Hukum Makan Sambil Duduk dan Tidak Makan Sambil Bersandar

Islam mengajarkan kepada kita agar ketika makan jangan sambil berdiri, tetapi makan dan minumlah sambil duduk. Duduk yang tenang dan nyaman, sehingga kita dapat merasakan nikmatnya makanan yang kita santap.

Sebagai umat islam, hendaknya kita mencontoh cara makan Rasulullah saw.

Dari Anas ra, bahwa Rasulullah saw melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas, bagaimana kalau makan?” Anas menjawab, “Bahwa itu (makan sambil berdiri) lebih buruk.”

Selain itu, dilarang juga makan dalam keadaan bersandar. Karena Rasulullah tidak pernah menyandarkan punggungnya ke kursi, sehingga posisi tubuh cenderung condong ke belakang, ataupun dalam keadaan posisi menyungkur sehingga posisi badan condong ke depan. Pada saat makan posisi duduk Nabi benar-benar tegak lurus.

makan bersandar

Dikisahkan pada suatu saat Abu Juhaifah, bahwa dia berada di dekat Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah bersabda kepada seseorang yang berada di dekat beliau, “Aku tidak makan dalam keadaan bersandar.” (HR Bukhari)

Yang dimaksud duduk sambil bersandar dalam hadis di atas ialah segala bentuk duduk yang bisa disebut duduk sambil bersandar, dan tidak terbatas dengan duduk tertentu. Makan sambil bersandar hukumnya makruh karena hal tersebut merupakan duduknya orang yang hendak makan dengan lahap.

Menurut Ibnu Hajar bahwa bila sudah disadari kalau makan sambil bersandar itu dimakruhkan atau kurang utama, maka posisi duduk yang dianjurkan ketika makan adalah dengan menekuk kedua lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri.

Diantara bentuk duduk bersandar adalah duduk bersandar dengan tangan kiri yang diletakkan di lantai. Ibnu Addi meriwayatkan sebuah hadis yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad melarang bersandar dengan tangan kiri pada saat makan.

Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah saw telah melarang dua tempat makan, yaitu duduk di meja tempat minum khamr (arak), dan makan sambil menyungkur. (HR Abu Dawud)

Maka makanlah dengan posisi tegak lurus, dan posisi makan seperti ini adalah cara makan yang paling baik. Sehingga dengan posisi tersebut, makanan akan lebih mudah masuk ke saluran pencernaan, sehingga memperkecil terjadinya resiko sembelit.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *