Menjelaskan Bahasa & Kebudayaan Bangsa Akkadia dengan singkat

Di lihat dari peradaban yang pernah mereka dirikan sebenarnya hanyalah adopsi dari peradaban yang pernah ada.Dikatakan bahwa, Akkadia mengadopsi peradaban Sumeria nyaris secara enbloc, termasuk tulisan dan bahkan kebudayaannya.Secara teori peradaban Akkadia banyak dipengaruhi oleh peradaban Sumeria seperti perhitungan kalender tahunan berdasarkan bulan, hitungan bilangan, timbangan, jarak dan lainnya, bahkan bangsa Akkadia mampu membuat alat-alat dari bahan tembaga dan merakit kendaraan perang.

Pada millennium ke-3 SM berkembang simbiosis kebudayaan yang dekat antara bangsa Sumer dan bangsa Akkad yang semit, yang meliputi penyebaran bilingualisme. Bahasa Akkad secara perlahan menggantikan bahasa Sumer sebagai bahasa lisan utama pada peralihan milenium ke-3 dan ke-2 SM. Bahasa Akkadia ditulis dengan huruf Sumeria, walaupun huruf-hurufnya terasa janggal untuk mengekspresikan sebuah bahasa dari keluarga Semitik, karena akar sebuah kata Semitik bukanlah sebuah urutan dari silabel-silabel tetapi satu rangkaian dari tiga konsonan.

Baca Juga : 

Agama dan Kepercayaan Bangsa Akkadia

Bangsa Akkadia merupakan penganut Politheisme (menyembah banyak dewa). Agama yang dianut bangsa Akkadia sama dengan agama yang dianut dengan bangsa Sumeria. Dikarenakan adanya integrasi antar penduduk Akkadia dengan Sumeria.Sebagian besar dewa Akkadia adalah dewa-dewa Sumeria yang disamarkan secara halus dengan nama-nama Semitik.

Namun ada yang berbeda, Dewi Najrusu dan Ishtar (Dewi Venus). Orang-orang akkad juga menyembah api. Mereka menganggapnya sebagai sumber utama kehidupan dan kebaikan.Peradaban Sumeria telah mengembangkan ciri yang menonjol dalam bidang agama ketika orang-orang Akkadia mengambil alihnya.Ciri tersebut adalahketaatan religius.Ketaatan tersebut diekspresikan secara hidup dalam arca-arca sesembahan yang kecil bentuknya, yang merupakan genre pokok dari seni rupa Sumeria.