Menjelaskan Sistem Pemerintahan Suku Talaud dengan singkat

zaman dulu warga Talaud telah memiliki pengembangan akan sistem social maupun sistem politik dengan pembentukan kerajaan-kerajaan kecil. Masa sekarang pengaruh masa kerajaan masih terlihat dalam pelapisan sosial masyarakat. Bangsawan keturunan raja-raja maupun bangsawan lama dinamai dengan kelompok papung, dan golongan bawahnya merupakan rakyat biasa. Golongan budak disebut alangnga pada zaman kerajaan terdahulu. Saat ini lapisan sosial seperti hal tersebut telah mengalami penipisan yang signifikan dan mulai pudar.

Kerajaan Talaud dahulu memiliki pemimpin sebagai seorang ratu atau raja. Kepemimpinan pada lapisan bawahnya terbagi atas orang jogugu sebagai pemimpin sejumlah kampung (wanua) di bawahnya. Kepala kampung dinami kapitan laut. Segala kegiatan akan kewajiban kapitan laut ini dibantu oleh sejumlah Dewan Adat dinamai Inanggu Wanua yang merupakan penggabungan antara pimpinan kelompok keluarga luas terbatas yang dinamai timadu ruangana.

Baca Juga : 

Pendirian bangunan masyarakat suku Talaud sebagian besar pada wilayah pesisir pantai, hal ini dikarenakan mata pencaharian utama yang bersumber dari laut yang lebih dekat dengaan muara sungai. Keluarga inti Suku Talaud dinamai gaghurang yang mendiami rumah semi permanen yang memiliki istilah bale. Keluarga inti membentuk suatu kelompok keluarga yang lebih luas terbatas yang memiliki istilah ruangana. Kelompok tersebut mendiami rumah besar yang dinamai bale manandu.

Ketika suku Talaud bekerja bercocok tanam atau melaut dengan jarak yang jauh dari asal kampungnya, maka dengan kondisi terpaksa suku Talaud membangun rumah singgahan sementara yang memiliki istilah sabua bagi suku Talaud. Sebuah kampung sering didiami oleh satu ruangana, tetapi pada umumnya terdiri atas tiga sampai empat ruangana.