Menjelaskan Contoh Teks Diskusi dan Strukturnya dengan singkat

Dampak Menonton Televisi Bagi Remaja

Isu

Didalam era globalisasi ini tayangan televisi sudah tidak bisa dihindari, dengan menonton televisi kita bisa memperoleh bermacam-macam informasi, termasuk di dalamnya hiburan. Pertanyaannya ialah adakah dampak negatif yang ditimbulkan dari menonton televisi??

Sebagian masyarakat menganggap bahwa menonton televisi berdampak positif, tetapi banyak juga masyarakat yang menganggap bahwa menonton televisi berdampak negatif.

Argumen Mendukung

Dampak positif dari menonton televisi ialah sebagai berikut:

  • Pertama, televisi memiliki kelebihan dalam hal penyajian berita, televisi umumnya selalu to date. Hal ini tentu akan membuat remaja tidak ketinggalan informasi dan memberikan wawasan yang cukup luas pada remaja secara cepat.
  • Kedua, jika televisi menyajikan acara-acara yang berhubungan dengan pendidikan, hal ini tentu sangat berguna bagi para pelajar. Seorang palajar bisa mengambil manfaat berupa informasi pendidikan dari acara televisi tersebut.
  • Ketiga, pengaruh positif televisi lainnya ialah remaja bisa menyegarkan otak dengan menonton beragam tayangan hiburan yang disajikan oleh stasiun televisi. Mulai dari acara kuis, film, sinetron atau hiburan-hiburan yang lain.
  • Keempat, acara televisi sering menayangkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh, baik dalam dunia pendidikan, dunia usaha, hiburan atau yang lainnya. Tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam televisi ini bisa memicu remaja untuk mencontoh kesuksesan mereka.

Argumen Menentang

Sementara itu, dampak negatif dari menonton televisi ialah sebagai berikut:

  • Pertama, televisi membuat remaja lupa waktu, bagi pelajar kecanduan nonton televisi menjadi kontra produktif dengan tugas seorang pelajar yang kewajibannya belajar.
  • Kedua, banyaknya acara-acara yang kurang mendidikan di televisi bisa mempengaruhi kejiwaan remaja. Film-film yang menampilkan adegan tidak layak ditonton remaja tanpa ada sensor sangat mudah ditiru oleh remaja.
  • Ketiga, televisi mampu meningkatkan daya konsumtif remaja, karena televisi merupakan media iklan yang memiliki pengaruh tinggi terhadap konsumennya. Iklan yang ditayangkan secara terus menerus sepanjang hari, remaja untuk membeli produk yang dipromosikan oleh produsen.
  • Keempat, banyak acara televisi yang isinya kurang sesuai dengan norma masyarakat Indonesia, termasuk juga dengan berita-berita yang kerap menayangkan kekerasa tanpa disensor terlebih dahulu. Acara demikian jika ditonton oleh remaja yang notabene suka meniru, tentu bisa ditiru oleh mereka.

Simpulan

Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa televisi mempunyai dampak positif atau negatif, hal itu bergantung pada penonton televisi.

 

Handphone dan Anak-anak

Handphone atau  orang-orang  sekarang  lebih  sering  menggunakan Smartphone  adalah  sebuah perangkat yang digunakan untuk mempermudah manusia dalam urusan komunikasi.Tidak hanya komunikasi saja, Smartphone juga digunakan untuk membantu keperluan manusia lainnya. Hampir setiap orang memiliki HP, termasuk anak kecil sekalipun. Walaupun begitu, banyak terjadi pro dan kontra dalam hal pemberian HP untuk anak-anak.

Pihak yang mendukung atau pihak yang pro terhadap pemberian HP kepada anak-anak menganggap bahwa dengan adanya alat komunikasi ini, orang tua menjadi lebih mudah dalam memantau dan mengawasi kondisi anaknya kapanpun dan dimanapun.Selain itu juga, dengan adanya HP atau Smartphone membuat anak lebih mudah mengakses informasi-informasi yang mereka butuhkan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.

Sedangkan pihak yang kontra atau pihak yang menentang pemberian HP untuk anak-anak beralasan

bahwa anak-anak belum saatnya untuk diberikan teknologi yang canggih ini. Hal ini disebabkan karena tidak semua informasi-informasi di internet itu baik, banyak pula konten berbahaya yang tidak boleh diakses oleh anak-anak. Selain itu, dengan memberikan HP kepada anak-anak membuat ia menjadi pribadi yang pasif dan susah bergaul dengan lingkungan sekitar karena ia lebih asyik bermain game di hpnya.

Berdasarkan kedua argumen diatas, kesimpulan yang dapat kita dapat adalah bahwa pemberian hp untuk anak-anak sebenarnya tidak wajib. Namun, jika memang sangat diperlukan, orang tua harus memberikan pengawasan ketat kepada anaknya. Orang tua harus mengetahui apa saja yang diakses oleh anaknya dan selalu mengingatkan akan hal baik yang boleh diakses dan hal buruk yang tidak boleh diakses agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.

 

Pada teks Handphone dan Anak-anak dapat kita identifikasi struktur teks sebagai berikut!

 

Struktur Teks
Judul Handphone dan Anak-anak
Masalah

(Isu)

Handphone atau   orang-orang   sekarang   lebih   sering   menggunakan Smartphone

adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mempermudah manusia dalam urusan komunikasi. Tidak hanya komunikasi saja, Smartphone juga digunakan untuk membantu keperluan manusia lainnya. Hampir setiap orang memiliki HP, termasuk anak kecil sekalipun. Walaupun begitu, banyak terjadi pro dan kontra dalam hal pemberian HP untuk anak-anak.

Pendapat/

argumen mendukung (Pro)

Pihak yang mendukung atau pihak yang pro terhadap pemberian HP kepada

anak-anak menganggap bahwa dengan adanya alat komunikasi ini, orang tua menjadi lebih mudah dalam memantau dan mengawasi kondisi anaknya kapanpun dan dimanapun. Selain itu juga, dengan adanya HP atau Smartphone membuat anak lebih mudah  mengakses informasi-informasi yang mereka butuhkan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.

Pendapat/

argumen

menentang

(Kontra)

Sedangkan pihak yang kontra atau pihak yang menentang pemberian HP untuk

anak-anak beralasan bahwa anak-anak belum saatnya untuk diberikan teknologi yang canggih ini. Hal ini disebabkan karena tidak semua informasi-informasi di internet itu baik, banyak pula konten berbahaya yang tidak boleh diakses oleh anak-anak. Selain itu, dengan memberikan HP kepada anak-anak membuat ia menjadi pribadi yang pasif dan susah bergaul dengan lingkungan sekitar karena ia lebih asyik bermain game di hpnya.

Simpulan/

Saran

Berdasarkan kedua argumen diatas, kesimpulan yang dapat kita dapat adalah

bahwa pemberian hp untuk anak-anak sebenarnya tidak wajib. Namun, jika memang sangat diperlukan, orang tua harus memberikan pengawasan ketat kepada anaknya. Orang tua harus mengetahui apa saja yang diakses oleh anaknya dan selalu mengingatkan akan hal baik yang boleh diakses dan hal buruk yang tidak boleh diakses agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.

 

Cara Membedakan Teks Diskusi Dan Teks Eksposisi

Membandingkan teks diskusi dengan teks eksposisi dilakukan untuk menemukan perbedaan kedua teks tersebut. Teks atau wacana dapat dibedakan berdasarkan struktur dan fitur bahasanya. Struktur yang terbentuk dari perbedaan fungsi-fungsi paragraf dalam membangun sebuah wacana. Sedangkan fitur bahasa merupakan penggunaan atau pemanfaatan bahasa untuk membangun sebuah wacana atau teks.

Agar lebih memahami perbedaan kedua teks tersebut silakan Ananda perhatikan tabel berikut!

Unsur Pembanding Teks Diskusi Teks Eksposisi
Struktur teks 1. Isu

2. Argumen (Pro dan Kontra)

3. Simpulan/ Saran

1. Tesis

2. Argumentasi

3. Penegasan Ulang

Kebahasaan 1.   Menggunakan kata modalitas ,

contoh: harus, akan, ingin, mungkin.

2.   Menggunakan konjungsi perlawanan antara lain, tetapi, sedangkan, melainkan, dan sebaliknya.

3.   Penggunaan kohesi gamatikal dan leksikal.

1.   Menggunakan kata modalitas ,

contoh: harus, akan, ingin, mungkin.

2.   Menggunakan konjungsi transisi (menghubungkan) yaitu kata misalnya, kemudian, dan, atau, karena itu.

3.   penggunaan kata kerja aksi

Bacalah kedua teks berikut!

Teks Diskusi

Isu

Akhir-akhir ini tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelajar di kota-kota besar sangat memperihatinkan. Mereka tidak hanya bersekolah, tetapi juga melakukan perusakan, perkelahian, dan bahkan pembajakan sebuah bus. Salah satu pejabat menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk memberikan sanksi kepada para pelajar nakal yang telah melakukan tindak kriminal. Masyarakat pada umumnya setuju bahwa pelajar yang melakukan tindakan kriminal perlu diberi sanksi. Bentuk sanksi apa yang diberikan? Sampai saat ini masih terjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Argumen Mendukung

Sebagian masyarakat mengusulkan ada tiga sanksi tegas yang direkomendasikannya. Pertama, pelajar-pelajar  tersebut  dipindahkan  dari  sekolah  asalnya  ke  sekolah  lain.  Murid-murid  yang  nakal biasanya berkelompok. Dengan demikan, pindahkan mereka ke sekolah lain, tetapi disebar, hingga benar- benar terpisah satu sama lain dan diharapkan tidak melakukan tindak kriminal lagi. Kedua, yakni sanksi tidak naik kelas kepada seluruh pelajar yang terbukti telah melakukan tindakan- tindakan yang merugikan serta membahayakan keselamatan orang lain. Sanksi ketiga, apabila kedua hukuman itu ternyata tidak berhasil mengubah perilaku, siswa bermasalah tersebut dikeluarkan dari sekolahnya saat ini dan dikembalikan kepada orang tua masing- masing. Meski begitu, pejabat itu sempat mengritik guru-guru di sekolah yang masih belum mampu mendidik siswa-siswinya untuk menjauhi perilaku-perilaku negatif.

