Contoh Deuteromycota

Yang dimaksud dengan jamur Deuteromycota adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya, di bawah ini adalah contoh dari jamur Deuteromycota. Semoga saja ulasan tentan beberapa contoh dari Deuteromycota ini bermanfaat banyak.

Contoh Jamur Deuteromycota adalah:

  • Melazasia fur-fur, penyebab panu.
  • Epidermophyton, Microsporum, penyebab penyakit kurap.
  • Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air.
  • Trychophyton tonsurans, menimbulkan ketombe di kepala
  • Fusarium, hidup pada tanaman tomat.
  • Altenaria Sp. hidup pada tanaman kentang.

Sebutkan 9 Ciri Jamur Deuteromycota!

  1. Deuteromycota Multiseluler (bersel banyak) yang membentuk hifa tak bersekat, namun beberapa jenis merupakan organisme bersel tunggal yang membentuk pseudomiselium (miselium semu) pada kondisi lingkungan yang menguntungkan.
  2. Sebagian besar Deuteromycota adalah mikroskopis (tidak dapat diamati dengan mata telanjang).
  3. Dinding sel Deuteromycota terbuat dari zat kitin.
  4. Pada jenis-jenis tertentu ditemukan hifa bersekat dengan sel yang berinti satu, namun kebanyakan berinti banyak..
  5. Terbentuk spora secara vegetatif dan belum diketahui fase kawinnya sehinga disebut jamur tidak sempurna atau imperfekti.
  6. Deuteromycota Berkembang biak dengan membentuk spora aseksual melalui fragmentasi dan konidium yang bersel satu atau bersel banyak. Sedangkan reproduksi seksual belum diketahui.
  7. Deuteromycota Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan ternak, manusia dan tanaman budidaya.
  8. Deuteromycota Hidup secara saprofit maupun parasit.
  9. Deuteromycota Biasanya berhabitat di tempat yang lembab.

Apa itu jamur Zygomycota?

Zygomycota adalah jamur yang menggunakan zigosporangium sebagai alat reproduksi seksual dan zigospora sebagai hasil reproduksi seksual. Selain itu, zygomycota juga dapat melakukan reproduksi aseksual dengan fragmentasi miselium atau spora aseksual (spora vegetatif) yang dihasilkan oleh sporangium. Contoh zygomycota adalah Rizopus stolonifer, Rhizopus oligosporus (jamur tempe), dan Rhizopus oryzae (jamur tapai).

Jelaskan Cara Hidup Deuteromycota!

Semua jamur anggota divisi artifisial ini bereproduksi secara aseksual dengan konidia. Konidia dibentuk diujung konidiosfora, secara langsung pada hifa yang bebas. Beberapa jenis hidup pada dedaunan dan sisa-sisa tumbuhan yang tenggelam di dasar sungai yang berarus deras.

Beberapa kelompok yang lain merupakan parasit pada protozoa dan hewan-hewan kecil lainnya dengan berbagai cara. Beberapa jenis juga ditemui pada semut dan sarang rayap.

Beberapa jamur parasit pada hewan-hewan kecil mengembangkan unbranched body di dalam tubuh korbannya, kemudian secara perlahan-lahan menyerap nutrien sampai korbannya mati. Setelah itu jamur tersebut memproduksi rantai spora yang mungkin menempel atau termakan oleh hewan-hewan lain yang akan menjadi korbannya.

Cara lain adalah dengan menangkap mangsanya dengan hifa yang dapat menusuk, dengan menumpangi dan melekat pada amuba. Salah satu kelompok jamur penghuni tanah ada yang mampu menangkap cacing nematoda dengan membentuk cincin hifa atau hyphal loop.

Ukuran cicin hifa tersebut lebih kecil dari ukuran tubuh nematoda dan runcing pada kedua ujungnya. Ketika nematoda memasukkan kepalanya ke dalam cincin hifa, cacing tersebut cenderung berusaha keluar dengan bergerak maju, bukan mundur, sehingga cacing tersebut justru terjebak pada kumparan hifa jamur tersebut.

Setelah berhasil menjerat korbannya, jamur tersebut kemudian membentuk haustoria yang tumbuh menembus ke dalam tubuh cacing dan mencernanya.

Bagaimana Cara Reproduksi Deuteromycota?

  • Reproduksi aseksual terjadi dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus yang disebut konidiofor.
  • Meskipun tidak memiliki reproduksi seksual, tetapi rekombinasi genetiknya masih dapat terjadi, sehingga disebut dengan paraseksualitas. Siklus paraseksual ini merupakan proses mengirim materi genetik tanpa melalui pembelahan meiosis dan perkembangan dari struktur seksual.