Menjelaskan Pengertian HAM Menurut Para Ahli dengan singkat

Adapun pengertiannya menurut beberapa ahli diantaranya yaitu:

  • 1. Menurut Kevin Boyle Dan David Beetham

HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental adalah hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia.

  • 2. Menurut Miriam Budiarjo

HAM merupakan hak yang dimiliki setiap orang yang dibawa sejak lahir ke dunia, hak itu sifatnya universal sebab dipunyai tanpa adanya perbedaan kelamin, ras, budaya, suku, agama maupun sebagainya.

  • 3. Menurut Oemar Seno Adji

HAM merupakan hak yang melekat pada setiap martabat manusia sebagai insan dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki sifat tidak boleh dilanggar oleh siapapun “manusia/kelompok lain”.

  • 4. Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto

HAM merupakan suatu hak yang sifatnya asasi atau mendasar, hak-hak yang dimiliki setiap manusia berdasarkan kodratnya yang pada dasarnya tidak akan bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.

  • 5. Menurut UU No 39 Tahun 1999

HAM merupakan seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME, dimana hak tersebut merupakan anugerah yang wajib di lindungi dan dihargai oleh setiap manusia guna melindungi harkat serta martabat setiap manusia.

  • 6. Menurut G.J Wolhos

HAM merupakan sejumlah hak yang sudah melekat serta mengakar dalam diri setipa manusia di dunia dan hak-hak tersebut tidak boleh dihilangkan, karena menghilangkan HAM orangh lain sama dengan menghilangkan derajat kemanusian.

  • 7. Menurut C. de Rover

HAM merupakan hak hukum yang sama kepada setiap manusia baik kaya atau miskin, laki-laki maupun wanita. Walaupun hak-hak yang telah mereka langgar akan tetapi HAM mereka tetap tidak dapat dihilankan. Hak asasi ialah hukum yang mesti terlindungi dari aturan nasional agar semuanya terpenuhi sehingga HAM dapat ditegakkan, dijunjung tinggi serta dilindungi.

  • 8. Menurut Leah Kevin

Menurutnya konsepsi tentang hak-hak asasi manusia mempunyai dua makna dasar yaitu:

    1. Yang pertama ialah bahwa hak-hak hakiki dan tak terpisahkan menjadi hak seseorang hanya karena ia merupakan manusia. Hak-hak itu merupakan hak-hak moral yang berasal dari keberadaannya sebagai manusia dari setiap umat manusia.
    2. Yang kedua dari hak-hak asasi manusia ialah hak-hak hukum, baik secara internasional atau nasional.
  • 9. Menurut Miriam Budiardjo

Miriam Budiardjo membatasi pengertian hak-hak asasi manusia sebagai hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam masyarakat.

  • 10. Menurut (Kaelan: 2002)

HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya

  • 11. Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB)

dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

  • 12. Menurut Prof. Mr. Koentjoro Peorbapranoto

HAM: hak yang bersifat asasi, artinya hak-hak yang dimiliki manusia menuru kodratnya dan tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya, sehingga bersifat suci.

  • 13. Menurut UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM

HAM: seperangkat hak yang melekat pada hakikat manusia dan keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

  • 14. Menurut Wikipedia

Ham merupakan hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak mereka dalam kandungan.

  • 15. Menurut KBBI

Ham merupakan hak yang dilindungi secara internasional “yaitu deklarasi PBB Declaration of Human Rights” seperti hak untuk hidup, hak kemerdekaan, hak untuk memiliki, hak untuk mengeluarkan pendapat.

 

  • 16. Menurut Muladi

HAM Merupakan segala hak pokok atau dasar yang telah melekat pada diri manusia dalam kehidupannya.

  • 17. Menurut Haar Tilar

HAM merupakan hak-hak yang melekat pada diri setiap insan dan tanpa memiliki hak-hak itu maka setiap insan tidak bisa hidup selayaknya manusia. Hak tersebut diperoleh sejak lahir ke dunia.

  • 18. Menurut Austin-Ranney

HAM merupakan ruang kebebasan bagi setiap individu yang dirumuskan dengan rinci dan jelas dalam konstitusi serta sudah dijamin pelaksaannya oleh pemerintah.

  • 19. Menurut Karel Vasak

HAM diklasifikasikan dari tiga generasi yang terinspirasi oleh tiga tema pada Revolusi Perancis yaitu Generasi pertama: Hak Politik dan Sipil “Liberte”, Generasi kedua, Hak Sosial, Ekonomi dan Budaya “Egalite” dan Generasi Ketiga, Hal Solidaritas “Fraternite”.

Tiga generasi tersebut perlu dipahami sebagai satu kesatuan, saling melengkapi dan saling berkaitan. Vasak menggunakan istilah “generasi” untuk menunjuk pada ruang lingkup dan substansi hak-hak yuang dprioritaskan pada satu kurun waktu tertentu.

  • 20. Menurut Jack Donney

HAM merupakan hak-hak yang dimiliki oleh manusia semata-mata dikarenakan dia sebagai seorang manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena yang diberikan kepadanya oleh masyarakat atau mengacu pada hukum positif, melainkan itu berdasarkan pada adanya martabat sebagai seorang manusia dan Hak tersebut merupakan suatu pemberian Tuhan YME.

  • 21. Menurut Mahfudz M.D

HAM merupakan hak yang melekat pada martabat setiap manusia yang mana hak tersebut dibawa sejak lahir ke dunia sehingga pada hakikatnya hak tersebut bersifat kodrati.

  • 22. Menurut A.J.M Milne

HAM merupakan suatu hak yang sudah dimiliki oleh semua umat manusia di dunia, disegala masa, dan juga di segala tempat karena keutamaan keberadaannya ialah sebagai manusia.

  • 23. Menurut SHAW

HAM merupakan jika wacana publik masyarakat global dimasa damai itu dapat dikatakan memiliki bahasa moral yang umum, itu merupakan hak asasi manusia. Walaupun demikian klaim yang kuat itu dibuat oleh adanya doktrin hak asasi manusia agar dapat terus memunculkan sikap

perdebatan dan skeptis tentang sifat, isi dan pembenaran hak asasi manusia sampai berada dijaman sekarang ini. Memang pertanyaan mengenai apa yang diartikan dengan “hak” itu memiliki kontroversi dan masih menjadi perdebatan yang terus-menerus secara filosofis.

  • 24. Menurut John Locke

HAM merupakan hak-hak yang langsung diberikan Tuhan kepada manusia sebagai hak yang kodrati. Oleh karenanya tidak ada kekuatan apapun di dunia yang bisa mencabutnya. HAM ini sifatnya mendasar “fundamental” bagi kehidupan manusia dan pada hakikatnya sangat suci.

  • 25. Menurut Peter R. Baehr

HAM merupakan hak dasar yang mutlak dan harus dimiliki setiap insan untuk perkembangan dirinya.

  • 26. Menurut Franz Magnis Suseno

HAM merupakan hak-hak yang sudah dipunyai pada setiap manusia dan bukan karena diperoleh dari masyarakat “manusia lain”, bukan karena hukum positif yang berlaku, tapi atas martabatnya sebagai seorang manusia, manusia mempunyai HAM karena ia merupakan manusia.

  • 27. Menurut Komnas HAM

HAM mencakup segala bidang kehidupan manusia baik politik, ekonomi, sipil, sosial dan kebudayaan. Kelimanya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Hak-hak asasi politik dan sipil tidak ada artinya apabila rakyat masih harus bergelut dengan penderitaan dan kemiskinan.

Tetapi dilain pihak, persoalan keamanan kemiskinan dan alasan lainnya, tidak dapat digunakan secara sadar untuk melakukan pelanggaran HAM dan kebebasan politik serta sosial masyarakat. Hak asasi manusia tidak

mendukung individualisme, melainkan membendungnya dengan melindungi individu, golongan maupun kelompok, ditengah-tengah kekerasan kehidupan modern. HAM merupakan tanda solidaritas nyata sebuah bangsa dengan warganya yang lemah.

  • 28. Menurut Thomas Jefferson

HAM Adalah Kebebasan Manusia Yang Tidak Diberikan Oleh Negara. Kebebasan Ini Berasal Dari Tuhan Yang Melekat Pada Eksistensi Manusia Individu.

  • 29. Menurut Rhoda E. Howard

Hak Asasi Manusia atau HAM itu Sebagai Alat Egilater Untuk Memberikan Keanggotaan Kepada Semua Pribadi Dalam Suatu Kesatuan yang Kolektif.

  • 30.  Menurut ,MPR-RI Nomor XVII/MPR/1998

Hak asasi adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia yang sifatnya kodrati, universal dan abadi sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang berfungsi untuk menjamin kelangsungan hidup, kemerdekaan, perkembangan manusia dan masyarakat yang tidak boleh diganggu gugat dan diabaikan oleh siapapun.