Menjelaskan Macam-Macam Embriogenesis (Pembelahan) dengan singkat

Berikut ini adalah macam-macam Embriogenesis, sebagai berikut:

  • Pembelahan Holoblastik

Holoblastik merupakan pembelahan mengenai seluruh zigot pada saat sitokinesis. Terdapat pada telur homolecithal dan medio lecithal. Dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Holoblastik teratur

Merupakan pembelahan yang berlangsung secara teratur baik dalam bidang pembelahan meupun tahap – tahap pembelahan.Terdapat pada Asterias (bintang laut), Amphioxus, dan Anura (katak).

Baca Juga : 

Pembelahan melewati bidang meridian saling tegak lurus , terbentukalah 4 sel yang sama besar, kemudian melewati bidang latitudinal, diatas bidang ekuator. Terbentuklah 8 sel, 4 sel sebelah atas lebih kecil yang disebut micromere, dan 4 sel sebelah bawah disebut macromore.

Pembelahan keempat lewat bidang- bidang meridian yang secara serantak membagi dua ke delapan sel. Terbentuklah 16 sel yang terdiri dari 8 micromore dan 8 macromore.Setelah itu pembelahan melewati bidang latitudianal, atas dan bawah didang ekuator secara serantak.

Pada katak, saat tebalnya lapisan yolk sehingga pembelahan pada macromore baru memerlukan waktu yang lama untuk mencapai ujung kutub vegetal. Akhirnya terbentukalah blastomore yang terdiri dari 32 sel. Dari 32 sel membelah melalui bidang meridian sehingga terbentuk 64 sel. Diakhir pembelahan terdapat gumpaalan yang membesar, yang terdiri dari sekitar 70 sel, berbentuk seperti buah pir yang disebut morula. Morula itu massif, artinya bagian dalamnya buta dan tak berongga.

Pada katak tidak jelas adanya blastomere bentuk morula.Karena blastomere terdiri dari berpuluh – puluh sel secara barangsung terbentuk rongga di bagian tengah yang makin lama makin besar.Rongga itu berisi cairan.

  1. Holoblastik yang tidak teratur

Merupakan pembelahan yang tidak sama masa pembelahanya terjadi pada berbagai zigot. Terdapat pada mamalia.Pembelahan melalui bidang latitudinal sedikit diatas ekuator.Membagi zigot menjadi 2 sel yang satu sebelah kutub animal lebih kecil.Kemudian pembelahan yang selanjutnya melewati bidang meridian, tetapi hanya berlangsung pada micromere kutub vegetal.Terjadilah tingkat 3 sel kemudian menyusul micromere, lewat bidang meridian juga. Terbentuklah tingakat 4 sel. Terjadi pembelahan pada salah satu macromere sehingga tertbentuk tingkat 5 sel dan 6 sel. Salah satu micromere membelah terbentuk tingkat 7 sel dan satu lagi membentuk tingkat 8 sel.

Pembelahan selanjutnya tidak serentak, dan akhirnya terbentuk blastomere yang terdiri dari 60-70 sel yang berupa gumpalan masif, disebut morula.

  • Pembelahan Meroblastik

Merupakan pembelahan yang hanya pada zigot di sebagian kecil kutub animal, yakni bagi seluruh germinal disc dan mengenai sedikit yolk. Pembelahan diawali melalui bidang meridian sehingga terbentuklah tumpukan sel di daerah germinal disc yang dari sekitar 8sel ditengah dan 12 sel dipinggir sel tengah masih berhubungan dengan yolk dibawah, sedang sel yang di pinggir sebagian besar sudah lepas dari yolk kecuali daerah tepi sekali. Pada saat ini telur mencapai uterus, dan sudah dilapisi oleh albumen dan shell.

Blastomere ayam disebut juga menempuh tingkat morula, yakni ketika daerah germnal disc yang mengalami pembelahan itu belum membentuk celah dengan yolk di bawahnya. Selanjutnya pembelahan semakin tak bisa diikuti.

Baca Juga : 

Pada saat embrio sel- sel tengah akan terus mengalami pembelahan secara mitosis, sampai berjumlah 64 sel, dan terdiri dari 3 lapis. Celah horisontal, disebut rongga pembelahann, persis di bawah sel- sel tengah. Memisahkan sel- sel tengah dari sel germinal disc lain yang tak mengalami pembelahan. Sel – sel pinggir, terletak di pinggiran germinal disc.Sel- selnya tak seluruhya terpotong dari yolk di bawah.Syncytium, menghubungkan daerah sel – sel pinggir dengan yolk di bawah.

Sel-sel pinggir mengalami pembelahan tak sempurna disebelahnya yang berbatasan dengan yolk, sehingga terbentuk banyak inti tanpa terpisah atas sel – sel tersendiri (sitoplasma dan membran sel sendiri tidak terbentuk).Inti yang banyak ini berserak kearah yolk di bawah.Daerah yang mengandung banyak inti ini disebut jaringan periblast.

Pada Amphibi, pembuahan terjadi diluar tubuh betina (fertilisasi eksternal). Zigot berkembang menjadi embrio dalam beberapa tahap. Morula terbentuk setelah 3-7 jam setelah pembuahan, blastula terbentuk setelah 18 jamsetalah pembuahan, dan gastrul;a terbentuk setelah pembuahan. Setelah kurang lebih 84 jam, tampak adanya ekor.Beberapa hari kemudian kurang lebih enam hari, embrio menetas menjadi larva yang disebut berudu.Semula berudu mempunyai tiga pasang insang luar.Dalam perkembangan selanjutnya setelah sembilan hari insang luar berganti dengan insang dalam.Sesudah 12 hari terbentuk tutup insang dan tungkai belakang tampak setelah kurang lebih dua sampai tiga bulan.

Setelah berudu kurang lebih 3 bulan atau lebih akan mengalami metamorfosis. Perkembangan organ selanjutnya adalah paru- paru mulai tumbuh dan berkembang, usus menjadi lebih pendek, insang mengalami kemunduran, dan akhirnya berudu berkembang menjadi katak.