Menjelaskan Perkembangan Kelenjar Timus dengan singkat

Kelenjar timus tumbuh sebagai pertumbuhan ke ventral dari kantung bronkial ketiga. Mulanya mempunyai lumen sempit, akan tetapi segera menutup karena proliferasi sel epitelial yang membatasinya. Sel-sel epitelia berdiferensiasi dan sebagaian berubah menjadi sel retikuler epitelial pada akhir bulan kedua kehamilan. Timosit diduga berasal dari sel mesenkim yang menyebuk ke timus yang sedang berkembang. Limfosit berproliferasi cepat dan epitel berubah menjadi massa sel retikuler. Badan hassall mulai tampak selama kehidupan fatal dan terus dibentuk sampai involusi dimulai. Di duga badan hassall berasal dari sel epitelial yang mengalami hipertrofi dan yang berdegenerasi.

Dengan bertambahnya usia, maka timus mengalami proses involusi fisiologik apabila produksi limfosit berkurang, korteks menipis dan perenkim sebagian besar diganti dengan jaringan lemak. Proses involusi menua normal ini dulu diduga berawal pada manusia sejak pubertas, namun kini diketahui bahwa pengurangan volume relatif perenkimnya sebenarnya dimulai sejak kanak-kanak. Pada orang dewasa timus telah berubah menjadi massa jaringan lemak dengan sebaran pulau-pulau perenkim yang mengandung sedikit limfosit namun terdiri atas sel-sel epitelial. Pada percobaan dengan rodentia mengenai penghancuran sebagian besar limfositnya ternyata bahwa timus mempertahankan kemampuan fungsuional seumur hidup dan sanggup mendapat kembali kapasitas limifositopietik selaruhnya. Hal yang sama mungkin juga benar untuk manusia namun belum diprelihatkan.

Proses involusi menua yang berangsur itu dapat dengan segera dipercepat pleh yang disebut involusi kebetulan yang dapat terjadi sebagai respons terhadap penyakit. Stres berat, radiasi ionisasi, endotoksin bakteri dan pemberian hormon adrenokortikotrofik atau steroid adrena;l dan gonad. Pada salah satu kondisi ini timus dengan cepat mengecil akibat kematian masal limfosit kecil korteks dan pembuangannyaoleh makrofag. Limfosit medula lebih tahan. Karenanya pola lobul yang biasa dengan korteks gelap dan medula pucat dapat terbaek. Involusi akut, diinduksi pada hewan percobaan diikuti regenerasi hebat dan timus dengan epat kembali ke ukurannya yang normal.