Menjelaskan Indikasi dan Evolusi Helicobacter Pylori dengan singkat

Indikasi Terapi Eradikasi Helicobacter Pylori

Sangat Dianjurkan. Ulkus duodeni, ulkus  ventrikuli, MALT Lymphoma  gaster derajat  keganasan  rendah, riwayat  kanker  lambung  di keluarga,  gastritis  kronik aktif (gambaran PA), Paska  reseksi kanker lambung  dini, gastritis atrofik.

Dianjurkan. Keinginan  pasien untuk diobati  setelah mendapat penjelasan yang memadai,  dispepsia fungsional (tidak ditemukan  kelainan  perendoskopi,  biokimiawi, atau laboratorium),  gastropati obat anti inflamasi  non  steroid (OAINS),  gastroesophageal reflux disease (GERD)  yang memerlukan  terapi antisekresi  asam  jangka panjang.

Evolusi Terapi Eradikasi Helicobacter Pylori

Pada  dasarnya dikenal  terapi kombinasi  yang didasarkan pada obat bismuth dan  terapi yang didasarkan pada penghambat  pompa  proton (PPI). Mula-mula digunakan senyawa  bismuth  sebagai  obat  tunggal, dengan  hasil yang kurang memuaskan  sehingga  dikembangkan  terapi kombinasi dual,  tripel bahkan  terapi kuadrapel. Waktu pemberian  juga  terus diusahakan  untuk  diberikan  sesingkat mungkin mulai dari 4, 2, dan dewasa  ini umumnya dianjurkan  untuk waktu satu minggu.  Perkembangan  ini sangat mendukung  kepatuhan  pasien,  karena  selain efektivitas yang cukup  tinggi, kemungkinan efek samping menjadi  lebih kecil. Walaupun  relatif cukup mahal,  terapi kombinasi dinilai  cukup cost effective  terutama  karena dapat menekan angka  kekambuhan  dalam  jangka panjang, misalnya  dalam pengobatan  tukak duodeni dan  tukak lambung.