Menjelaskan Pendapat Para Ahli Untuk Replikasi DNA dengan singkat

Dalam karya Meselson dan Stahl berkisar tahun 1950 membantu kita untuk memahami yang terjadi pada replikasi DNA dengan model semi-konservatif, tetapi tidak menjelaskan semua gerakan molekul rumit yang diperlukan dalam mencapi suatu yang rumit. Ingat bahwa banyak ilmuwan yang tidak setuju dengan model semi-koservatif pada awalnya. Bahkan, mereka tidak setuju dengan model DNA watson dan crick sama sekali karena itu begitu rumit.

Mereka berpendapat bahwa bahkan apabila sebuah molekul seperti ini memang ada di tubuh kita, tidak akan ada cara untuk membuat salinan dari dirinya sendiri. Begitu mereka menemukan kebenaran tentang model semi-konservatif, mereka bahkan lebih sulit untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaan terbesar mereka ialah, bagaimana mungkin, memutar molekul yang rumit seperti DNA kemudian membuka diri untuk replikasi semi-konservatif.

Ingat bahwa model semi-konservatif menyatakan bahwa satu untai DNA induk ialah kekal dalam setiap molekul DNA anak baru. Untai induk yang merupakan untai DNA asli, bertindak sebagai template (cetakan) untuk untai anak atau sebuah untai nukleotida baru disintesis. Agar hal itu terjadi, DNA sebenarnya harus dibagi di tenagh sehingga semua basa nitrogen terbuka. Setelah basa yang tersisa di tempat terbuka, maka nukleotida baru dapat ditambahkan padanya.

Ingat bahwa ada aturan mengenai pasangan nukleotida mana dengan mana, kita menyebutnya aturan pasangan basa komplementer. Jadi basa adenin dan timin akan selalu berpasangan bersama-sama dan sitosin dan guanin akan selalu berpasangan bersama-sama. Itu berarti bahwa saat nukleotida baru yang ditambahkan untuk membentuk anak untai, mereka hanya dapat menambahkan pada tempat di mana mereka cocok dengan basa komplementer.