Menjelaskan Alat alat Kelengkapan MPR dengan singkat

Alat Kelengkapan Majelis meliputi :

  • Pimpinan Majelis

Pimpinan majelis merupakan satu kesatuan Pimpinan yang bersifat kolektif. Pimpinan majelis yang terdiri atas seorang ketua dan tiga orang wakil ketua yang mencerminkan unsur DPR dan DPD yang dipilih dari dan anggota majelis dalam rapat paripurna

Tata Cara Pemilihan Pimpinan Majelis

  • Calon Pemimpin Majelis dipilih dari dan oleh anggota Majelis
  • Calon Pemimpin Majelis berjumlah empat orang yang terdiri dari dua dari unsur DPR dan dua dari DPD
  • Empat orang yang mendapat suara terbanyak ditetapkan menjadi ketua dan yang tiga menjadi wakil ketua
  • Ketua dan Wakil Ketua Majelis diresmikan dengan Keputusan Majelis

Tugas Pimpinan Majelis

  • Memimpin rapat-rapat Majelis
  • Menyusun rencana kerja dan mengadakan pembagian kerja
  • Menyiapkan rancangan sidang
  • Menjadi juru bicara Majelis
  • Menjaga ketertiban dalam rapat

Wewenang Pimpinan Majelis

  • Anggota Pimpinan Majelis berwewenang bertindak atas nama Pimpinan Majelishanya dalam hal yang bersifat protokoler
  • Pimpinan Majelis tidak berwenang mengeluarkan statemen politik atas nama Majelis dan jabatannya kecuali ditugaskan Majelis
  • Panitia Ad Hoc Majelis

Panitia Ad Hoc Majelis merupakan alat kelengkapan Majelis yang dibentuk oleh Majelis untuk melaksanakan tugas tertentu yang diperlukan dalam sidang Majelis.

Panitia Ad Hoc Majelis terdiri atas Pimpinan Majelis dan sekurang-kurangnya 35 orang dan sebanyak-banyaknya 70 orang yang susunannya mencerminkan secara proporsional unsur DPR dan DPD.

  • Badan Kehormatan Majelis

Badan Kehormatan Majelis merupakan alat kelengkapan mMajelis yang dibentuk oleh Majelis.

Tugas dan wewenang Badan Kehormatan Majelis

Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran tata tertib Majelis dan kode etik anggota Majelis

  • Memanggil anggota yang bersangkutan untuk memberikan pemjelasan tentang pelanggaran yang dilakukan
  • Memanggil pelapor, saksi/ pihak lain yang terkait untuk dimintai keterangan dan bukti lain
  • Memutuskan pemberian sanksi sesuai dengan tata tertib Majelis dan kode etik anggota Majelis

 

Keanggotaan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)

MPR terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum yang diatur lebih lanjut dalam undang-undang menurut Pasal 2 Ayat (1). Jumlah anggota MPR 692 orang yang terdiri atas 560 orang anggota DPR dan 132 orang dari Anggota DPD. Sehingga MPR mempunyai legitimasi sangat kuat karena semua anggota MPR dipilih oleh rakyat.

Masa jabatan dari anggota MPR yaitu lima tahun dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Keanggotan MPR diresmikan dengan keputusan presiden. Sebelum anggota MPR memangku jabatannya, mengucapkan sumpah/janji yang dilakukan secara bersama-sama yang dipandu oleh ketua Mahkamah Agung (MA) dalam sidang paripurna MPR. Anggota MPR yang tidak bisa mengikut atau berhalangan mengucapkan sumpah/janji di pandu oleh pimpinan MPR.

Kedudukan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)

MPR merupakan lembaga permusyawaratan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara. 

Itulah ulasan lengkapnya semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.