Menjelaskan dengan singkat

Daftar riwayat hidup secara singkat adalah formulir berisi data diri yang harus diisi untuk tujuan tertentu. Di dalamnya harus terdapat informasi mengenai nama, tempat tanggal lahir,  alamat dan nomor yang dapat dihubungi.

Dalam bahasa Inggris, daftar riwayat hidup disebut juga dengan Curriculum Vitae yang sebenarnya istilah ini berasal dari bahasa latin. Curriculum vitae secara harafiah berarti pengalaman hidup, yang kemudian dituliskan dalam bentuk dokumen profesional yang berisi catatan pendidikan. Selain pengertian tersebut, Cambridge Dictionary dan Oxford Dictionary juga memiliki definisi tersendiri mengenai daftar riwayat hidup.

Pengertian Menurut Kamus Besar Oxford

Daftar riwayat hidup adalah catatan berbentuk tulisan yang berisi informasi mengenai jenjang pendidikan untuk melamar pekerjaan. Terkadang, daftar riwayat hidup juga dilengkapi dengan hasil karya yang pernah dikeluarkan guna menunjang profil saat akan melamar pekerjaan.

Pengertian Daftar Riwayat Hidup Menurut Kamus Besar Cambridge

Menurut kamus besar Cambridge, daftar riwayat hidup merupakan tulisan singkat mengenai pendidikan dan kualifikasi yang dimiliki. Tulisan singkat ini terkadang juga memuat informasi mengenai hobi dan ketertarikan bidang lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilamar.

Pada Negeri Paman Sam, daftar riwayat hidup lebih umum dijumpai untuk para pelamar di bidang pendidikan. Sementara untuk bidang pekerjaan lain, mereka menggunakan resume saat akan melamar pekerjaan.

 

Perbedaan Resume dan Daftar Riwayat Hidup

Di Amerika, pelamar di bidang pendidikan menggunakan daftar riwayat hidup dan non pendidikan menggunakan resume. Sedangkan di Indonesia, terkadang ada perusahaan yang meminta para pelamar untuk mengirimkan keduanya. Dilihat dari hal ini, antara resume dan daftar riwayat hidup jelas berbeda, tetapi apakah perbedaanya?

Sebelum masuk ke perbedaan antara CV dan resume, sebaiknya perlu membahas apa itu resume terlebih dahulu. Menurut kamus besar Cambridge, resume adalah tulisan singkat yang berfokus pada kualifikasi, jenjang pendidikan dan pengalaman bekerja.

Jadi jika ditarik kesimpulan, resume lebih singkat daripada daftar riwayat hidup. Pada resume lebih berfokus pada pendidikan, pengalaman bekerja dan kualifikasi yang dimiliki. Tidak terdapat tambahan informasi pribadi seperti ketertarikan ataupun hobi.

 

Fungsi Daftar Riwayat Hidup

Daftar riwayat hidup sebenarnya tidak hanya berfungsi untuk melamar pekerjaan saja. Ada banyak hal yang membutuhkan daftar riwayat hidup sebagai salah satu berkas persyaratannya. Berikut ini beberapa fungsi daftar riwayat hidup yang perlu diketahui.

 

1. Mencari Pekerjaan

Mencari pekerjaan umumnya menjadi alasan seseorang mengapa ia membuat daftar riwayat hidup. Hal ini karena daftar riwayat hidup merupakan salah satu syarat wajib yang harus dilampirkan oleh para pencari kerja.

Dalam sebuah daftar riwayat hidup, informasi mengenai data diri, jenjang pendidikan ,hobi, ketertarikan dan kualifikasi harus dicantumkan. Informasi ini mencakup lebih banyak hal dan personal daripada resume.

2. Pendaftaran Beasiswa

Pada pendaftaran beasiswa, daftar riwayat hidup berperan sebagai representasi diri secara tertulis. Sehingga informasi yang disampaikan harus detail namun tidak berlebihan, sikat, padat dan jelas. Semua informasi yang ditulis juga harus relevan dan merupakan data terbaru yang disusun berdasarkan urutan tertentu.

Berbagai poin penting  yang harus dicantumkan dalam pembuatan daftar riwayat hidup untuk beasiswa di  antaranya:

  • Riwayat pendidikan
  • Pengalaman
  • Ketertarikan atau Hobi
  • Kemampuan yang dimiliki

 

3. Promosi Pekerjaan

Dalam sebuah pekerjaan, terdapat masa promosi di mana karyawan berhak mendaftarkan dirinya dalam program promosi kenaikan jabatan. Tentunya penilaian promosi berbeda-beda tergantung  dari bidang dan tingkatan pekerjaan yang ada.

