Menjelaskan Landasan Pikir Sistem Ekonomi Pancasila dengan singkat

Pancasila adalah ciri kepribadian bangsa Indonesia, yang mampu menggabungkan asas-asas Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sosial. Berdasarkan hal tersebut kehidupan ekonomi bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila, pastilah bernafaskan agama.

Di mana diakui eksistensi dan hak hidup beberapa agama besar (pasal 29 ayat 2 UUD 1945), nilai-nilai yang dikembangkan berasal dari berbagai agama termasuk nilai-nilai adat asli bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku bangsa. Oleh karena agama islam dianut oleh bagian terbesar bangsa Indonesia, tampaknya juga paling besar peranannya dalam mempengaruhi aturan-aturan nilainya. Misalnya pasal 33 ayat 1 UUD 1945 mengatakan, bahwa perekonomian

disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Hal tersebut tampaknya sejalan dengan ayat-ayat kitab suci Al-quran :

  1. Wahai manusia! Bertakwalah kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan Allah menciptakan paangannya(Hawa) dari dirinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan namanya kamu saling meminta, dan periharalah hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan 6
  2. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat 7

Dari ayat-ayat tersebut jelaslah, bahwa menurut agama Islam, suatu bangsa adalah merupakan keluarga besar yang harus selalu bekerja sama dalam hidup berekonomi, dan tidak dibenarkan bersaing yang dapat berakibat saling mematikan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ekonomi Pancasila banyak terpengaruhi oleh agama Islam.