Menjelaskan Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Usaha dengan singkat

Faktor Keberhasilan dalam Usaha

Keberhasilan usaha dipengaruhi oleh beberapa hal.

  1. Percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnisnya dapat dilaksanakan.
  2. Menerima gagasan-gagasan baru di dalam dunia usaha atau bisnis.
  3. Intropeksi diri.
  4. Mendengar saran-saran orang lain.
  5. Bersemangat dan bergaul.

Keberhasilan usaha atau bisnis seorang wirausahawan di dalam mengelola usahanya dapat didefinisikan terletak pada hal-hal berikut :

  • Sikap dan kemauan serta tindakan-tindakannya yang nyata.
  • Keberanian untuk berinisiatif.
  • Kecakapan atau keahlian.
  • Pengalaman dan pendidikan.

Modal utama untuk meraih keberhasilan di antaranya sebagai berikut.

  1. Pola berfikir yang mengarah pada sikap dan kemampuan untuk sukses.
  2. Kepribadian yang kuat untuk sukses.
  3. Kecakapan dalam mengelola usaha.
  4. Menerapkan manajemen usaha yang baik.
  5. Berani memikul segala resiko dalam usaha atu bisnis.

Faktor Kegagalan dalam usaha

No

Karesteristik Kegagalan

Ciri Kegagalan Wirausahawan

1 Dedikasi Meremehkan waktu dan dedikasi dalam memulai usaha
2 Pengendalian usaha atau bisnis Gagal mengendalikan aspek-aspek utama usaha atau bisnis
3 Pengamatan manajemen Pemahaman umum terhadap disiplin manajemen rata-rata kurang
4 Pengelolaan piutang Menimbulkan masalah arus kas buruk mereka dengan kurangnya perhatian akan piutang.
5 Memperluas usaha berlebihan Memulai perluasan usaha yang belum siap
6 Perencanaan keuangan Meremehkan kebutuhan usaha
7 Lokasi usaha Lokasi usaha yang buruk
8 Pembelanjaan besar Menimbulkan pengeluaran awal yang tinggi.

Berdasarkan analisis faktor, Guiford menemukan, bahwa ada lima sifat yang menjadi kemampuan berpikir kreatif :

  • Fluency (kelancaran)
    Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
  • Flexibility (keluwesan)
    Kemampuan untuk mengemukkan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
  • Originality (keaslian)
    Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise.
  • Elaboration (penguraian)
    Kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci.
  • Redefinition (perumusan kembali)
    Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.

Tahap-tahap Berpikir Kreatif

Menurut Rowlinson, berpikir kreatif melewati tahapan sebagai berikut.

  1. Tahap persiapan
    Tahap untuk memperoleh fakta tentang persoalan yang akan dipecahkan (pengumpulan informasi atau data).
  2. Tahap usaha
    Tahap dimana individu menerapkan cara berpikir divergen (menyebar). Pada tahap ini, diperlukan usaha yang sadar untuk memisahkan produksi ide evaluasi ide dengan menunda lebih dahulu adanya penilaian terhadap ide-ide yang muncul.
  3. Tahap inkubasi
    Tahap dimana individu seakan-akan meninggalkan (melepaskan diri) dari persoalan dan memasukannya di alam bawah sadar (mengeraminya), sedang kesadarannya memikirkan hal-hal yang lain.
  4. Tahap pengertian
    Tahap diperolehnya insight atau yang bisa disebut aha erlibnis. Ciri khas dari tahap ini adalah adanya sinar penerangan (iluminasi) yang mendadak menyadarkan orang yang akan ditemukannya jawaban.
  5. Tahap evaluasi
    Pada tahap ini, ide-ide yang dihasilkan diperiksa dengan teliti serta dengan kritis memisahkan ide-ide yang kurang berguna, tidak sesuai ataupun yang terlalu mahal biayanya bila dilaksanakan.

Kreativitas dan inteligensi mempunyai perbedaan. Orang yang kreatif belum tentu inteligensinya tinggi, dan sebaliknya. Para peneliti membuat empat variasi hubungan kreativitas dengan inteligensi, yaitu:

  1. Kreativitas rendah, inteligensi rendah;
  2. Kreativitas tinggi, inteligensi tinggi;
  3. Kreativitas rendah, inteligensi tinggi;
  4. Kreativitas tinggi, inteligensi rendah.

Orang yang kreatif tidak takut dengan semakin sempitnya lapangan kerja, karena orang kreatif dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri maupun orang lain.