Klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian

3 klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian adalah:

  1. Desa pertanian/agraris adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani.
  2. Desa nelayan adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.
  3. Desa industri adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pekerja di bidang industri. Desa industri terbentuk karena adanya pertumbuhan penduduk di desa agraris.

1. Desa Agraris

Desa yang mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian dari sektor pertanian disebut sebagai desa agraris. Biasanya desa yang seperti ini terletak di pegunungan dan memiliki tingkat kesuburan tanah yang bagus. Sehingga mudah untuk menanami tanah dengan tumbuhan yang bernilai ekonomis.

Jenis tumbuhan yang ditanam berbeda-beda, tergantung dengan tingkat kesuburan tanah dan juga iklim di daerah desa. Sebutan desa agraris tidak hanya diberikan pada desa dengan mayoritas petani di persawahan. Petani perkebunan dan perladangan juga digolongkan dibagian agraris.

Potensi alam berupa tanah subur dan kekayaan alam yang melimpah, dikembangkan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat dengan menjadikan desa sebagai sektor pertanian atau agraris. Yang tentu saja membuat mayoritas masyarakatnya berprofesi menjadi petani.

2. Desa Nelayan

Sesuai dengan klasifikasinya, desa nelayan adalah desa yang penduduknya mayoritas hidup sebagai nelayan. Desa dengan penduduk seperti ini biasanya berada di tepi pantai atau letaknya tidak jauh dari laut. Memiliki jenis tanah yang kering dan iklim yang panas tapi memiliki kekayaan laut yang melimpah.

Karena jenis tanah yang tidak subur dan iklim yang tidak sesuai untuk sektor pertanian, penduduk desa bisa memanfaatkan kekayaan laut yang lebih berpotensi untuk dikembangkan. Kekayaan laut yang melimpah bisa dijadikan sebagai mata pencaharian yang lebih bagus untuk penduduk desa.
Baca Juga Sekarang Sapi dan Padi Bisa di-Asuransikan

Penduduk lebih cocok menjadi nelayan untuk mencari kekayaan di laut yang lokasinya cukup dekat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan begitu, potensi desa berupa kekayaan laut bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para nelayan.

3. Desa Industri

Desa industri adalah desa yang kebanyakan penduduknya bekerja di bidang industri. Yang dimaksud industri disini tidak hanya industri besar yang dikelola perusahan seperti pabrik, tapi juga industri kecil rumahan yang biasa diproduksi oleh warga di rumah. Dengan kata lain, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengelola sebuah usaha atau industri.

Letak desa industri yang biasanya jauh dari pegunungan dan laut, membuat desa di lokasi ini tidak bisa membangun sektor pertanian maupun pengelolaan sumber laut. Tapi memiliki sumber daya manusia yang cukup karena biasanya kawasan desa industri dekat dengan daerah kota yang padat penduduk.

Hal ini membuat penduduknya lebih mengandalkan sumber daya manusia atau tenaga manusia untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Memanfaatkan potensi yang ada berupa tenaga manusia untuk mengelola industri-industri yang dibangun di wilayah desa.

Desa

Sebutkan 4 Fungsi Desa!

  1. Desa sebagaiĀ hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota).
  2. Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan.
  3. Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota.
  4. Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia.

Sebutkan 8 Ciri-ciri Masyarakat Desa!

  1. Kehidupan keagamaan di pedesaan lebih kuat bila dibandingkan dengan perkotaan. Hal ini disebabkan ketatnya kontrol sosial oleh sesama masyarakat desa.
  2. Kreatifitas dan inovasi cenderung belum diimplementasikan bila penduduk desa tidak mencari tahu informasi terkini perihal perkembangan zaman dan teknologi.
  3. Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan bersama daripada faktor kepentingan pribadi.
  4. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  5. Penduduk di pedesaan cenderung saling tolong-menolong dikarenakan adanya rasa kebersamaan yang tinggi. Hal tersebut berkontribusi terhadap tingginya tingkat ketergantungan masyarakat di desa terutama bagi penduduk berusia lanjut.
  6. Pembagian kerja antarpenduduk di desa cenderung membaur dan tidak memiliki batasan yang cukup jelas. Hal ini dikarenakan rasa kebersamaan dan gotong royong yang tinggi pada masyarakat desa.
  7. Penduduk desa cenderung mengerjakan pekerjaan yang sama seperti anggota keluarga terdahulu.
  8. Perubahan-perubahan sosial cenderung terjadi perlahan, tergantung pada keterbukaan masyarakat desa dalam menerima pengaruh yang cukup berbeda dari adat istiadat setempat.

Jelaskan Perbedaan Desa dengan Kelurahan!

Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan.

Sebutkan unsur-unsur desa!

  1. Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis.
  2. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
  3. Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa. ketiga unsur ini tidak lepas antar satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan satu kesatuan.

Desa sebagai suatu kesatuan wilayah geografis tentu memiliki ciri-ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah-daerah lain disekitarnya. Ciri khas tersebut dapat berupa kondisi alamiah ataupun kondisi penduduknya.

ciri-ciri wilayah pedesaan adalah:

  • Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar, artinya bahwa lahan-lahan di wilayah pedesaan masih relatif luas dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menepatinya sehingga kepadatan penduduk masih rendah
  • Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian (agraris)
  • Hubungan antar warga desa masih sangat akrab
  • Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku