (Raphanus sativus L.), sawi (Brassica juncea L.).

  • Tumbuhan yang jelas berbatang

Batang tumbuhan dapat dibedakan seperti berikut:

    1. Batang basah (herbaceus), batang yang berair, misalnya bayam (Amaranthus spinosus).
    2. Batang berkayu (lignosus), batang keras dan kuat biasanya pada pohon dan semak-semak. Misalnya pohon: mangga (Mangifera indica L.), semak : sidaguri (Sida rhombifolia L.).
    3. Batang rumput (calmus), batng tidak keras dan berongga, misalnya padi (Oryza sativa L.)
    4. Batang mendong (calamus), batang rumput tetapi punya ruas-ruas, misalnya mendong (Fimbristylis globulosa Kunth).

Bentuk Batang

  • Bulat (teres), misalnya bambu (Bambusa sp.), kelapa (Cocos nucifera L.).
  • Bersegi (angularis)
    • bangun segi tiga (triangularis), misalnya batang teki (Cyperus rotundus)
    • bangun segi empat (quadrangularis), misalnya batang markisah
  • Pipih dan biasanya melebar menyerupai daun dan mengambil alih fungsi daun.
    • filokladia (phyllocladium), jika amat pipih dan mempunyai pertumbuhan yang terbatas, misalnya jakang.
    • Kladodia (clakodium), jika masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan, misalnya sebangsa kaktus.

Arah  Tumbuh Batang

  1. Tegak lurus (erectus)

    batang lurus ke atas, misalnya papaya (Carica papaya)

  2. Menggantung (dependens,pendulus)

    untuk tanaman yang tumbuh di lereng-lereng atau tepi jurang, misalnya Zebrina pendula Schnitzl atau tumbuhan epifit misalnya jenis anggrek (Orchidaceae) tertentu.

  3. Berbaring (humifusus)

    jika batang terletak pada permukaan tanah, hanya ujungnya saja yang sedikit membengkok ke atas, misalnya semangka (Citrullus vulgaris Schrad).

  4. Menjalar atau merayap (repens)

    batang berbaring tetapi dari buku-bukunya keluar akar-akar, misalnya batang ubi jalar (Ipomoea batatas Poir).

  5. Serong ke atas atau condong (ascendens)

    pangkal batang seperti hendak berbaring, tetapi bagian lainnya lalu membelok ke atas, misalnya pada tanah kacang (Arachis hypogaea)

  6. Mengangguk (nutans)

    batang tumbuh tegak lurus ke atas,tetapi ujungnya membengkok kembali ke bawah,misalnya bunga matahari (Helianthus annuus)

  7. Memanjat (scandens)

    jika batang tumbuh ke atas dengan menggunakan penunjang.

    • akar pelekat, misalnya sirih
    • akar pembelit, misalnya panili
    • daun pembelit/sulur, misalnya kembang sungsang
    • tangkai pembelit, misalnya kapri
    • duri, misalnya mawar, bugenvil
    • duri daun, misalnya rotan
    • kait, misalnya gambir

Percabangan Pada Batang

Cabang yang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokok lazimnya disebut dahan (ramus), sedang cabang-cabang kecil dinamakan ranting (ramulus). Cabang-cabang pada tumbuhan dapat bermacam-macam sifatnya dan dibedakan menjadi:

  • geragih (stolo)

    yaitu cabang-cabang kecil panjang yang tumbuh merayap dan buku-bukunya ke atas keluar tunas baru dank e bawah tumbuh akar-akar. Cabang ini dibedakan lagi menjadi dua yaitu:

    1. merayap di atas tanah, misalnya daun kaki kuda (Cantella asiatica), arbe (Fragraria vesca L.)
    2. merayap di dalam tanah, misalnya teki (Cyperus rotundus), kentang (Solanum tuberosum L.)
  • wiwilan atau tunas air (virga singularis)

    cabang yang biasanya tumbuh cepat dengan ruas-ruas yang panjang dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-kuncup liar. Misalnya, kopi (Coffea sp.) dan pohon coklat (Theobroma cacao L.)

  • sirung panjang (virga)

yaitu cabang-cabang yang biasanya merupakan pendukung daun-daun dan mempunyai ruas-ruas yang cukup panjang. Pada cabang-cabang demikian ini tidak pernah dihasilkan bunga, oleh sebab itu sering disebut pula cabang yang mandul (steril).

  • sirung pendek (virgule atau virgule sucrescens)

yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas-ruas yang pendek yang selain daun biasanya merupakan pendukung bunga dan buah. Cabang yang dapat mengahsilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan ini disebut pula cabang yang subur (fertil).

Metamorfosis batang

Batang tumbuhan juga mengalamai perubahan bentuk atau dikenal dengan metamorfosis batang. Beberapa jenis metamorfosis batang adalah sebagai berikut:

  1. Umbi batang: merupakan batang yang beralih fungsi untuk menyimpan cadangan makanan, bentuknya bervariasi dan memiliki warna kulit yang bervariasi pula. Umbi batang memiliki buku batang, ruas batang, dan kuncup atau tunas. Contoh: ketela rambat (Ipomea batatas), kentang (Solanum tuberosum), dahlia (Dahlia variabilis), dan lainnya.
  2. Cakram: merupakan btang yang sangat mereduksi sehingga tumbuhan yang demikian disebut tumbuhan tanpa batang. Contoh: bawang merah (Allium cepa)
  3. Rimpang: merupakan batang asli yang berubah bentuk menjadi bentuk khas di dalam tanah. Rimpang ini berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan yang berguna untuk mempertahankan kelangsungan kehidupan spesies tumbuhan pada saat kondisi tidak menguntungkan. Contoh: pisa (Musa paradisiaca), jahe (Zingiber officinale), garut (Marantha arundinacea)
  4. Kladodia: merupakan batang yang memipih, berwarna hijau, mengambil alih fungsi daun karena daun mereduksi menjadi bulu atau duri. Batang seperti ini banyak dijumpai pada beberapa jenis tumbuhan di daerah gurun pasir. Contoh: kladodia tumbuhan kaktus (Opuntia elatior)
  5. Filokladia: merupakan batang yang memipih, berwarna hijau, mengambil alih fungsi daun tetapi masih dijumpai adanya daun yang berukuran kecil. Contoh: filokladia pada tumbuhan jakang (Muehlenbeckia platyclada)
  6. Duri dahan: merupakan duri yang berasal dari cabang atau ranting. Contoh: duri dahan bugenvil (Bougelviella spectabilis)