Ciri khas bioteknologi konvensional

Hai kawan-kawan, admin akan mencoba menjelaskan tentang ciri khas dari bioteknologi konvensional. Semoga saja ulasan tentang ciri khas dari bioteknologi konvensional ini bermanfaat banyak.

Ciri Khas Bioteknologi Konvensional

Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional adalah adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim.

Peranan dan Manfaat bioteknologi konvensional adalah:

  • Keju dibuat dengan menggunakan bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus casei dan streptococus lactis.
  • Mentega dibuat dengan menggunakan bakteri Streptococcus Cremoris, dan Lactobacillus bulgaricus.
  • Yoghurt dibuat melalui proses pasteurisasi dan fermentasi. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt yaitu Lactobacillus bulgaricus.
  • Kecap dibuat melalui proses fermentasi kedelai menggunakan jamur Aspergillus wentii atau Aspergillus sojae
  • Tempe dibuat melalui proses fermentasi kedelai menggunakan jamur Rhizopus oligosporus, Rhyzopus stolonifer, Rhizopus arrhizus, dan Rhizopus oryzae
  • Tapai dibuat dari ketela pohon dengan menggunakan ragi. Ragi yang dimaksud adalah khamir (Saccharomyces cerevisiae)
  • Nata de coco dibuat dengan bahan baku air kelapa yang difermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum.

Apa Pengertian Bioteknologi Konvensional?

Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa, misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme sehingga diperoleh produk yang diinginkan.