Menjelaskan Kebudayaan Suku Mentawai dengan singkat

Jika kita mengenal seni tato tubuh di era sekarang, suku yang menempati pulau Mentawai ini telah lebih mengenal dulu mengenai seni tato. Di samping itu, apa saja keanehan lain yang dimiliki? Yuk simak !

1. Seni tato tubuh Mentawai

Tato atau seni lukis tubuh sudah tidak sedikit dikenal lagipula di zaman milenial seperti kini ini.

Tidak melulu tato permanen, Anda dapat membuat tato tubuh yang dapat dihapus kapan saja sampai-sampai tidak perlu fobia untuk menciptakan tato dengan sekian banyak gambar.

Sama halnya dengan suku Mentawai, tato menjadi hal mesti yang mesti dilaksanakan oleh kaum pria maupun perempuan.

Bagi masyarakat Mentawai, tato dirasakan sebagai busana terbaik sampai-sampai mereka tidak ragu untuk menciptakan tato di semua tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Kegiatan ini telah menjadi tradisi adat turun temurun dari semua leluhur. Tidak melulu sebagai tradisi, tato dipakai sebagai tingkatan kedudukan sosial dan menunjukkan kepribadian suku tersebut.

Budaya tato tubuh masih dilaksanakan oleh suku Mentawai sampai sekarang, tetapi tidak seluruh masyarakat melakukannya.

Hanya distrik pulau Siberut saja yang masih mengerjakan tradisi adat ini. Hal ini disebabkan adanya larangan dari pemerintah melewati surat keputusan presiden Soekarno tahun 1954.

2. Gigi runcing tanda keelokan paripurna

Jika pengertian cantik menurut keterangan dari sebagian orang ialah mempunyai kulit yang bersih, gigi rapi, rambut luris berkilau lain halnya dengan sisi cantik yang diperlihatkan suku Mentawai.

Masyarakat adat percaya bahwa wanita yang cantik paripurna ialah perempuan dengan gigi yang runcing.

Mengapa dapat demikian? Apakah meruncingkan gigi wajib untuk kaum wanita Mentawai?

Simbol keelokan suku ini diukur dari seberapa runcing gigi yang dipunyai oleh seorang wanita.

Biasanya saat memasuki umur remaja, semua perempuan Mentawai bakal mengkikir giginya hingga runcing.

Gigi runcing ini bermakna sebagai simbol penyelaras jiwa dan roh mahkluk sampai-sampai akan terhindar dari marabahaya.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan unik ini telah mulai ditinggalkan dampak budaya luar yang mulai masuk ke wilayah Mentawai.

Di samping itu, pertumbuhan teknologi dan pengetahuan yang semakin maju pun mempengaruhi pola pikir masyarakat Mentawai terutama lebih berhati-hati dalam mengawal kesehatan gigi.

3. Tradisi Pernikahan suku Mentawai

Bukan melulu tato dan gigi runcing saja yang menciptakan suku Mentawai memiliki kebiasaan unik, namun tradiai pernikahannya pun pun tergolong unik.

Masyarakat Mentawai masih menganut sistem perjodohan.

Kegiatan ini digelar dengan menyaksikan status sosial satu uma dengan uma lain.

Jika suami meninggal, maka pihak wanita akan pulang ke uma asalnya.

Pernikahan adat di masyarakat Mentawai akan diciptakan semeriah barangkali dengan susunan pesta yang cukup tidak sedikit dan rumit.

Ada sekian banyak ritual yang seringkali dilakuń∑an oleh pihak mempelai, family mempelai sampai sanak saudara teedekat.

Setiap tradisi yang ada mesti dijalankan supaya pernikahan dapat langgeng dan menyerahkan keberkahan untuk keluarga.

Baca Juga :