Menjelaskan Faktor – Faktor Penghambat Pembangunan dengan singkat

Faktor-Faktor yang menghambat Pembangunan sejak tahun 1950. Pembangunan semesta dan berencana baru dapat berjalan setelah kembali ke UUD 1945 yang memungkinkan demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin.

Sebelum tahun 1959, pembangunan terbentur pada berbagai macam faktor yang menjadi penghambat bagi terlaksanyan pembangunan tersebut. sebab-sebab pokok sudah sama kita pahami, sehingga pada akhir-akhir ini setelah fikiran liberalisme, sabotase, percobaan intervensidan gerakan subersif dan pemberontakan berhasil di tindas, timbul kebulatan fikiran untuk mengadakan retoolingdalam susunan ekonomi,

ketatanegaraan dan susunan masyrakat, yang tentu akan berakibat besar bagi kebijaksanaan politik dalam struktur ketatanegaraan indonesia, yaitu suatu susunan yang pada hakekat nya bukan merupakan barang baru bagi masyarakat indonesia yang di sebut pelaksanaan demokrasi terpimpin atau yang di sebut dengan kata-kata yang sederhanaoleh rakyat, ialah gotong royong, sebgai satu-satu nya jalan keluar menuju kepada pembangunan semesta atau pembangunan sosialisme ala indonesia.

Faktor-faktor yang merupakan kebulatan fikiran itu kiranya tidak perlu kita kupas lagi, akan tetapi karena porsoalan itu merupakan suatu persoalan yang sangat luas, karena tidak berdiri sendiri, maka perlulah kiranya meminta perhatian kepada aspek-aspek yang di timbulkan oleh sebab-sebab pokok itu agar kita dapat mendapat hasil yang guna mencapai pembangunan nasional :

  • Faktor politis

Pelaksanaan pembangunan berlangsung atas stabilisasi di bidang politik sehingga pelaksanaan nya ini tidak terbentur pada seringkali di adakan nya pergantian program pemerintah yang mungkin sekali berlainan dengan program yang semula, bahkan mungkin bertentangan dengan yang telah di laksanakan.

  • Faktor psikologi

Tekanan ekonomi, keguncangan politik, pertentangan ideologidan akibat-akibat revolusi bersenjata masih sangat berkesan pada kaum buruh, tani, dan pemuda serta potensi nasional lainnya di tambah pula dengan politik adu domba imperialisme yang denga sadar atau tidak telah di laksanakan justru oleh gembong-gembong politik, mengakibatkan rakyat diam dalam seribu bahasa dalam menyelasaikan revolusi.

  • Faktor pendidikan

Faktor pendidikan yang sebagian besar menurut dasarnya masih mempergunakan sistem lama, yaitu sistem pendidikan kolonial sudah tidak sesuai dengan tuntutan nasional.

  • Menghidupkan potensi rakyat

Pembnagunan semesta dan berencana baru terjamin akan berhasil baik, apabila pembangunan itu tidak saja mempunyai tujuan untuk membentuk masyarakat yang adil dan makmur, tetapi juga gharus di dukungoleh rakyat sendiri yang di ikut sertakan dalam menyususn, mengesahkan, menilai, mengawasi, dan melaksanakan pembangunan itu.