Menjelaskan Sifat dan Tujuan Akuntansi Keuangan dengan singkat

Kualitas Informasi Akuntansi yang Diinginkan

  • Releven (relevance) merupakan kapasitas informasi untuk memengaruhi suatu keputusan dan merupakan kualitas primer pertama atas informasi akuntansi. Implikasi hal ini adalah ketepatan waktu yang merupakan karakteristik informasi akuntansi yang diinginkan.
  • Andal(reliability) merupakan karakteristik penting dalam informasi keuangan.Untuk menjadi andal, informasi harus dapat diverifikasi(informasi dapat dikonfirmasi), disajikan dengan jujur(mencerminkan realitas), dan netral(berarti informasi benar & tidak bias).
  • Komparabilitas dan konsistensi merupakan kualitas sekunder atas informasi akuntansi. Komparabilitas berarti bahwa informasi diukur dengan cara yang sama pada berbagai perusahaan. Konsistensi  berarti metode yang sama digunakan untuk transaksi yang sama sepanjang waktu. Prinsip komparabilitas dan konsistensi dibutuhkan agar informasi menjadi relevan dan andal.

Prinsip-prinsip akuntansi yang Penting

  • Akuntansi Akrual
    Pendapatan diakui saat dihasilkan dan beban saat terjadi, tanpa memperhatikan penerimaan atau pembayaran kas.
  • Biaya Historis dan Penilaian Wajar
    Biaya historis adalah nilai dari transaksi aktual perusahaan di masa lalu, sehingga akuntansi biaya historis disebut juga dengan akuntansi berdasar transaksi (transaction based). Kelebihannya adalah nilai aset yang diperoleh melalui transaksi tawar-menawar yang wajar(arm’s length), biasanya wajar & objektif. Tapi, nilai aset(kewajiban) kemudian berubah, apabila pencatatan nilai yang tetap pada biaya historos- yaitu nilai aset saat dibeli- mengurangi manfaat laporan keuangan, terutama neraca.
    Penilaian wajar adalah harga pasar aset saat sekarang, apabila harga pasar aset tersebut tersedia.
  • Materialitas
    Merupakan sejauh mana kelalaian mencantumkan atau salah saji informasi akuntansi yang dengan memperhatikan situasi, memungkinkan penilaian seseorang yang menggunakan informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh.
  • Konservatisme
    Konservatisme merupakan salah satu prinsip yang digunakan dalam akuntansi. Menurut FASB Statement of Concept No.2 dalam Sari (2004) Konservatisme adalah reaksi hati-hati untuk menghadapi ketidakpastian dalam mencoba memastikan bahwa ketidakpastian dan risiko pada situasi bisnis telah dipertimbangkan. Basu (1997) mendefinisikan konservatisme sebagai praktik mengurangi laba (dan mengecilkan aktiva bersih) dalam merespons berita buruk (bad news), tetapi tidak meningkatkan laba (meninggikan aktiva bersih) dalam merespons berita baik (good news). Konservatisme merupakan penentu kualitas laba. Dalam penelitian akademis, konservatisme dibedakan menjadi dua jenis konservatisme tak bersyarat dan konservatisme bersyarat.

Relevansi dan Keterbatasan Akuntansi

Relevansi Informasi Akuntansi Keuangan

Akuntansi aktivitas usaha tidak sempurna dan memiliki keterbatasan. Mudah untuk melihat ketidaksempurnaan dan keterbatasan, tetapi tidak ada pengganti yang sabanding.

Akuntansi keuangan merupakan dan tetap menjadi satu-satunya sistem yang relevan dan andal untuk mencatat, mengklasifikasi dan meringkas aktivitas usaha.

Keterbatasan Informasi Laporan Keuangan:

  1. Tepat waktu. Laporan keuangan disusun paling sering setiap kuartal dan biasanya dipublikasikan tiga sampai enam pekan setelah akhir kuartal. Sebaliknya analisis memengaruhi ramalan dan rekomendasi mereka pada basis sangat dekat-segera setelah informasi mengenai perusahaan diketahui
  2. Frekuensi terkait erat dengan tepat waktu. Laporan keuangan dibuat secara berkala, biasanya tiap kuartal. Namun, sumber informasi alternatif, termasuk laporan analis, disajikan untuk pasar setiap terdapat kejadian usaha yang membutuhkan revisi laporan.
  3. Orientasi ke masa depan. Sumber informasi alternatif khususnya laporan dan ramalan analis, menggunakan informasi yang berorientasi ke masa depan.