Menjelaskan Bentuk Sistem 2 Kamar dengan singkat

Adapun bentuk penerapan sistem pemerintahan 2 kamar yaitu:

1. Federalisme

Beberapa negara, seperti Australia, Amerika Serikat, India, Brazil, Swiss dan Jerman mengaitkan sistem 2 kamar mereka dengan struktur politik federal mereka. Di Amerika Serikat, Australia dan Brazil misalnya masing-masing negara bagian mendapatkan jumlah kursi yang saman di majelis tinggi badan legislatif. Tidak peduli perbedaan jumlah penduduk antara masing-masing bagian.

Hal demikian ini dirancang untuk dapat memastikan bahwa negara-negara bagian yang lebih kecil tidak dibayang-bayangi oleh negara-negara bagian yang penduduknya lebih banyak. “Di Amerika Serikat, kesepakatan yang menjamin pengaturan ini dikenal sebagai Kompromi Connecticut”.

Di majelis rendah dari masing-masing negara, pengaturan ini tidak diterapkan dan kuris dimenangkan semata-mata berdasarkan jumlah penduduk. Karena itu sistem dua kamar ialah sebuah metode yang menggabungkan prinsip kesetaraan demokratis dengan prinsip federalisme. Yang semua suara setra dimanjelis rendah, sementara semua negara bagian setara di majelis tinggi.

Baca Juga : 

Dan sementara itu, dalam sistem 2 kamar yang diterapkan di India dan Jerman, majelis tinggi “masing-masing dikenal sebagai Rjya Sabha dan Bundesrat”, bahkan lebih erat terkait dengan sistem federal, karena para anggotanya dipilih langsung oleh pemerintah dari masing-masing negara bagian India atau Bundesland Jerman, hal ini pun terjadi di Amerika Serikat sebelum Amendemen ke-17.

2. Sistem 2 Kamar Kebangsawanan

Di beberapa negara, pada sistem 2 kamar dilakukan dengan menyejajarkan unsur-unsur demokratis dan kebangsawanan. Contoh terbaik ialah Majelis Tinggi “House of Lords” di Britania Raya yang terdiri dari sejumlah anggota hereditary peers. Majelis Tinggi ini merupakan sisa-sisa kebangsawanan yang dulu pernah mendominasi politik Britania Raya, sementara majelis yang lainnya yaitu Mejelis Rendah “House of Commons” anggotanya sepenuhnya dipilih.

Sejak beberapa tahun lalu telah muncul usul-usul untuk memperbarui Majelis Tinggi dan sebagaian telah berhasil. Seperti, jumlah hereditary peers “berbeda dengan life peers” telah dikurangi dari sekitar 700 orang menjadi 92 orang dan kekuasaan Majelis Tinggi untuk menghadang undang-undang telah dikurangi, sebuah contoh lain dari sistem 2 kamar kebangsawanan ialah House of Peers Jepang yang dihapuskan setelah Perang Dunia II.