Argumen Menolak

Sementara itu, sebagian masyarakat tidak setuju kalau siswa yang nakal dikeluarkan dari sekolah. Alasannya, siswa itu masih perlu pembinaan. Pihak sekolah harus membina anak sekolah yang nakal tersebut. Apa gunanya sekolah kalau tidak bisa membina dan membimbing siswanya. Supaya tidak terjadi perkelahian, misalnya, sekolah perlu mengadakan kegiatan yang membuat siswanya betah di sekolah. Perlu diketahui bahwa pelajar, terutama, SMP merupakan peralihan dari anak ke remaja. Secara psikologis, mereka butuh perhatian. Kegiatan yang membuat siswa betah di sekolah, antara lain, olah raga, musik, tari, menulis, dan pramuka. Setiap hari, murid-murid selalu berinteraksi dengan para guru. Jadi, sudah seharusnya guru mengawasi, memantau, serta membimbing siswa untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain.

Simpulan

Pada prinsipnya, sanksi bagi pelajar yang nakal boleh saja dilakukan. Meskipun demikian, sanksi itu harus mendidik siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Jika sanksi itu tidak tepat, bukan tidak mungkin siswa itu akan semakin nakal.

Teks Eksposisi

Tesis

Akhir-akhir ini tindakan kriminal yang dilakukan oleh pelajar di kota-kota besar sangat memperihatinkan. Mereka tidak hanya bersekolah, tetapi juga melakukan perusakan, perkelahian, dan bahkan pembajakan sebuah bus. Salah satu pejabat menginstruksikan kepada kepala dinas pendidikan (Disdik) setempat untuk memberikan sanksi kepada para pelajar nakal yang telah melakukan tindak kriminal. Masyarakat pada umumnya setuju bahwa pelajar yang melakukan tindakan kriminal perlu diberi sanksi. Bentuk sanksi apa yang diberikan? Sampai saat ini masih terjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Argumentasi

Sebagian masyarakat mengusulkan ada tiga sanksi tegas yang direkomendasikannya. Pertama, pelajar-pelajar tersebut dipindahkan dari sekolah asalnya ke sekolah lain. Murid-murid yang nakal biasanya berkelompok. Dengan demikian, pindahkan mereka ke sekolah lain, tetapi disebar, hingga benar- benar terpisah satu sama lain dan diharapkan tidak melakukan tindak kriminal lagi.
Kedua, yakni sanksi tidak naik kelas kepada seluruh pelajar yang terbukti telah melakukan tindakan- tindakan yang merugikan serta membahayakan keselamatan orang lain.

Saksi ketiga, kalau kedua hukuman itu ternyata tidak berhasil mengubah perilakunya, siswa yang bermasalah tersebut dikeluarkan dari sekolahnya saat ini dan dikembalikan kepada orang tua masing- masing. Meski begitu, pejabat itu sempat mengkritik guru-guru di sekolah yang masih belum mampu mendidik siswa-siswinya untuk menjauhi perilaku-perilaku negatif.

Setiap hari, murid-murid selalu berinteraksi dengan para guru dan siswa lainnya. Jadi, sudah seharusnya guru mengawasi, memantau serta membimbing siswa untuk tidak  melakukan tindakan- tindakan yang merugikan orang lain. Kalau ada satu atau dua siswa yang nakal, baik secara langsung maupun tidak langsung akan memengaruhi siswa yang lain.

Penegasan

Pada prinsipnya, sanksi bagi pelajar yang nakal perlu dilakukan. Meskipun demikian, sanksi itu harus mendidik siswa untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik. Jika sanksi itu tidak tepat, bukan tidak mungkin siswa itu akan semakin nakal.

 

Setelah membaca contoh teks diskusi dan teks eksposisi, Ananda lebih memahami perbandingan kedua teks tersebut. Coba tandai yang menjadi ciri kebahasaan kedua teks tersebut! Selain dari segi struktur dan ciri kebahasaan, adakah hal lain yang menjadi pembeda kedua teks tersebut ?

Demikianlah pembahasan mengenai “Teks Diskusi” Pengertian & ( Struktur – Tujuan – Jenis – Contoh ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga :