Mengapa jamur umumnya terdapat di hutan

Ada alasan mengapa jamur umumnya atau biasanya terdapat di hutan. Artikel ini akan mencoba menjelaskan mengapa jamur umumnya terdapat di hutan.

Jamur umumnya di hutan karena semua kayu dan serasah daun yang membusuk, dapat menyediakan berbagai bahan organik mati yang paling baik untuk pertumbuhan jamur. Banyak jamur juga menempel pada pohon-pohon karena mereka terhubung ke akar pohon.

Terjadi simbiosis saling menguntungkan antara jamur dengan pohon-pohonan tersebut. Jenis hubungan antara jamur dan akar tanaman seperti pohon, dikenal sebagai mikoriza. Beberapa jamur memiliki hubungan yang sangat spesifik dan hanya akan tumbuh dengan satu jenis pohon tertentu, misalnya, Uloporus lividus, hanya tumbuh di pada pohon jenis alder dan Chanterelles dapat ditemukan di pohon pinus.

Tempat hidup atau habitat Jamur kebanyakan di tempat lembab dan harus pada lahan yang subur. Jamur ini bisa menempel di kayu, kotoran hewan dan lain-lain. Pada umumnya Jamur hidup di darat, tetapi ada juga jamur yang dapat hidup di air.

Hutan dan padang rumput adalah tempat terbaik untuk hidup jamur. Di hutan, lebih dari 80% jamur menempel pada pepohonan. Jamur dapat hidup dan bersimbiosis dengan banyak organisme seperti pada tanaman dan hewan, dan pada kulit manusia.

Jenis tanah juga memengaruhi habitat jamur. Faktor tanah yang paling penting biasanya sifat asam atau basa tanah. Kesuburan tanah juga memainkan peranannya. Tanah yang telah banyak dipupuk dengan nitrat buatan cenderung menjadi wilayah habitat jamur yang baik daripada jamur yang telah ditanam secara organik.

Kenapa jamur tumbuh di tempat lembab?

Karena jamur tidak mempunyai klorofil untuk memasak zat-zat makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Sehingga jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya, supaya mudah diserap, harus ada air. Jika lingkungan terlalu kering, jamur akan kesulitan menghisap makanannya.