Menjelaskan Perjalanan Spermatozoa Ketempat Fertilisasi dengan singkat

Perjalanan spermatozoa meliputi tiga tahapan sebagai berikut :

  • Dalam Tubuh Jantan

Spermatozoa yang telah dihasilkan di dalam tubulus seminiferus melalui proses spermatogenesis akan keluar dari tubulus seminiferus bercampur dengan plasma semen masuk ke vas efferent. Proses ini terjadi akibat adanya tekanan volume dari dalam tubulus. Dari vas efferent, spermatozoa selanjutnya masuk ke duktus epididimis. Dalam tahapan ini, spermatozoa juga mengalami proses maturasi atau pematangan.

Tahap selanjutnya spermatozoa yang sebelumnya pada duktus epididimis selanjutnya masuk ke vas deferent. Di daerah ini, spermatozoa akan menerima sekreta yang dihasilkan oleh glandula vesikula seminalis untuk selanjutnya bermuara di duktus ejakulatorius. Tahap perjalanan selanjutnya sebelum diejakulasikan dalam bentuk semen, spermatozoa juga akan menerima sekreta dari kelanjar prostate dan bulbouretralis.

  • Di Luar Tubuh Jantan

Peristiwa ini hanya ditemukan pada hewan-hewan tertentu, yaitu pada hewan yang mengalami pembuahan diluar tubuh seperti ikan, amfibia. Peristiwa ini diawali dengan dikeluarkannya spermatozoa oleh hewan jantan ke dalam medium berupa air dan secara serentak juga betina akan mengeluarkan ovum.

Spermatozoa yang dikeluarkan kemudian bergerak aktif untuk melakukan pembuahan. Untuk hewan-hewan lainnya yaitu reptilia, aves dan mamalia, peristiwa ini tidak terjadi karena proses pembuahannya terjadi di dalam tubuh betina.

  • Dalam Tubuh Betina

Spermatozoa yang dideposisikan pada vagina, serviks, ataupun uterus pada saat perkawinan harus mempunyai kemampuan untuk mencapai tempat terjadinya fertilisasi di ampula bagian caudal dari uterus. Beberapa peniliti menyatakan bahwa kemampuan spermatozoa untuk mencapai tempat fertilisasi adalah karena pergerakan spermatozoa itu sendiri, sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa itu akibat pengaruh saluran reproduksi betina. Beberapa factor fisiologi yang berpengaruh terhadap kecepatan perjalanan spermatozoa adalah volume ejakulat, tempat deposisi, dan anatomi saluran reproduksi betina. Lama waktu yang dibutuhkan spermatozoa agar sampai ke tempat fertilisasi berkisar antara 2-60 menit.

Dari sekian banyak spermatozoa yang diejakulasikan, hanya sedikit yang mampu mencapai ampula dan kebanyakan mati pada saluran reproduksi betina. Hal ini mungkin sebagai akibat adanya fagositosis oleh sel darah putih dan arah balik ke vagina. Spermatozoa yang dideposisikan pada vagina harus melewati serviks sebelum mencapai oviduk. Mekanisme pergerakan spermataozoa melewati serviks masih diperdebatkan. Ada yang menyatakan bahwa pergerakan yang cepat melewati serviks adalah akibat kontraksi vagina dan uterus selama kopulasi. Teori yang lain menjelaskan bahwa spermatozoa yang motil mampu malakukan penetrasi dan migrasi melewati mukus serviks. Perjalanan spermatozoa melintasi uterus sampai ke tautan uterus tuba sangat cepat dan hal ini disebabkan oleh adanya bantuan kontraksi otot uterus. Seperti pada  serviks, isthmus pada oviduk diperkirakan juga sebagai tempat penampungan spermatozoa untuk beberapa waktu sebelum bergerak ke ampula berlangsungnya fertilisasi. Pergerakan spermatozoa dari isthmus ke ampula berlangsung terutama akibat kontraksi otot.