Sebutkan 10 Ciri-ciri Filum Cnidaria

10 ciri-ciri filum cnidaria adalah:

  • Memiliki sel penyengat yang disebut cnidocytes.
  • Memiliki dua  morfologi tubuh  yang berbeda yakni polip atau “tangkai”dan medusa atau “bell”.
  • Bersifat polimorfik.
  • Menunjukkan adanya dua lapisan membran dalam tubuh yang berasal dari endoderm dan ektoderm embrio.
  • Mempunyai sistem saraf sederhana (primitif), dengan sel-sel saraf yang tersebar di seluruh tubuh.
  • Melakukan pencernaan ekstraseluler
  • Sel cnidarian bertukar oksigen dan karbon dioksida dengan proses difusi
  • Tidak memiliki sistem ekskresi atau organ
  • Tidak memiliki  sistem peredaran darah.
  • Filum Cnidaria berisi sekitar 10.000 spesies dibagi menjadi empat kelas: Anthozoa, Scyphozoa, Cubozoa, dan Hydrozoa.

Pernafasan Cnidaria

Cnidaria tidak punya organ pernafasan, tapi bernafas lewat kedua lapisan sel dengan menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke sekitarnya. Beberapa Cnidaria yang bersimbiosis dengan alga fotosintetik dapat mengalami kelebihan oksigen yang berakibat fatal, sehingga mereka memproduksi antioksidan untuk menetralisir oksigen yang berlebih.

Bagaimana Reproduksi Cnidaria?

Cnidaria mengalami reproduksi dengan daur hidup antara bentuk polip dan medusa. Pada Schypozoa (Ubur-ubur) dan Cubozoa (Ubur-ubur kotak), larvanya berenang sampai mendapatkan tempat yang cocok untuk menempel, kemudian larva tumbuh menjadi polip. Polip tumbuh besar sampai dewasa kemudian menarik tentakelnya serta memotong tubuhnya secara horizontal, proses ini disebut strobilasi.

Bagian yang terpotong berenang bebas sebagai medusa muda. Medusa tumbuh sampai dewasa sedangkan polip melanjutkan proses strobilasi. Medusa dewasa memiliki kelenjar reproduksi di gastroderm-nya, kelenjar ini dapat menghasilkan sel telur atau sperma yang dapat dikeluarkan saat musim kawin tiba. Telur yang dibuahi menjadi larva dan memulai daur hidupnya lagi.

Peristiwa bergantinya cara reproduksi dari seksual (tahap medusa) ke aseksual (tahap polip) atau sebaliknya disebut metagenesis, proses ini juga dapat ditemukan pada beberapa tumbuhan misalnya lumut, dimana cara reproduksinya berganti dari pembuatan spora yang aseksual ke pembuatan gamet yang seksual.

Banyak Cnidaria yang menghilangkan salah satu tahap diatas, misalnya beberapa Schypozoa tidak punya tahap polip, sehingga larvanya langsung tumbuh menjadi medusa muda. Polip Cubozoa hanya menghasilkan satu medusa. Hydrozoa lebih beragam, beberapa tidak mengalami tahap polip, sedangkan yang lain seperti Hydra tidak punya tahap medusa. Anthozoa tidak mengalami tahap medusa tapi menggunakan polip yang bertunas.

Klasifikasi dan Kelas Cnidaria

  • Schypozoa
  • Cubozoa
  • Hydrozoa
  • Anthozoa
  • Staurozoa
  • Myxozoa dan Polypodiozoa

Apa peranan dan manfaat filum cnidaria?

  • Beberapa kerangka tubuh Coelenterata lainnya dapat juga dimanfaatkan untuk hiasan
  • Coelenterata terutama dari kelas Anthozoa (yaitu koral dan karang) merupakan komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang.
  • Terumbu karang dapat dijadikan sebagai objek wisata.
  • Hewan ubur – ubur yang banyak di perairan Indonesia dapat di manfaatkan untuk di buat tepung ubur – ubur, kemudian di olah menjadi bahan kosmetik / kecantikan.
  • Di Jepang, Selain sebagai bahan kosmetik, ubur – ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
  • karang atol, Karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi pantai dari abrasi.
  • karang merupakan tempat persembunyian dan tempat perkembangbiakan ikan.
  • Beberapa kerangka tubuh Coelenterata dapat membentuk karang pantai.

Siklus dan Daur Hidup Cnidaria

Bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air. Kemudin pada Coelenteratajug dapat hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air.   Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.

Jelaskan Reproduksi Cnidaria!

Dalam berkembangnya Coelenterata yakni terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas.   Dalam tunas terdapat Coelenterata yang membentuk seperti polip.Yang mana tunas tersebut tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni.

Cnidaria dalam bentuk polip menetap pada suatu tempat dan tidak dapat bergerak bebas. Dan ia mempunyai kehidupan secara soliter (sendiri-sendiri), namun ada juga yang hidupnya berkelompok dan membangun suatu koloni yang menyatu sebab bagian suboralnya bersambungan satu sama lain. Sekilas, bentuknya menyerupai tumbuhan yang bercabang-cabang.

Cnidaria dalam bentuk medusa dapat bergerak bebas atau. berenang, bentuknya menyerupai payung/lonceng. Medusa dapat melakukan reproduksi secara seksual.

Cnidaria dalam fase polip mengalami polimorfisme. ialah merupakan beberapa bentuk berbecx yang dikendalikan secara genetika, tidak berkesinambungan dan tidak bersegregasi. Pol ip untuk makan disebut gastrozooid. Polip untuk perkembangbiakan disebut gonozooid. Polip untuk pertahanan disebut daktilozooid.

Cnidaria

Fungsi Cnidaria

Pada jenis Coelenterata ini dimana mereka mempunyai susunan tubuh yang berbentuk simetri radial, yakni dengan bagian yang sama dan didistribusikan dengan secara merata pada suatu lingkaran dengan mempunyai poros tengah.

Kemudian pada jenis hewan ini tidak mempunyai kepala dan juga segmen tubuh. Selain itu dibagian atas tubuhnya ada sebuah tulang mulut (ostium) yang dikelilingi oleh tentakel.

Kemudian pada tentankel tersebut mempunyai bentuk seperti lengan dan jumlahnya sangat bergantung dengan spesiesnya.

Selanjutnya pada bagian permukaan tentakel tersebut ada sebuah kapsul knidoblas yang terkandung racun, selain itu di dalamnya juga terdapat sebuah sel nematokis yang dapat menyengat dan bisa mengeluarkan racun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *