Menjelaskan Status dan Peranan Mobilitas Sosial dengan singkat

Status dalam Mobilitas Sosial

Menurut Mayor Polak, status dimaksudkan sebagai kedudukan sosial seorang oknum dalam kelompok serta dalam masyarakat. Status sosial memberi bentuk dan pola pada interaksi sosial.Sedangkan menurut Ralph Linton, status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seorang dalam masyarakatnya. Pemilik status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan pemilik status sosial rendah.Jadi, status sosial adalah kedudukan sosial seseorang dalam kelompok masyarakat.

Jenis-Jenis Status Sosial:

  1. Status yang digariskan (Ascribed Status), adalah status yang diperoleh secara alami atau otomatis yang dibawa sejak manusia dilahirkan atau keturunan.
  2. Status yang diusahakan (Achieved Status)adalah status yang diperoleh dengan melalui usaha atau perjuangan sendiri dengan disengaja.
  3. Status yang diberikan (Assigned Status)adalah status yang diberikan kepada seseorang yang telah berjasa memperjuangkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

Dalam kehidupan masyarakat sering timbul pertentangan yang dialami seseorang sehubungan dengan status yang dimilikinya. Konflik status yang timbul dalam masyarakat, antara lain:

Konflik status yang timbul dalam masyarakat,

  1. Konflik status individual.
  2. Konflik status antar kelompok.
  3. Konflik status antar individu.

Peran Mobilitas Sosial

Peran Sosial adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial. Menurut Levinson, bahwa peranan itu mencakup tiga hal, yaitu:

  1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
  2. Peranan merupakan konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat.
  3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.