Penyebab mata astigmatisma dan rabun senja

Mata merupakan salah satu panca indra yang fungsinya besar sekali, dan kadang mengalami ganggaun, misalnya astigmatisma dan rabun senja. Artikel berikut ini akan memberikan penjelasan tentang penyebab astigmatisma dan rabun senja.

Apa itu Astigmatisme?

Astigmatisme merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh cacat pada lengkungan lensa atau kornea. Kondisi ini dapat mengakibatkan pandangan menjadi terdistorsi atau kabur. Astigmatisme umumnya muncul saat lahir, tetapi bisa juga disebabkan oleh cedera yang dialami oleh mata di kemudian hari atau sebagai komplikasi dari operasi mata.

Ketajaman penglihatan pada berbagai jangkauan jarak akan berkurang. Hal tersebut dapat dialami oleh pengidap rabun jauh atau disebut juga miopia dan rabun dekat atau disebut hioermetropi. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, astigmatisme dapat menimbulkan sakit kepala dan mata lelah, apalagi jika menggunakan mata dalam waktu yang lama.

Apa Penyebab Astigmatisme?

Astigmatisme adalah disebabkan oleh lensa atau kornea yang tidak mulus, sehingga mengakibatkan cahaya yang masuk ke mata jadi tidak fokus saat diteruskan ke retina. Oleh sebab itu, pandangan yang dihasilkan mata menjadi buram.

Berdasarkan penyebabnya, astigmatisme dibedakan menjadi dua jenis:

  • Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat pada kornea mata disebut astigmatisme korneal.
  • Astigmatisme yang disebabkan oleh cacat pada lensa mata disebut astigmatisme lentikular.

Sebutkan 9 Gejala Astigmatisme

  • Distorsi penglihatan, misalnya melihat garis lurus tampak miring.
  • Pandangan yang samar atau tidak fokus.
  • Sulit melihat saat malam hari.
  • Mata sering tegang dan mudah lelah.
  • Sering menyipitkan mata saat melihat sesuatu.
  • Sensitif terhadap sorotan cahaya (fotofobia).
  • Kesulitan membedakan warna yang mirip.
  • Penglihatan ganda (pada kasus astigmatisme yang parah).
  • Pusing atau sakit kepala.

penyebab mata astigmatisma dan rabun senja

Pengertian rabun senja

Rabun senja (nyctalopia) adalah gangguan penglihatan dimana seseorang tidak mampu melihat dengan baik saat sore menjelang malam hari atau saat penerangan mulai meredup. Rabun senja sering dialami oleh para pengendara kendaraan yang usianya sudah tua, tapi bisa juga terjadi di semua usia.

Meskipun disebut sebagai rabun senja, tidak berarti bahwa seseorang benar–benar tidak bisa melihat saat sore menjelang malam hari. Kebanyakan orang yang mengalami nyctalopia sulit untuk membedakan antara objek satu dengan lainnya saat malam hari. Mereka hanya bisa melihat halo (lingkaran cahaya) di sekeliling lampu atau sumber cahaya lainnya saat malam hari.

Apa penyebab rabun senja?

  1. Miopi atau rabun jauh
  2. Usia. Saat bertambah usia, pupil mata tidak bisa berdilatasi atau melebar saat gelap dengan maksimal. Hal ini bisa mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata kita. Pertambahan usia juga membuat kornea mata menjadi sedikit lebih terang, sehingga jumlah cahaya yang masuk ke mata jadi meningkat. Hal–hal ini dapat semakin menyulitkan seseorang untuk membedakan objek saat malam hari.
  3. Katarak. Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan pandangan jadi kabur. Hal ini menyebabkan mata sulit untuk melihat objek dengan jelas. Katarak bisa menghambat penglihatan saat menyetir di malam hari.
  4. Retinopati diabetik. Penyakit ini melibatkan bagian belakang mata karena penyakit diabetes (kencing manis). Retinopati diabetik bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang cukup parah. Kondisi ini pula yang menjadi penyebab utama kebutaan akibat gangguan retina pada orang dewasa usia 20-64 tahun.
  5. Presbiopi. Presbiopi menyebabkan mata jadi sulit fokus dan mengatur perubahan cahaya yang masuk ke mata. Presbiopi juga bisa menyebabkan orang tua mengalami kesulitan saat menyetir di malam hari atau hujan.
  6. Glaukoma. Glaukoma adalah peningkatan tekanan pada mata yang bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan perifer. Tanpa penglihatan perifer, mata sulit untuk melihat segala hal di sekeliling anda, terutama saat menyetir.
  7. Retinitis pigmentosa. Retinitis pigmentosa terjadi akibat akumulasi pigmen gelap dalam retina, sehingga menyebabkan terbentuknya tunnel vision (penglihatan terbatas seperti terowongan). Kondisi ini seringnya mempengaruhi individu berusia di bawah 30 tahun. Memburuknya penglihatan pada malam hari adalah salah satu gejala awal dari retinitis pigmentosa.
  8. Komplikasi akibat operasi mata LASIK. Meskipun jarang terjadi, pasien yang menjalani operasi mata LASIK bisa mengalami gangguan penglihatan saat malam hari pasca operasi. Keluhan utama yang paling sering terjadi adalah melihat sinar yang menyilaukan atau halo di sekitar cahaya/ lampu di malam hari.
  9. Pengobatan glaukoma yang bekerja untuk mengecilkan pupil.
  10. Defisiensi (kekurangan) nutrisi. Defisiensi vitamin A and zinc juga bisa berkontribusi terhadap terjadinya rabun senja. Walaupun jarang terjadi, kekurangan asupan vitamin A dalam makanan bisa mempengaruhi penglihatan saat malam hari. Zinc membantu tubuh untuk menyerap vitamin A sehingga tanpa zinc, penyerapan vitamin A menjadi tidak terlalu efektif.
  11. Paparan sinar matahari. Tanpa perlindungan mata yang tepat, paparan sinar matahari bisa menyebabkan gangguan penglihatan saat malam hari yang bersifat sementara, yaitu kurang lebih dua hari. Penggunaan kacamata hitam yang melindungi diri dari sinar UVA dan UVB bisa mencegah rabun senja akibat hal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *