Menjelaskan Fungsi Garis Bujur dengan singkat

Selama ini kita mengenal garis bujur sebagai salah satu penentu lokasi letak astronomis sebuah wilayah. Tapi pada kenyataannya, garis bujur masih mempunyai fungsi lain. Lalu apa saja fungsi garis bujur? Berikut ini beberapa fungsi garis bujur hingga saat ini.

Baca Juga ; 

  • Bersama dengan garis lintang, garis bujur akan menentukan suatu lokasi tertentu. Kombinasi antara garis bujur dan juga garis lintang akan menentukan di mana suatu lokasi berada. Keduanya akan menentukan lokasi absolut dari sebuah tempat, daerah, atau objek geografi tertentu. Dalam sistem koordinat, garis lintang dilambangkan dengan sumbu x sedangkan garis bujur dilambangkan dengan sumbu y.
  • Garis bujur dijadikan sebagai dasar penentuan pembagian waktu di seluruh bumi. Setiap jarak 15 derajat ke arah bujur timur atau ke arah bujur barat akan menunjukkan selisih waktu sebanyak 1 jam (60 menit).
    Garis bujur digunakan untuk memperagakan gerak rotasi bumi. Selama sehari bumi akan berotasi hingga 360 derajat. 360 derajat tersebut akan terbagi menjadi 24 jam. Karena itu dalam pembagian waktu di bumi, setiap jarak 15 derajat akan menghasilkan selisih waktu sebanyak 1 jam. Dasarnya yaitu 360°/24 jam = 15°. Jadi setiap rotasi bumi sebanyak 15 derajat artinya menghabiskan waktu sebanyak 1 jam.
  • Garis bujur dapat dijadikan sebagai alat peraga siang dan malam. Siang dan malam muncul sebagai akibat adanya rotasi bumi dan penyinaran matahari. Melalui pengertian terhadap adanya rotasi bumi beserta pembagian bumi menjadi bujur timur dan bujur barat kita akan mengetahui bagaimana suatu proses siang dan malam itu terjadi. Selain itu, garis bujur juga akan menjelaskan mengenai perbedaan penanggalan.

    Pada Garis bujur 180 derajat yang melewati benua di dunia yakni Samudera Pasifik dianggap sebagai garis penanggalan internasional. Pada garis bujur 180 derajat inilah perbedaan penanggalan akan terjadi. Bila di bagian timur sudah memasuki hari selasa, maka di bagian barat masih berada pada hari senin.
    Itulah beberapa fungsi utama garis bujur yang masih dipergunakan hingga saat ini. Dari berbagai fungsi yang sudah dijelaskan di atas tentu kita akan memahami bagaimana proses pembagian waktu di wilayah Indonesia.