Dalam hal promosi kenaikan jabatan, daftar riwayat hidup yang menarik, serta menonjolkan pencapaian yang berhasil ditempuh akan lebih baik. Selanjutnya, melampirkan fakta-fakta pendukung akan semakin memperbesar peluang diterimanya pengajuan promosi kenaikan jabatan.

4. Program Magang

Biasanya magang pada sebuah lembaga atau perusahaan dilakukan oleh mahasiswa tingkat akhir guna memenuhi tuntutan SKS yang ada. Di sini mahasiswa dituntut untuk menjajal dan beradaptasi langsung dengan dunia kerja. Sehingga fungsi daftar riwayat hidup pada kasus ini sama dengan daftar riwayat hidup untuk mencari pekerjaan.

Pengalaman berorganisasi atau kegiatan positif  yang berhubungan dengan program magang akan menambah nilai plus. Poin ini umumnya digunakan sebagai pengganti pengalaman pekerjaan yang pernah dilakukan.

5. Bursa Kerja

Pada bursa kerja, daftar riwayat hidup sangatlah penting karena ini adalah poin yang pertama kali dinilai. Dari sini kemudian ditentukan apakah calon pelamar memenuhi kriteria yang ada atau tidak.  Apabila pelamar memenuhi kriteria, barulah bisa masuk ke tahap selanjutnya, yaitu wawancara.

6. Keperluan Politik

Para politikus juga membutuhkan daftar riwayat hidup yang menarik, jelas, dan lengkap. Akan tetapi, dalam hal ini lebih kepada untuk mencari tahu apa program, kampanye dan siapa sasaran yang dituju.

Informasi yang telah disusun ini kemudian diberikan kepada advisor yang nantinya akan menentukan strategi kampanye. Strategi yang tepat dan berpusat pada nilai plus politikus membuat jalan semakin mulus. Jadi, peran daftar riwayat hidup sangat penting di sini karena itulah yang akan dijadikan sebagai pedoman.

7. Pengajuan Kerjasama

Pengajuan kerja sama tidak selalu mengenai bisnis, tetapi bisa juga tentang proyek penelitian. Di sini daftar riwayat hidup berperan sebagai bukti kemampuan yang dimiliki serta untuk menaksir persentase keberhasilan.

Menonjolkan berbagai pencapaian, pengalaman, dan sertifikasi yang dimiliki akan sangat membantu menyukseskan pengajuan kerja sama. Daftar riwayat hidup dalam kasus ini, sebaiknya dibuat terlebih dahulu sebelum menentukan pihak mana yang akan diajak bekerja sama. Mengapa demikian?

Hal ini dimaksudkan agar dari daftar riwayat hidup, bisa diketahui kira-kira pihak mana saja yang kemungkinan diajak bekerja sama sehingga daftar riwayat hidup tidak terlihat seperti dipaksakan dan sesuai dengan pihak yang akan diajak bekerja sama.

8. Menjadi Narasumber

Menjadi narasumber dalam sebuah diskusi atau seminar, sudah pasti perlu memberikan daftar riwayat hidup pada moderator. Supaya moderator bisa mengenalkan pembicara pada peserta saat forum dilangsungkan. Meskipun demikian, informasi yang ada di dalamnya dibuat lebih singkat dan hanya di highlight yang berhubungan dengan topik yang akan dibahas saja.

 

Poin-Poin yang Harus Ada untuk Membuat Daftar Riwayat Hidup yang Baik dan Kreatif

Untuk membuat daftar riwayat hidup yang benar namun tetap kreatif, ada beberapa poin yang harus dimasukkan. Poin-poin tersebut di antaranya adalah:

1. Identitas

Identitas yang dimasukan harus detail dan merupakan data terbaru. Data tersebut meliputi nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat KTP dan domisili (apabila berbeda), nomor telepon dan email. Apabila dalam persyaratan pekerjaan yang akan dilamar terdapat ketentuan tertentu, maka bagian identitas ini harus ditambahkan.

Penambahan informasi identitas yang diperlukan umumnya, jenis kelamin, status perkawinan dan nomor NPWP. Informasi data diri tambahan ini tetap dikelompokan ke bagian identitas pada bagian awal daftar riwayat hidup.

2. Statement

Statement yang dimaksud di sini adalah satu paragraf singkat yang membuat orang tahu apa skill dan kemampuan yang dimiliki. Paragraf ini sebagai pendahuluan sebelum membahas pendidikan dan pengalaman bekerja yang pernah dilakukan. Meskipun optional, jika ingin menyertakan statement paragraf harus dibuat sesingkat mungkin dan hanya satu paragraf saja.

3. Pendidikan dan Kualifikasi

Pendidikan yang dicantumkan tentu saja harus lengkap dari jenjang terbawah hingga tertinggi yang sudah dilampaui. Tuliskan informasi detail mulai dari tahun masuk hingga tahun lulus pada setiap jenjang pendidikan. Jangan lupa tuliskan pula nama sekolah dan perguruan tinggi dengan jelas agar tidak tertukar dengan nama sekolah lain.

Apabila ini merupakan pekerjaan pertama kali yang ingin dilamar setelah lulus dari universitas, maka perlu ditambahkan sedikit detail. Tuliskan pencapaian nilai akademis yang mencolok dan terbaik pada masing-masing jenjang.

Untuk bagian kualifikasi, hal ini terkait pendidikan non formal atau sertifikasi tertentu yang diperoleh. Misalnya saja sertifikasi bahasa Inggris dalam bentuk TOEFL atau TOEIC. Sebisa mungkin taruh kualifikasi yang mendekati bidang pekerjaan pada daftar paling atas agar mudah terlihat.

4. Pengalaman Bekerja

Memasukan pengalaman bekerja akan lebih baik apabila mulai dari pekerjaan terbaru dan dilanjutkan ke yang lebih lama. Cantumkan dengan jelas nama perusahaan atau lembaga, alamat, website, posisi dan juga lama bekerja pada setiap perusahaan.

Pada poin satu ini akan lebih baik apabila ditulis menggunakan format bullet daripada paragraf. Dengan penggunaan bullet maka setiap bagian akan lebih terlihat dan jelas.

Apabila belum memiliki pengalaman resmi bekerja sebelumnya, maka pengalaman magang juga bisa dituliskan dengan format yang sama. Tuliskan dalam bentuk bullet pengalaman apa saja yang didapat dan tugas apa saja yang pernah dilakukan.

5. Kemampuan

Tidak jarang orang yang memiliki kemampuan berbeda dengan jenjang pendidikan yang dimilikinya. Hal ini bisa menjadi poin positif dan nilai tambah tersendiri apabila masih relevan dengan bidang pekerjaan yang di daftar.

Sebisa mungkin lampirkan bukti sertifikat yang mendukung kemampuan dan bukan sebatas kata-kata saja. Tuliskan pula sampai di mana kemampuan yang dimiliki, misalnya dalam bentuk level pemula, menengah, atau  mahir. Sedangkan untuk kemampuan berkendara, cukup dituliskan saja SIM yang dimiiliki dan lampirkan kopinya.

Untuk skill  yang tidak bisa dibuktikan dengan sertifikat, bisa melampirkan contoh. Misalnya saja seperti skill desain atau animasi yang sulit dibuktikan dalam bentuk sertifikat.

6. Minat dan Hobi

Banyak yang mengira bagian minat dan hobi hanya sebagai pelengkap dan pemenuh lembar daftar riwayat hidup saja. Akan tetapi, sebenarnya  tidak begitu, ada tujuan sendiri mengapa hobi dan minat dicantumkan.

Pencantuman keduanya sebenarnya adalah untuk memberikan gambaran seperti apa kepribadian pelamar. Sehingga pada saat wawancara ada hal personal yang bisa dibicarakan dan bukan sebatas mengenai pekerjaan saja.

7. Pencapaian

Bagian pencapaian boleh ditambahkan dan boleh tidak tergantung pelamar memilikinya atau tidak. Pencapaian yang ditulis di sini tentunya yang sudah diakui dan ada bukti yang bisa mendukung klaim pencapaian tersebut.

8. Kegiatan Organisasi

Menambahkan kegiatan organisasi tidak wajib, akan tetapi  bisa menambah poin plus dalam daftar riwayat hidup yang akan dibuat. Pastikan tulis dengan jelas nama organisasi apa yang diikuti, posisi yang dijabat, dan juga berapa lama bergabung dalam organisasi tersebut. Tuliskan kegiatan organisasi ini dengan urutan terbaru terlebih dahulu.

 

 

Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Ditambahkan Dalam Daftar Riwayat Hidup

Jika di atas membahas poin penting apa saja yang harus ada dalam daftar riwayat hidup, sekarang giliran kebalikannya. Apabila ada hal yang harus dimasukan, berarti ada hal yang sebaiknya ditinggalkan. Berikut daftar hal-hal yang sebaiknya tidak ditambahkan dalam daftar riwayat hidup :

1. Foto Bebas

Mencantumkan foto pada CV adalah optional karena terkadang ada perusahaan yang meminta foto dimasukan ke dalam lembar terpisah. Seperti misalnya mengharuskan foto ukuran 3×4 atau 4×6 dengan aturan latar belakang warna tertentu dan dalam jumlah sebanyak yang ditentukan.

Jika dalam lowongan pekerjaan ada aturan yang tidak memperbolehkan penggunaan foto bebas, maka jangan sekali-kali melakukannya. Hal ini umumnya ditemui pada lowongan CPNS atau instansi pemerintah tertentu.

Akan tetapi, jika tidak ada aturan yang menyebutkan harus menggunakan foto resmi maka tidak masalah jika ingin mencantumkan foto bebas di dalam daftar riwayat hidup. Selama foto yang diambil tetap sopan sesuai norma yang ada.

 

2. Pengalaman Kerja yang Terlalu Lama dan Tidak Relevan

Pengalaman kerja yang terlalu lama ini maksud nya pengalaman kerja yang sudah lama misalnya lebih dari 15 tahun yang lalu. Pengalaman kerja yang sudah terlalu lama tidak perlu dicantumkan dalam CV. Hal ini karena pengalaman pada saat itu tentunya sudah berbeda dengan keadaan dunia kerja saat ini.

Sedangkan untuk Pengalaman kerja yang tidak relevan adalah pengalaman kerja yang tidak ada kaitannya sama sekali. Misalnya saja mendaftar  programer pada perusahaan IT, maka pengalaman bekerja saat kuliah seperti kerja part time di restoran tidak usah dicantumkan. Meskipun tetap saja pengalaman bekerja, tetapi keduanya tidak berkaitan sama sekali.

3. Pengalaman Kerja Jangka Pendek

Pengalaman kerja yang kurang dari satu tahun sebaiknya tidak dituliskan. Hal ini karena pengalaman kerja yang singkat nantinya akan menimbulkan pertanyaan yang menjebak. Lebih buruk lagi, waktu kerja yang singkat tersebut bisa disalah artikan sebagai tidak loyal atau mudah bosan.

 

4. Informasi Pribadi yang Terlalu Detail dan Tidak Ditanyakan

Menuliskan apa hobi dan minat yang dimiliki memang akan menambah nilai pada daftar riwayat hidup. Akan tetapi penulisannya juga tetap harus diperhatikan dan tidak berlebihan.

Saat menuliskan minat dan hobi, cukup tuliskan saja hobi dan minat yang dimiliki. Tidak perlu ada tambahan kenapa memilih atau menyukai hobi tersebut. Tidak perlu juga dituliskan berapa lama menjalani hobi tersebut.

5. Format Penulisan yang Tidak Konsisten

Format penulisan yang tidak konsisten membuat daftar riwayat hidup susah dilihat dan dipahami. Seharusnya ukuran dan jenis huruf di buat sama, serta tidak ada jumlah baris yang terlalu banyak adalah format yang tepat. Selain itu, jumlah spasi yang digunakan juga sebaiknya sama agar terlihat lebih rapi.

Apabila ingin membuat daftar riwayat hidup yang berbeda dan lebih mencolok, boleh saja. Akan tetapi, pastikan pekerjaan yang akan dilamar sesuai. Misalnya saja untuk profesi di rumah sakit, akan lebih baik jika sederhana, singkat, padat dan jelas, tetapi jika pada dunia kreatif seperti desainer boleh lebih bebas.

6. Singkatan dan Bahasa Gaul

Penggunaan bahasa gaul dan singkatan sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan salah paham. Selain itu, memang tidak semestinya menggunakan bahasa gaul sehari-hari dan singkatan terkecuali yang berhubungan dengan istilah resmi. Penggunaan untuk istilah resmi yang sering dipakai pun sebaiknya dilengkapi dengan penjelasan pada footnote agar tidak rancu.

7. Penjelasan Mengenai Mengapa Cocok dan Menginginkan Posisi Tersebut

Daftar riwayat hidup bukanlah tempat menjelaskan hal ini. Apabila ingin menjelaskan mengapa cocok dan sesuai untuk posisi tersebut, maka jelaskan di cover letter. Sedangkan untuk alasan mengapa menginginkan posisi itu silahkan dikatakan pada saat wawancara.

8. Opini Tentang Diri Sendiri

Memberikan opini tentang diri sendiri tidak perlu dituliskan. Dalam daftar riwayat hidup memang penting menonjolkan kemampuan dan skill, akan tetapi bukan opini. Kedua hal ini sangat berbeda, di mana kemampuan dan skill ada bukti yang bisa dilampirkan sementara opini hanya pendapat pribadi.

9. Berbohong

Tenaga HRD pasti sudah tahu mana daftar riwayat hidup yang memiliki kebohongan dan mana yang tidak. Mereka sudah meneliti dan melihat banyak CV, sehingga untuk menemukan kebohongan yang ada di dalamnya pasti tidaklah sulit.

Untuk itu, supaya tidak membuang sia-sia kesempatan mencoba melamar pekerjaan impian, jangan lakukan hal ini. Tulislah dengan jujur apa yang ada di daftar riwayat hidup, hal ini akan lebih baik walaupun hasilnya diterima atau tidak.