Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup

Keanekaragaman hayati

Menurut Wikipdesia Keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan dalam, mengingat ekosistem bioma species, atau seluruh planet. Keanekaragaman hayati adalah ukuran dari kesehatan ekosistem. Keanekaragaman hayati adalah sebagian fungsi dari iklim.

Keanekaragaman hayati adalah kekayaan atau bentuk kehidupan di bumi, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, maupun ekosistem, serta proses-proses ekologi yang dibangun menjadi lingkungan hidup.

Frasa keanekaragaman hayati sendiri sering pula disebut sebagai biodiversitas. Biodiversitas ini dapat kita temui di sekitar kita, berbagai makhluk hidup yang kita temui menggambarkan adanya perbedaan-perbedaan antara makhluk hidup yang saling menyeimbangkan.

Tingkatan Keanekaragaman hayati

Secara garis besar biodiversitas ini dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman ekosistem.

Keanekaragaman gen

Biodiversitas pada tingkatan ini menyebabkan variasi antar individu dalam satau spesies. Contoh dari biodiversitas pada tingkat gen ini misalnya perbedaan antara varietas padi, varietas padi ini sangat bermacam-macam misalnya varietas rojolele, cianjur, IPB 3S, IR, dan kapuas.

Tanaman mangga pun memiliki biodiversitas gen yang cukup mencolok, misalnya terdapat mangga (Mangifera indica) varietas harum manis, bali, gadung, dan si manalagi.

Manusia pun merupakan contoh biodiversitas gen yang paling mencolok. Manusia meskipun merupakan spesies yang sama yaitu Homo sapiens, tetapi manusia memiliki bentuk yang sangat berbeda dengan manusia lainnya.

Biodiversitas ini terjadi akibat adanya variasi gen yang berbeda pada setiap individu sejenis. Gen sendiri adalah materi dalam kromosom makhluk hidup yang mengendalikan sifat organisme. Gen ini menyebabkan adanya suatu variasi yang nampak (fenotipe) dan variasi yang tidak nampak (genotipe). Susunan gen ini pada setiap makhluk hidup akan berbeda karena gen merupakan hasil dari campuran gen betina dan gen jantan ketika dalam proses perkawinan.

Keanekaragaman Species

Keanekaragaman pada tingkat spesies sangat mudah diamati karena perbedaan yang sangat mencolok. Sebagai contoh kucing, harimau, dan macan memiliki morfologi yang berbeda satu sama lain, tetapi mereka sebenarnya berkerabat dekat.

Keanekaragaman Ekosistem

Semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungannya, baik itu faktor biotik maupun faktor abiotik. Faktor biotik merupakan bagian-bagian dalam ekosistem yang merupakan makhluk-makhluk hidup misalnya tumbuhan, sedangkan faktor abiotik merupakan bagian dalam ekosistem yang tidak hidup misalnya iklim, cahaya, air, tanah, tingkat keasaman tanah, dan kandungan mineral dalam tanah.

Faktor biotik maupun faktor abiotik ini sangat beragam, oleh sebab itu ekosistem yang tersusun atas dua faktor tersebut pun memiliki perbedaan antar ekosistem satu dengan ekosistem lainnya.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.

Tujuan klasifikasi makhluk hidup

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.

Manfaat klasifikasi makhluk hidup

  • Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
  • Mengetahui jenis-jenis makhluk hidup.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.

Sistem klasifikasi yang kita kenal sekarang merupakan perkembangan klasifikasi makhluk hidup yang berkelanjutan. Perkembangan tersebut diantaranya klasifikasi 2, 3, 4, 5, 6 kingdom.

Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Disini organisme dikelompokkan menjadi 2 dunia besar yaitu dunia tumbuhan (Kingdom Plantae) dan dunia hewan (Kingdom Animalia).

Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Dunia tumbuhan meliputi makhluk hidup yang mempunyai dinding sel dari bahan selulosa dan berklorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis.

Contoh: Ganggang, tumbuhan lumut, tumbuhan paku. Ditambah bakteri dan jamur walaupun tidak mempunyai klorofil.

Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

Dunia hewan tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dan bisa bergerak bebas.

Contoh: hewan berpori (Porifera), cacing (Vermes), hewan berongga (Coelenterata), hewan bersel satu (Protozoa), hewan lunak (Mollusca), dan hewan bertulang belakang (Chordata).

Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Di klasifikasi ini memisahkan jamur yang pada klasifikasi 2 kingdom masuk ke dunia tumbuhan. Jamur dibedakan karena dinding sel jamur bukan terdiri dari bahan selulosa seperti dinding sel tumbuhan melainkan dari bahan kitin. Jamur juga tidak bisa membuat makanan sendiri (Hererotrof) seperti tumbuhan.

