Pengertian dan Karakteristik Bakteriofag

Pengertian bakteriofag adalah virus yang menyerang bakteri, Bakteriofag ditemukan oleh Twort (1916) dan d’herlle (1917).

Bakteriofag sendiri ditemukan pada 1915 oleh ilmuwan Inggris bernama Frederick Twort, lalu seorang peneliti mikrobiologis dari Perancis yang bernama Felix d’Herelle menemukan sebuah virus yang berfungsi untuk membunuh virus atau bakteri penyebab penyakit Disentri tahun 1917. Kemudian dua nama tersebut menjadi pelopor ditemukannya virus bakteriofag.

Kinerja dari Bakteriofag sendiri seperti bakteri baik, yaitu melindungi organ tubuh kita dari ancaman virus atau bakteri jahat. Sejauh ini beberapa bakteriofag terdapat di lapisan selaput lendir organ pencernaan, pernafasan hingga reproduksi. Menurut penelitian, virus baik yang ada di bagian lendir tersebut adalah bagian dari sistem kekebalan alami tubuh yang melindungi dari bakteri penyakit.

Sumber dari bakteriofag untuk terapi diambil dari air, kotoran, udara, limbah dan bahkan cairan tubuh dari pasien yang terinfeksi. Virus yang terdapat disana kemudian diisolasi dari sumber-sumber ini, kemudian dimurnikan dan hasilnya digunakan untuk pengobatan. Lalu penggunaan bakteriofag sendiri dalam pengobatan sekarang mampu menarik minat tersendiri karena mampu sembuhkan infeksi yang kebal terhadap obat biasa.

Beberapa virus yang termasuk bakteriofag terbukti mampu membantu memerangi virus atau bakteri jahat yang menjadi penyebab penyakit. Salah satunya adalah Pegivirus C atau GBV-C yang diinfeksikan ke tubuh manusia tapi tak menimbulkan dampak apa-apa terhadap tubuh. Konon menurut penelitian, pengidap HIV ketika terinfeksi virus GBV-C mampu bertahan hidup lebih lama dibanding yang tidak terinfeksi.

Virus tersebut memperlambat perkembangan penyakit dengan memblokir reseptor inang yang diperlukan untuk masuknya virus ke dalam sel, dan mendorong pelepasan interferon dan sitokin pendeteksi virus (protein yang diproduksi oleh sel darah putih yang mengaktifkan peradangan dan pengangkatan sel atau patogen yang terinfeksi).

Dalam contoh lain, norovirus diperlihatkan untuk melindungi usus tikus ketika mereka diberi antibiotik. Bakteri pelindung usus yang terbunuh oleh antibiotik membuat tikus rentan terhadap infeksi usus. Tetapi dengan tidak adanya bakteri baik, norovirus ini mampu melindungi inang mereka.

Sekarang bakteriofag dikembangkan dengan rekayasa genetis yang mana masing-masing virus diuji kepada bakteri yang menjadi targetnya. Kemudian virus yang efektif dalam membunuh bakteri dimurnikan menjadi konsentrat yang kemudian disimpan sebagai stok bakteriofag.

Teknologi modern telah memungkinkan kita untuk lebih memahami tentang kompleksitas komunitas mikroba yang merupakan bagian dari tubuh manusia. Selain bakteri baik, kita sekarang tahu ada virus menguntungkan yang ada di usus, kulit dan bahkan darah lewat hadirnya bakteriofag.

Perbedaan Bakteriofag dengan virus

Perbedaan dengan virus ialah bahwa virus hidup dan berkembang biak dalam organisme yang multiseluler, sedangkan bakteriofag hidup dan berkembang biak dalam organisme yang uniseluler.

Jelaskan ciri dan karakteristik Bakteriofag!

Bakteriofag sama seperti virus pada umumnya yang dapat hidup luas di alam. Bentuknya juga hampir sama, yaitu terdiri atas sebuah inti asam nukleat yang dikelilingi olehselubung protein. Virus ini mempunyai ekor yang digunakan untuk melewatkan asam nukleatnya ketika menginokulasi sel inang.

Bakteriofag Kenyataannya virus ada di mana-mana, terbukti sering terjadi mewabahnya suatu penyakit yang tidak mengenal daerah tertentu. Dengan demikian, virus ini sama seperti virus pada umumnya yang dapat hidup luas di alam. Bentuknya juga hampir sama seperti virus, yaitu terdiri atas sebuah inti asam nukleat yang dikelilingi oleh selubung protein. Virus ini mempunyai ekor yang digunakan untuk melewatkan asam nukleatnya ketika menginokulasi sel inang.

6 ciri umum dan karakteristik bakteriofag adalah:

  1. Bakteriofag memiliki ukuran yang sangat kecil berkisar antara 0,05 mm – 0,2 nm saja, sehingga untuk melihatnya memerlukan alat bantuan seperti mikroskop.
  2. Memiliki bentuk yang bervariasi seperti bulat, bola, batang, berserabut, panjang, dan lain sebagainya.
  3. Tubuh bakteriofag tersusun atas selubung dan bahan inti. Bahan inti dapat berupa Ribonucleic acid (RNA) atau Deoxiri bonucleic acid (DNA).
  4. Bakteriofag tidak memiliki membrane dan organel-organel lainnya yang bertugas untuk kelangsungan hidup.
  5. Hanya dapat bereproduksi ketika berada didalam sel tubuh atau organisme lain.
  6. Dapat di kristalkan

Jelaskan Struktur Bakteriofag!

Bakteriofag adalah organisme kecil seperti virus yang menginfeksi bakteri. Mereka terdiri dari kapsul protein di sekitar gen RNA atau DNA.

Struktur bakteriofag dapat mencakup berbagai karakteristik untuk menginfeksi sel inang. Banyak bakteriofag memiliki pohon sentral dan aksesori mirip kaki. Fiksasi bagian ke bakteri, dan bahan genetik disuntikkan melalui pohon ke dalam sitoplasma sel inang, di mana ia melipat dan menyusun kembali keturunan.

bakteriofag

Anteseden pertama dari pendeteksiannya terjadi pada tahun 1913 dan itu adalah ahli bakteriologi kelahiran Inggris, Frederick William Twort, yang akan berbicara untuk pertama kalinya dari agen-agen ini yang mampu menginfeksi bakteri, namun, ia tidak dapat memastikannya secara pasti meskipun jika itu adalah mendekati kemungkinan virus.

Sementara itu, pada tahun 1917, Félix d’Herelle, seorang ahli mikrobiologi Kanada, memeriksa virus yang menyerang dan melepaskan parasit pada bakteri dan menamainya seperti yang kita sebut hari ini: bacteriophage.

Perlu disebutkan bahwa bakteriofag mampu menyebabkan apa yang dikenal sebagai siklus reproduksi virus atau siklus lisogenik dan sangat sedikit yang dapat menghasilkan kedua siklus pada saat yang sama.

Yang pertama terdiri dari fase-fase berikut: fiksasi, penetrasi, pengembangan, sintesis, perakitan dan rilis. Sementara di yang lain, virus menempel pada dinding bakteri dengan serangkaian proses penetrasi dan penahan dan akhirnya memperkenalkan asam nukleatnya di dalam bakteri.

Terapi fag telah digunakan sejak pertengahan abad terakhir untuk mengobati beberapa infeksi bakteri.

Bakteri adalah mikroorganisme bersel tunggal yang sangat kecil yang memiliki berbagai bentuk. Mereka tidak memiliki inti atau organel membran di dalam dan mereka bergerak. Perlu dicatat bahwa bakteri adalah organisme tertua dan paling masif di planet ini dan dapat ditemukan hampir di mana-mana, hangat, dingin, air dingin, habitat air panas dan bahkan di luar angkasa itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *