Menjelaskan Dampak Negatif perbedaan peran dan status sosial dengan singkat

Menurut Dr. Robert MZ Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti nilai, status, kekuasaan, dsbnya.

Dalam pengertian Sosiologis konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial dimana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Penyebab terjadinya konflik:

  1. adanya perbedaan kepribadian diantara mereka, yang disebabkan oleh adanya perbedaan latar belakang kebudayaan.
  2. adanya perbedaan pendirian atau perasaan antara individu yang satu dengan individu yang lain, sehingga terjadi konflik diantara mereka.
  3. adanya perbedaan kepentingan individu atau kelompok diantara mereka.
  4. adanya perubahan-perubahan sosial yang cepat dalam masyarakat karena adanya perubahan nilai/sistem yang berlaku.

Bentuk-bentuk Konflik:

  1. pertentangan pribadi artinya konflik yang berlangsung antara dua orang.
  2. Pertentangan kelas sosial, artinya konflik antara kelas sosial yang ada dalam masyarakat.
  3. konflik rasial, artinya konflik antar suku bangsa yang ada.
  4. konflik internasional, artinya konflik yang terjadi antar negara yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan.

Akibat-akibat Konflik:

  1. Bertambah kuatnya rasa solidaritas antara sesama anggota
  2. Hancurnya atau retaknya kasatuan kelompok
  3. Adanya perubahan kepribadian seorang individu
  4. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia

Kondisi negatif tersebut di atas jika dibiarkan dan tidak ada tindakan untuk pengendaliannya akan mengakibatkan terganggunya ketertiban hidup bermasyarakat. Dengan demikian, pengendalian sosial untuk mengatasi gejolak sosial menjadi penting keberadaannya sebagai unsur pembentuk struktur masyarakat.