Dunia Jamur (Kingdom Fungi)

Meliputi segala organisme yang mendapatkan makanan secara heterotrof dengan cara menyerap makanan (Absorpsi). Jamur memperoleh makanan dari makhluk hidup lain (Parasit) maupun dengan cara menyerap dari makhluk hidup yang telah mati (Saprofit).

Ciri-ciri jamur adalah:

  • Eukariotik
  • Multiseluler
  • Dinding sel terbuat dari kitin.
  • Para anggota kerajaan ini tidak memiliki pigmen fotosintetik dan karena itu heterotrofik.

Dunia Tumbuhan

Meliputi segala organisme yang bisa membuat makanannya sendiri (Autotrof) dengan melewati fotosintesis.

Ciri-ciri kerajaan tumbuhan adalah:

  • Eukariotik
  • Multiseluler
  • Dinding sel yang terbuat dari selulosa.
  • Anggota kelompok Plantae mengandung pigmen fotosintesis dan mendapatkan energi mereka melalui itu dan karena itu autotrofik.

Dunia Hewan

Meliputi segala organisme yang memperoleh makanannya secara heterotrof dengan cara memakan organisme lain.

Sedikit kami menyinggung tentang urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan), yaitu:

  • omain (Daerah)
  • Kingdom (Kerajaan)
  • Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan)
  • Classis (Kelas)
  • Ordo (Bangsa)
  • familia (Suku)
  • Genus (Marga)
  • dan Spesies (Jenis)

Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Sistem ini berkembang setelah ditemukan inti sel (nukleus). Ada organisme yang inti sel nya tidak mempunyai selaput, terdapat juga organisme yang inti sel nya diselubungi selaput.

  1. Kingdom Monera
    Anggota kingdom Monera semuanya tidak memiliki selaput inti, untuk itu disebut organisme prokariotik.

Contoh: bakteri dan ganggang biru-hijau.

  1. Kingdom Fungi
    Segala jenis jamur dimasukkan pada kingdom fungi
  2. Kingdom Plantae
    Semua ganggang (kecuali ganggang biru-hijau), tumbuhan paku, tumbuhan lumut, dan tumbuhan biji termasuk dalam kingdom ini.
  3. Kingdom Animalia
    Semua hewan mulai dari Protozoa hingga Chordata termasuk ke dalam kingdom animalia.

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Whittaker mengusulkan klasifikasi makhluk hidup menjadi 5 kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia karena kemajuan IPTEK.

Di sistem ini ganggang yang sebelumnya dimasukkan di kingdom Plantae, serta Protozoa yang dahulu dimasukkan di dalam kingdom Animalia kemudian dikelompokkan menjadi satu kingdom, yaitu Kingdom Protista.

  1. Kingdom Monera
    Terdiri dari bakteri dan ganggang biru-hijau. Dilihat dari mikroskop kebanyakan bakteri terlhat mempunyai ukuran dan bentuk yang sama.

Tetapi lewat bukti biologi molekular dijumpai perbedaan pada ARN ribosom. Sehingga ahli mikrobiologi membedakan bakteri menjadi eubacteria dan archaebacteria.

  • Eubacteria ialah kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana dan hidup di lingkungan biasa
  • Archaebacteria ialah kelompok bakteri yang dapat hidup di lingkungan ekstrim, misalnya pada sumber air panas, di dalam laut dengan kadar garam tinggi, atau di tempat yang asam.
  1. Kingdom Protista
    Terdiri dari organisme yang mempunyai selaput inti dan bersel tunggal dan bisa ditemui dimana saja. Protista dikelompokkan menjadi tiga, yaitu protista menyerupai tumbuhan (Ganggang), dan protista menyerupai jamur, protista menyerupai hewan (Protozoa),.

Ciri-ciri: Hampir semua protista hidup di air karena mereka tidak mempunyai pelindung yang dapat menjaga tubuhnya dari kekeringan.

  1. Kingdom Fungi
    Biasanya bersel banyak, mempunyai membran inti sekaligus peran sebagai dekomposer pada lingkungan. Jamur mendapatkan makanan dengan cara saprofit atau parasit.
  2. Kingdom Plantae
    Merupakan organisme yang memiliki membran inti yang bisa membuat makanannya sendiri dan bersel banyak. Biasanya kingdom ini hidup di darat. Cara berkembang biak bisa secara kawin dan tidak kawin.
  3. Kingdom Animalia
    Merupakan organisme yang memakan makhluk hidup lain untuk kebutuhan makanannya. Sel hewan tidak mempunyai dinding sel.

Sistem Klasifikasi Enam Kingdom

Sistem klasifikasi yang diuraikan diatas belum memasukkan virus diklasifikasinya. Tubuh virus tersusun atas asam nuklea yang diselubungi oleh protein.

Di luar sel hidup, virus merupakan benda mati. Virus hanya bisa hidup dan memperbanyak diri dalam sel hidup inangnya.

Sistem klasifikasi 6 kingdom merupakan sistem klasifikasi 5 kingdom ditambah dengan kingdom Virus.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *