Menjelaskan Sejarah Kebebasan Pers dengan singkat

Surat kabar dalam menjalankan perannya banyak ditentukan oleh kebijakan rezim dalam memberikan tafsir kebebasan untuk mendapatkan kebenaran. Kasus di Indonesia di lihat dari sejarah kebebasan pers dari sejak pemerintah Soekarno, Soeharto sampai dengan era reformasi mengalami pasang surut perkembangan yang berbeda. Sementara akan kehidupan pers itu sendiri, pada akhirnya akan ditentukan oleh mekanisme pasar, khususnya khalayak dalam menyikapi keberadaan pers (surat kabar)

 

Surat kabar dan media massa seringkali berada pada posisi lemah dan amat mudah ditundukkan oleh kekuasaan. Citra pers yang dominan dalam sejarah selalu dikaitkan dengan pemberian hukuman bagi pengusaha percetakan, penyunting dan wartawan, perjuangan untuk memperoleh kebebasan penerbitan, pelbagai kegiatan suratkabar untuk memperjuangkan kemerdekaan, demokrasi dan hak-hak kelas pekerja, serta pers bawah tanah di bawah penindasan kekuatan asing atau pemerintahan diktator.

Tekanan terhadap pers di Indonesia sudah dimulai sejak zaman VOC melalui berbagai bentuk aturan hukum. Pada tahun 1712 VOC melarang suratkabar yang berisi berita-berita dagang, karena VOC takut kalah dalam persaingan dagang akibat berita-berita tersebut.

Selama 60 tahun merdeka, Indonesia pernah mengalami beberapa kali kebebasan pers, yaitu pada awal kemerdekaan, selama Republik lndonesia menerapkan sistem pemerintahan Kabinet Parlementer, pada awal Pemerintahan Orde Baru dan para era Reformasi saat ini. Pada waktu-waktu lainnya, kebebasan pers di Indonesia mengalami berbagai tekanan.