Menjelaskan Cara- Cara Pemeriksaan dengan singkat

Pemeriksaan limfadenopati memerlukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang apabila diperlukan.

  • Anamnesis

Dari anamnesis dapat diperoleh keterangan lokasi, gejala-gejala penyerta, riwayat penyakit, riwayat pemakaian obat dan riwayat pekerjaan.

  1. Lokasi
  2. Gejala penyerta
  3. Riwayat penyakit
  4. Riwayat pemakaian obat
  5. Riwayat pekerjaan
  • Pemeriksaan Fisik

KGB dan daerah sekitarnya harus diperhatikan. Kelenjar getah bening harus diukur untuk perbandingan berikutnya. Harus dicatat ada tidaknya nyeri tekan, kemerahan, hangat pada perabaan, dapat bebas digerakkan atau tidak dapat digerakkan, apakah ada fluktuasi, konsistensi apakah keras atau kenyal.

 

  • Pemeriksaan Penunjang

merupakan salah satu teknik yang dapat dipakai untuk mendiagnosis limfadenopati servikalis. Penggunaan USG untuk mengetahui ukuran, bentuk, echogenicity, gambaran mikronodular, nekrosis intranodal dan ada tidaknya kalsifikasi.

  1. Ultrasonografi (USG)
  2. CT Scan
  • Evaluasi laboratorium

pemeriksaan darah lengkap, uji fungsi hati, uji fungsi ginjal, urinalisis. Pemeriksaan darah rutin meliputi 6 (enam) jenis pemeriksaan; yaitu

  1. Hemoglobin / Haemoglobin (Hb)
  2. Hematokrit (Ht)
  3. Leukosit { hitung leukosit (leukocyte count) dan hitung jenis (differential count) }
  4. Hitung trombosit / platelet count
  5. Laju endap darah (LED) / erythrocyte sedimentation rate (ESR)
  6. Hitung eritrosit (di beberapa instansi)