Menjelaskan Penyusunan Landasan Teori dengan singkat

Ada  beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kerangka/ landasan teori, antara lain:

  1. Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri).

  2. Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.
  3. Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku.
  4. Semakin banyak sumber bacaan, maka  kualitas penelitian yang akan dilakukan semakin baik, terutama sumber bacaan yang terdiri  dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain.
  5. Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian
  6. Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU)
  7. Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan.

    Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan.

Contoh:

Judul   : Hubungan antara Tingkat Relegiusitas dengan Prestasi Belajar Siswa MAN I Samarinda

RM     : Apakah ada hubungan antara tingkat relegiusitas dengan prestasi belajar siswa MAN I Samarinda

Ha      : Ada Hubungan antara tingkat relegiusitas dengan prestasi belajar siswa MAN I Samarinda

Bagaimana cara membangun atau membuat konstruksi landasan teori?

  1. Kita harus memahami variabel-variabel dalam penelitian.
  2. Kita harus mampu menjabarkan variabel-variabel tersebut dalam bentuk konsep yang mendukung terhadap rumusan masalah yang disusun
  3. Kita harus mampu menjabarkan  variabel-variabel tersebut dalam konsep yang sesuai dengan Hipotesa penelitian.

Misal   : Variabel penelitian terdiri dari variabel Tingkat relegisuitas (X) dan prestasi belajar siswa (Y)

Jadi kontruksi Landasan teori dalam penelitian tersebut, sebagai berikut:

 Religiuitas

  1. Pengertian Relegiusitas
  2. Dimensi-dimensi Relegiusitas
  3. Hubungan antar Dimensi Relegiusitas
  4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Relegiusitas

Prestasi Belajar

  1. Pengertian Prestasi Belajar
  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belaja