Menjelaskan Diabetes Mellitus dengan singkat

Penyakit diabetes mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Diabetes mellitus adalah penyakit metabolisme dengan kadar gula darah yang tinggi.  Kadar glukosa plasma atau serum sewaktu (kapan saja, tanpa mempertimbangkan makan terakhir) sebesar ≥ 200 mg/dl, kadar glukosa plasma/serum puasa yang mencapai > 126 mg/dl, dan glukosa plasma/serum 2 jam setelah makan (post prandial) ≥ 200 mg/dl biasanya menjadi indikasi terjadinya diabetes mellitus.

Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi olah pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah / kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.

Tanda dan Gejala Diabetes mellitus

Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang penderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula darah mencapai nilai 160-180 mg/dl dan air seni penderita kencing manis yang mengandung gula, sehingga urin sering dikerubuti semut.

Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita yaitu:

  1. Jumlah urin yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
  2. Sering atau cepat merasa haus (Polydipsia)
  3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
  4. Frekuensi urin meningkat (Glycosuria)
  5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
  6. Kesemutan atau mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan dan kaki
  7. Cepat lelah dan lemah disetiap waktu
  8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
  9. Apabila luka atau tergores (korengan) lambat penyembuhannya
  10. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit

Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat dari waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1. Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.

Penyebab Diabetes mellitus

Penyebab DM dikelompokkan dalam 3 jenis yaitu:

  1. Ketidakseimbangan suhu
  2. Ketidakseimbangan angin (misal faktor genetik, trauma, infeksi, tumor, kurang olah raga, stress psikis)

Toksoid (misal pola hidup dan pola makan yang salah). Toksoid, menjadi penyebab mayoritas DM di dunia. Ketiganya menyebabkan penurunan fungsi pankreas yang berakibat rendahnya kualitas dan kuantitas insulin yang dihasilkan.

Klasifikasi Diabets mellitus

DM diklasifikasikan menjadi 2 yaitu primer dan sekunder. DM primer adalah penyebabnya tidak diketahui pasti, ada dua jenis:

  1. DM tipe 1/ autoimun DM (ada dua jenis : DM tergantung insulin dan DM tak tergantung insulin)
  2. DM tipe 2/ non autoimun DM (ada tiga jenis: yang tergantung insulin, yang tak tergantung insulin dan yang menyerang anak muda/MODY)

DM sekunder adalah DM yang disebabkan oleh berbagai gangguan seperti penyakit pankreas, abnormalitas hormon, obat-obatan, abnormalitas reseptor insulin, genetis. Secara sederhana DM cukup dibagi 2 yang tergantung insulin serta yang tidak tergantung insulin dan 90% diabetes adalah tipe yang tidak tegantung insulin. Mulai terdeteksi rata-rata diatas umur 40 tahun, terutama pada orang-orang yang kelebihan berat badan dan memiliki pola makan yang salah.

Komplikasi Diabetes mellitus

  1. Nefropati Diabetik yakni penurunan fungsi ginjal dengan tanda awal ditemukannya protein di urin, bisa mencapai 200 mg/menit (normal 15 mg/menit).tekanan darah naik secara bertahap. Muncul gejala gagal ginjal kronis seperti mual, muntah, nafsu makan turun, gangguan konsentrasi hingga gangguan kesadaran hingga koma , anemia, kejang dan perdarahan selaput lendir mulut.
  2. Neuropati Diabetik, kondisi rusaknya saraf dengan gejala kesemutan di kaki dan tangan, berkurangnya sensasi terhadap getaran dan nyeri hingga tidak sadar kalau kakinya tertusuk paku atau terluka, rasa panas seperti terbakar diujung tubuh misal di kantong zakar, rasa nyeri seperti disayat di ujung jari kaki, sulit membedakan temperatur panas dan dingin, otot lengan atas dan tungkai atas lemah, mata jereng, disfungsi ereksi sementara atau menetap.
  3. Kematian otot jantung dan pembuluh darah otak. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetesi bisa mencapai 30 hingga 400 % lebih tinggi dibanding non DM. Kadar gula darah tinggi menyebabkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah apalagi dengan tingginya kadar lemak jahat. Di jantung aliran darah berkurang, otot jantung melemah dan terjadi gagal jantung dengan gejala sesak untuk beraktivitas, bila otot jantung mati, diabetesi bisa mati mendadak. Gejala lain adalah jantung berdebar meski saat istirahat karena terganggunya saraf otonom di jantung. Gangguan pembuluh darah di otak menyebabkan kepikunan karena suplai darah menurun. Pengerasan pembuluh darah menaikan tensi darah, terjadilah stroke. Resiko serangan jantung dan stroke pada diabetesi bisa mencapai 30 hingga 400 % lebih tinggi disbanding non DM.
  4. Retinopati Diabetik. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan mata menjadi sembab. Penglihatan berangsur berkurang. Lensa mata menjadi keruh atau katarak, pandangan berkabut, retina mata rusak.
  5. Kondisi sangatrendahnya kadar gula dalam darah di bawah 50 mg/dl dengan gejala keringat dingin di wajah, gemetar, lemas, lapar, mual, tekanan darah turun, gelisah, jantung berdebar, sakit kepala, kesemutan di jari tangan dan bibir yang bila tak segera diatasi bisa menyebabkan kejang dan koma. Penyebab hipoglikemi adalah pemakaian obat diabet dengan dosis tinggi, puasa terlalu lama, setelah minum obat tidak atau terlambat makan, penggunaan obat diabet jangka lama pada manula tua sedang sakit berat, gangguan fungsi ginjal, hepatitis berat, kadar insulin tinggi pada tumor. Mengatasinya mudah, cukup minum manis, minum madu atau 2 sendok makan glukosa murni.
  6. Kelainan kulit. Indra perasa menjadi tumpul, tidak bisa merasakan merasakan sesuatu, pasokan darah dan oksigen menurun sehingga luka mudah meluas dan sulit sembuh. Muncul bentol kecil dimata kaki, kaki, lengan atas, timbul gelembung di punggung atau telapak kaki. Muncul jaringan granulasi merah di dada dan lengan atas.

Tabel: kadar glukosa darah sewaktu dan puasa dengan metode enzimatik sebagai patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl)