Menjelaskan Contoh Batuan Beku dengan singkat

Berikut ini terdapat beberapa contoh batuan beku, sebagai berikut:

A. Asam

Batuan beku Asam : terbentuk dari pembekuan magma secara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi ).

Proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan beku basa lebih halus dan berwarna terang (felsik) dengan indeks color <20%. Batuan beku asam  memiliki kandungan silica >65%.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berhubungan : 

BERDASARKAN K-FELDS-T-FELS

Tekstur K-Fels<1/3 T Fels K-Fels >1/3 <2/3 T Fels K-Fels >2/3 T Fels
HALUS Dacite Rhyodacite Rhyolite
KASAR Granodiorite Adamelite Granite

Deskripsi Batuan Beku Asam

Rhyolite                                               Granite                                   

Biotite Hornblende Granite                             Dacite

1. Rhyolite

  • Warna : pink
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : Afanitik
  • Relasi : equigranular
  • Fabrik : subhedral
  • Struktur : massive
  • Komposisi mineral

–  Orthoclas 20%            Hornblende 15%              Biotit 15%

–  Plagioklas 10%            Sanidine 20%                   Glass 10%

–  Quartz 10%

  • Kegunaan : sebagai bahan dasar industri dan digunakan dalam ilmu pengetahuan

2. Granite

  • Warna : cokelat
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : Fanerik
  • Relasi : equigranular
  • Fabrik : subhedral
  • Struktur : massive
  • Komposisi Mineral

–  Hornblende 15%       Plagioklas 10%       Quartz 10%

–  Sanidine 20%           Biotit 15%             Orthoclas 20%

  • Kegunaan  : sebagai bahan industri dalam pembuatan keramik

3. Biotite Hornblende Granite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi        : equigranular
  • Fabrik       : subhedral
  • Struktur    : massive
  • Komposisi mineral

–  Biotit 25%                Hornblende 25%              Plagioklas 10%

–  Anorthoclas 10%       Microcline 10%

–  Sanidine 10%                     Orthoclas 10%

  • Kegunaan  : bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

4. Dacite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : Hipokristalin
  • Granularitas : afanitik
  • Relasi : equigranular
  • Komposisi mineral

–  Plagioklas 45%         Hornblende 20%              Quartz 15 %

–  Anorthoclas 5 %       Microcline 5%                  Orthoclas 5%

–  Sanidine 5%

  • Kegunaan  : bahan baku industri dan ilmu pengetahuan.

B. Basa

Batuan beku basa : terbentuk langsung dari pembekuan magma dimana proses pembekuan berada di daerah plutonik (di bawah permukaan bumi ) proses pembekuan sangat lambat dengan temperature yang rendah sehingga umumnya butiran pada batuan beku basa lebih kasar.

Jarang memperlihatkan struktur visikular ( lubang-lubang gas) dan berwarna gelap (mafik). Batuan beku basa memiliki kandungan silica 45-52%.

Deskripsi Batuan Beku Basa

Amigdaloidal Basalt                               Gabro

1. Amigdaloidal Basalt

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas   : holokristalin ( semuanya tersusun oleh kristal )
  • Granularitas  : fanerik ( kristal dan mineral dapat diamati )
  • Relasi : inequigranular ( ukuran butir tidak sama )
  • Struktur : amigdaloidal ( struktur vesikuler, telah terisi mineral asing
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– hornblende : 25% – anorthoclas : 15% – piroksin : 25%

– piroksin      : 15% – orthoclas : 20%

  • kegunaan      : sebagai bahan baku industri

2. Gabbro

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : afanitik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– biotit : 35% – piroksin : 35%

– kuarsa  : 20% – olivin : 10%

  • kegunaan      : sebagai bahan dasar industri

3. Olivine Gabro

  • Warna : hijau tua
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • Komposisi mineral:

– hornblende : 15% – olivin : 50% – plagioklas: 10%

– kuarsa : 5% – piroksin : 20%

  • kegunaan : sebagai bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

4. Norite

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas : holokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– hornblende : 35% – biotit : 15%

– plagioklas   : 10% – piroksin : 20%

  • kegunaan : sebagai bahan dasar industri

5. Siderite

  • Warna : hitam
  • Kristalinitas : holokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Struktur : masive
  • Fabric : subhedral
  • komposisi mineral:

– hornblende : 50%

– biotit : 15%

– plagioklas : 15%

– piroksin : 20%

  • kegunaan : sebagai bahan dasar industri

C. Intermediet

Batuan beku Intermediet : terbentuk hasil intrusi dangkal dari pembekuan magma dimana proses pembekuan berada di daerah hipabisal (daerah pertengahan antara daerah plutonik dengan permukaan).

Proses pembekuan sedang dengan temperature yang rendah sehingga umumnya butiran pada batuan beku intermediet kasar.

jarang memperlihatkan struktur visikular ( lubang-lubang gas) dan berwarna gelap (mafik) dengan indeks color <40%. Batuan beku basa memiliki kandungan silica 52%<SiO2<62%.

Deskripsi Batuan Beku Intermediet

1. Trachyte

  • warna : Hitam
  • kristalinitas : hipokristalin
  • granularitas : fanerik
  • relasi : equigranular
  • struktur : massive
  • fabrik : subhedral
  • komposisi mineral

plagioklas 10% – hornblende 25% – adularia 20%

quartz 5% – pyroxene 40%

  • kegunaan : Sebagai bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

2. Hornblende Syenite

  • warna : Hitam
  • kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : equigranular
  • Komposisi mineral:

Hornblende 55% – Adularia 20% – Quartz 5%

Plagioklas 10% – Biotit 10% – Glass 5%

  • Kegunaan : sebagai bahan dasar industri

3. Diorite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : Fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Komposisi Mineral

Sanidine 10% – Adularia 5% – Quartz 25%

Plagioklas 30% – Hornblende 15% – Biotit 10%

  • Kegunaan : Sebagai bahan baku industri dan ilmu pengetahuan

4. Monzonite

  • Warna : abu-abu
  • Kristalinitas : hipokristalin
  • Granularitas : fanerik
  • Relasi : inequigranular
  • Komposisi mineral

Hornblende 30% – Quartz 25% – Plagioklas 15%

Sanidine 15% – Adularia 10% – Glass 5%

  • Kegunaan : sebagai bahan dasar industri

Kegunaan atau Manfaat Batuan Beku

Berikut ini terdapat beberapa kegunaan atau manfaat batuan beku, sebagai berikut:

  1. Obsidian

Genesa :

Obsidian merupakan batuan yang terbentuk oleh hasil kegiatan erupsi gunung api bersusunan asam hingga basa yang pembekuannya sangat cepat sehingga akan terbentuk gelas atau kaca daripada kristal dominan. Obsidian adalah batuan yang disusun secara keseluruhan dari kaca amorf dan sedikit kristal feldspar, mineral hitam dan kuarsa.

Kegunaan :

sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa (media) dan campuran makanan ternak

  1. Riolit

Genesa :

Riolit terbentuk dari pembekuan magma di dalam kerak bumi yang lazimnya dari letupan gunung berapi. yang terbentuk daripada pembekuan magma di luar permukaan bumi. Riolit adalah bersifat asid dan bes. Namun sebenarnya sifat asid batuan ini bergantung kepada kandungan silika di dalamnya. Riolit di anggap berasid apabila kandungan silikanya melebihi 66%. Riolit sering ditemukan berupa lava.

Kegunaan :

sebagai bahan baku beton ringan, isolasi bangunan, plesteran, isolator temperatur tinggi/rendah, bahan penggosok, saringan/filter, bahan pembawa (media) dan campuran makanan ternak.

  1. Granit

Genesa :

Granit adalah batuan beku plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstrur porfiritik, terdiri atas mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende. Berwarna abu-abu berbintik hijau dan hitam, kehijau-hijauan dan kemerah-merahan. merupakan batuan beku dalam yang mempunyai kristal-kristal kasar.

Kegunaan :

Kegunaan Granit sebagai bahan Bangunan rumah dan gedung, untuk bangunan Monumen, jalan dan jembatan, sebagai batu hias (dekorasi), sebagai bahan baku industri poles (tegel, ornamen, dll) dan bahan bangunan (gedung, jalan , jembatan, dll), selain itu dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan aksesoris rumah seperti lantai,wastafel dan meja serta di bidang konstruksi.

  1. Andesit

Genesa :

Andesite berasal dari Magma yang biasanya meletus dari stratovolcanoes pada lahar tebal yang mengalir, beberapa diantaranya penyebarannya dapat mencapai beberapa kilometer. Magma Andesite dapat juga menghasilkan letusan seperti bahan peledak yang kuat yang kemudian membentuk arus pyroclastic dan surges dan suatu kolom letusan yang sangat besar.

Andesites terbentuk pada temperatur antara 900 dan 1,100 derajat Celsius.  Di dalam andesite terdapat sekitar 52 dan 63 persen kandungan silika ( Sio2). Mineral-mineral penyusun Andesite yang utama terdiri dari plagioclase feldspar dan juga terdapat mineral pyroxene ( clinopyroxene dan orthopyroxene) dan hornblende dalam jumlah yang kecil.

Kegunaan :

Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan batu belah untuk Bahan konstruksi (bangunan dan jalan), bangunan perumahan, alas jalan, Sebagai agregat, pondasi , batu hias dan lain-lainnya. Andesit juga dapat dijadikan sebagai bahan baku industri poles (tegel, ornamen, dll). Batuan ini sangat potensial untuk dikembangkan ke arah eksploitasi (penambangan) secara skala besar.

Keterdapatan :

Sebaran batuan ini banyak dijumpai di daerah kaki perbukitan maupun lembah-lembah sungai. Keterdapatanya batuan ini terdapat hampir disemua tempat di Indonesia, terutama di Indonesia bagian timur.

  1. Diorit

Genesa :

Merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang Terbentuk dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone. biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk suatu gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti pada deretan Pegunungan).

Terdapat emplaces yang besar berupa batholiths ( banyak beribu-ribu mil-kwadrat) dan mengantarkan magma sampai pada permukaan untuk menghasilkan gunung api gabungan dengan lahar andesite.

Kegunaan :

batu diorit ini dapat dijadikan sebagai batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung atau untuk batu belah untuk pondasi bangunan / jalan raya.

  1. Basalt

Genesa :

Basalt adalah batuan beku vulkanik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi basa di permukaan atau dekat permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam.

Kegunaan :

Kegunaan basalt sebagai bahan baku industri poles (tegel, ornamen, dll), bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan Sebagai agregat.

Keterdapatan :

Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Probolinggo.

  1. Peridotit

Genesa :

Peridotit adalah batuan beku ultra basa Plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi Ultra basa pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi. merupakan Suatu batuan ultramafic yang memiliki butiran kasar dengan suatu tenunan crystallkine, merupakan karakteristik dari kerak samudra bagian bawah dan pembentukan jenis batuan dengan prinsip theupper mantel. Mineral penyusun Peridotite sebagian besar terdiri olivine dan pyroxene.

Kegunaan :

sebagai batu setengah permata sebagai bahan untuk perhiasan dan abrasif (ampelas). Pembentukan nikel dari hasil pelapukan peridotit.  Peridote merupakan variasi permata olivine terbaik yang kita kenal.

  1. Gabro

Genesa :

Gabro memiliki komposisi mineral yang mirip dengan basalt, terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi basa di permukaan atau dekat permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam.

Penyebaran batuan beku di Indonesia

Beberapa jenis batuan beku penting yang banyak terdapat di alam adalah sebagai berikut :

1. Granit

Granit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, berwarna terang, mempunyai banyak warna umumnya putih, kelabu, merah muda atau merah.

Warna ini disebabkan oleh variasi warna dan mineral feldspar. Granit terbentuk jauh di dalam bumi dan tersingkap di permukaan bumi karena adanya erosi dan tektonik. Granit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam.

Di Indonesia, granit terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya (Papua), dan lain-lain.  Granit dapat digunakan sebagai bahan pengeras jalan, pondasi, galangan kapal, dan bahan pemoles lantai, serta pelapis dinding.

2. Granodiorit

Granodioritadalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, berwarna terang, menyerupai granit. Granodiorit dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan lain-lain. Granodiorit banyak terdapat di alamdalam bentuk batolit, stock, sill dan retas yang tersebar di Bukit Barisan, Sumatera.

3 Diorit

Dioritadalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap. Diorit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam.Di Jawa Tengah banyak terdapat di kota Pemalang dan Banjarnegara. Diorit dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan lain-lain.

4. Andesit

Andesitadalah batuan leleran dari diorit, mineralnya berbutir halus, komposisi mineralnya sama dengan diorit, warnanya kelabu. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan andesit dalam bentuk lava maupun piroklastika.

Batuan andesit yang banyak mengandung hornblenda disebut andesit hornblenda, sedangkan yang banyak mengandung piroksin disebut andesit piroksin. Batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain. Adapun yang berstruktur lembaran banyak digunakan sebagai batu tempel.

5. Gabro

Gabroadalah batuan beku dalam yang umumnya berwarna hitam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang. Dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, dan yang dipoles sangat disukai karena warnanya hitam, sehingga baik untuk lantai atau pelapis dinding. Di Pulau Jawa, batuan ini terdapat di Selatan Ciletuh, Pegunungan Jiwo, Serayu, dan Pemalang.

6. Basal

Basaladalah batuan leleran dari gabro, mineralnya berbutir halus, berwarna hitam. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan basal dalam bentuk lava maupun piroklastika.

Batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan, pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain. Basal yang berstruktur lembaran banyak digunakan sebagai batu tempel. Basal umumnya berlubang-lubang akibat bekas gas, terutama pada bagian permukaannya.

7. Batu kaca (obsidian)

Batu kaca adalah batuan yang tidak mempunyai susunan dan bangun kristal (metamorf). Batukaca terbentuk dari lava yang membeku tiba-tiba, dan banyak terdapat di sekitar gunungapi. Pada umumnya berwarna coklat, kelabu, kehitaman atau tidak berwarna (putih seperti kaca).

Batukaca yang dihancurkan dengan ukuran kecil dan dicampur dengan semen, dapat dibuat granit buatan. Di zaman purba, batuan ini banyak digunakan untuk membuat mata lembing, mata panah, dan lain-lain.

7. Batu apung

Batuapung dibentuk dari cairan lava yang banyak mengandung gas.Dengan keluarnya gas dari cairan lava akan menimbulkan lubang-lubang atau gelembung-gelembung pada lava yang telah membeku.

Lubang-lubang ini berbentuk bola, ellips, silinder atau tak teratur bentuknya. Dengan adanya lubang-lubang ini membuat batuapung jadi ringan. Di Indonesia batuapung yang terkenal dihasilkan oleh Gunung Krakatau. Demikian juga batuapung dapat dibuat dengan cara memanaskan batuan obsidian hingga gasnya keluar.

8. Konglomerat

Konglomerat adalah batuan sedimen yang tersusun dari bahan-bahan dengan ukuran berbeda dan bentuk membulat yang direkat menjadi batuan padat. Bentuk fragmen yang membulat akibat adanya aktivitas air, umumnya terdiri atas mineral atau batuan yang mempunyai ketahanan dan diangkut jauh dari sumbernya.

Di antara fragmen-fragmen konglomerat diisi oleh sedimen -sedimen halus sebagai perekat yang umumnya terdiri atas Oksida Besi, Silika, dan Kalsit. Fragmen-fragmen konglomerat dapat terdiri atas satu jenis mineral atau batuan atau beraneka macam campuran. Seperti halnya breksi, sifatnya yang heterogen menjadikan berwarna-warni. Konglomerat umumnya diendapkan pada air dangkal.

Itulah ulasan tentang Batuan Batu – Pengertian, Struktur, Klasifikasi dan Contoh . Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :