Menjelaskan Fungsi Membran Sel dengan singkat

Anonim (2010:1) menjelaskan fungsi dari membran sel sebagai berikut:

a.    Kompertemenisasi

Membran sel merupakan selaput berkelanjutan dan tidak putus yang membatasi dan menyelubungi suatu ruangan (kopertemen). Membran sel menyelubungi isi seluruh sel, selain itu ada juga membran yang membatasi nukleus dan ruang -ruang di sitoplasma. Ini kita ibaratkan sebagai ruang-ruang yang ada di dalam gedung.

ruang-ruang tersubut perlu di batasi oleh partisi atau tembok. Sehingga kegiatan di masing – masing di satu  ruangan dengan ruang yang lain.  Di dalam sel kompertemenisasi mutlak perlu ada, karena ruang -ruang di dalam sel berisi cairan dan adanya percampuran ca iran dari ruang -ruang tersebut merupakan malapetaka bagi sel tersebut.

b. Interaksi Antar Sel

Pada organisme bersel banyak, membran sel bertanggung jawab terhadap interksi antara sel satu dengan yang lainnya. Alat tubuh pada umumnya terdiri dari macam sel y ang berbeda yang harus bekerja sama untuk melaksanakan fungsi keseluruhan. Membran sel menyilahkan sel untuk saling mengenal kemudian saling bertukar substansi dan informasi dengan tidak memandang apakah sel sudah terpakai di tempat tertentu, seperti dari jaringan.

c. Perubahan Energi

Perubahan satu bentuk ener gi menjadi bentuk ener gi lain merupakan hal yang sangat penting dalam proses hidup, dan membran sel sangat terlibat dalam proses ini. Hal yang sangat mandasar bagi semua kehidupan adalah kemampuan sel    tumbuh-tumbuhan untuk mengubah ener gi cahaya matahari menjadi energi kimia yang terkandung dalam karbohidrat.

Sel hewan maupun tumbuh -tumbuhan juga mampu untuk mengubah energi kimia dari karbohidrat tersebut manjad i ATP atau senyawa lain berener gi tinggi. Proses pengikatan ener gi ini terjadi di dalam mambran dari mit okondria dan kloroplas.

Energi cahaya, termal, makanikal diubah oloeh reseptor dari sistem saraf menjadi implus saraf yang merupakan cara kumunikasi dalam sistem saraf tersebut. Meskipun mekanisme pengubahan ini belum diketahui secara pasti, namun demikian membran sangat terlibat dalam proses ini.

d. Transfer Informasi

Membran mempunyai peranan mentransfer informasi dari satu sel ke sel yang lain. Di dalam membran teradapt reseptor yang mampu mengkombinasi dengan mulekul tertentu dengan bentuk yang sesuai, seperti yang selalu berkombinasi dengan suatu subtrat yang sesuai. Sel yang berbeda mempunyai membran yang memiliki reseptor yang juga berbeda, sehingga bermacam -macan reseptor akan berkombi nasi dengan bermacam-macam “ligand”.

Ligand adalah molekul atau ion yang dapat berkombinasi dengan reseptor yang terdapat dalam membran. Ligand yang paling banyak dipelajari adalah hormon, faktor tumbuhdan neurotrasmitter, semuanya  terikat  pada membran sel tampa menembusnya. Interaksi antara reseptor yang terdapat di membran sel dengan ligand yang terdapat di luar sel dapat menimbulkan stimulus baru yang terlibat dalam pengaturan bermacam -macam kejadian dalam sel.

e. Penyediaan Enzim

Banyak yang terdapat  di d alam sel merupakan bagian dari membran.                  Contoh dapat dikemukakan di sini bahwah “Na -Kactivated ATPase yang berkaitan dengan pompa sodium dan kalium terdapat di dalam membran sel . enzim sitokrom yang terlibat dalam respirasi merupakan bagian dari membran dari mitokondria. Sebaliknya enzim monoamin oksidase yang menyebabkan katekolamin tidak aktif hanya terdapat di bagian luar membran mitokondria.

Sejumlah protein dan glikoprotein banyak terdapat di dalam membran sel, bertindak sebagai reseptor           dari hormon dan benda penolak atau   terlibat dalam pengangkutan substansi ke dalam sel. Ditempatkannya enzim di dalam membran sel mempunyai beberapa tujuan. Pada proses fosforilasi oksidatif yang terjadi di mitokondria, transpor elektron yang paling efisien tercapai apabila enzim berada saling berdekatan.

Bagian dalam membran menyediakan bantuan  fisik dan orientasi yang diperlukan. Protein dalam membran yang bertindak sebagai tempat pengikat bagi bermacam -macam ion, asam aminon dan gula dikenal sebagai “carrier” dipand ang sebagai mekanisme dalam proses dalam trnspor aktif.

Sistem  enzim dalam  membran  pada umumnya disebut adenilsiklase yang terdapat pada hampir semua jaringan mamalia kecuali sel darah merah. Aktivasi terhadap adenilsiklase menimbulkan perubahan ATP menjadi adenosin monofosfat siklik (cAMP) didalam sel.

Meningkatnya jumlah cAMP didalam sel selanjutnya membawa pengaruh terhadap respons fisiologik dari sel, misalnya:sistem enzim menjadi aktif, terjadi perubahan permeabilitas membran terhadap substansi terten tu, terjadi sintesa atau sekresi hormon, sintesa protein.

 

f.  Membran Sel Sebagai Perantara

Membran sel merupakan perantara bagi keluar masuknya zat terlarut. Kemampuan membran plasma meluluskan substansi tertentu masuk ke atau keluar dari sel, tetapi membatas i pergerakan substansi tertentu disebut permeabilitas selektif. Suatu membran dikatakan permeabel terhadap suatu substansi tersebut.