Menjelaskan Contoh Kata Sapaan dengan singkat

Perhatikan contoh berikut!

  • (1)   Ibu bertanya, “Pukul berapa Ayah akan berangkat ke Jakarta?”

Kata ayah pada kalimat di atas adalah kata sapaan yang digunakan sebagai penyapaan karena digunakan untuk menyapa orang kedua (orang yang diajak berbicara). Kata sapaan ini harus ditulis dengan huruf kapital.

Perhatikan pula penggunaan kata ayah pada kalimat berikut:

  • (2) Ayah berkata, “Sampaikan kepada ibu, hari ini, ayah akan terlambat pulang dari kantor.”

Kata ayah pada kalimat (2) di atas digunakan untuk menyapa orang pertama (diri pembicara sendiri) sehingga tidak termasuk sebagai penyapaan. Demikian pula dengan kata ibu pada kalimat tersebut bukan sebagai penyapaan karena mengacu pada orang ketiga (yang dibicarakan). Menurut EyD, penulisan kata seperti ini tidak boleh diawali dengan huruf kapital.

Perhatikan lagi penggunaan kata ayah pada kalimat (3) berikut ini!

  • (3)  Kita harus menghormati ayah yang telah memperjuangkan hidup kita.

Kata ayah pada kalimat (3) di atas mengacu pada orang ketiga (yang dibicarakan) sehingga tidak digunakan sebagai penyapaan. Kata seperti ini penulisannya juga tidak perlu diawali dengan huruf kapital.

Selain sebagai penyapaan, kata sapaan yang digunakan sebagai pengacuan awal katanya juga harus ditulis dengan huruf besar, seperti pada contoh berikut ini.

  • (4) Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
  • (5) Esok kami akan mengunjungi Ibu Saniah yang sakit.