Pengertian dan ciri spektral, spasial, temporal

Ciri spektral merupakan ciri yang dihasilkan dari interaksi antara energi elektromagnetik dengan objek, biasanya ciri spektral di nyatakan dalam bentuk rona atau tingkat kecerahan suatu objek.

Ciri spasial merupakan ciri yang berkaitan dengan ruang yang meliputi bentuk, ukuran, asosiasi, situs, tekstur, pola.

Ciri temporal merupakan kaitan dengan waktu perekaman, misalnya sungai waktu kemarau akan memiliki rona gelap sedangkan saat penghujan ronanya cerah.

Apa Pengertian Spektral?

Spektral adalah hasil interaksi antara energi elektromagnetik (EM) dengan suatu objek. Objek yang terdapat di permukaan bumi memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya (khas).

Tiap objek memiliki sifat daya serap yang berbeda-beda, ada yang daya serapnya (absorpsi) terhadap EM tinggi dan pantulannya rendah, sebaliknya ada pula objek yang mempunyai daya serap yang rendah dan daya pantulnya tinggi.

Jelaskan Ciri dan Contoh Spektral!

Ciri spektral merupakan ciri yang dihasilkan dari interaksi antara energi elektromagnetik dengan benda. Ciri spektral dan contohnya pada hakekatnya dapat dinyatakan dengan rona (tingkat kecerahan) dan warna-warna yang membentuknya.

  • Rona yaitu tingkat Kecerahan/kegelapan objek pada citra.
  • Warna yaitu wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit.

Contohnya adalah warna putih pada arti air sungai, menunjukkan bahwa sungai tersebut dangkal dan keruh, sedangkan warna gelap, menunjukkan bahwa sungai tersebut dalam.

Apa itu ciri spasial?

Ciri Spasial adalah ciri yang berkaitan dengan ruang, yang meliputi bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, situs, dan asosiai.

Ciri keruangan dapat ditafsirkan/diterjemahkan sebagai berikut :

  • Bentuk : bentuk wilayah hutan itu beraturan atau persebaranya tidak teratur.
  • Ukuran : secara keseluruhan berbentuk empat persegi panjang, segitiga, atau belah ketupat, maka denagan skala dapat dihitung luasnya secara global.
  • Bayangan : lereng curam, landai, sedang kelebatan hutan dicirikan menurut rona dan warna.
  • Pola : areal hutan umumnya berpolatidak beraturan. Walaupun tidak beraturan dapat ditafsirkan karena citra foto tersebut merekam kenampakan seperti sungai.
  • Tekstur : masing-masing kenampakan hutan memiliki tekstur berbeda-beda. Hutan hujan tropis bertekstur kasar. Hutan homogen dan hutan belukar bertekstur sedang. Semak, sabana, dan stepa bertekstur halus.
  • Situs : situs hutan hujan tropis ditanah miring, situs hutan rawa di daerah berair, situs hutan bakau di daratan pantai berair payau. Situs sabana, stepa, dan gurun di pedalaman pulau/benua atau di daerah baying–bayang hujan.
  • Asosiasi : setiap jenis hujan mempunyai ciri-ciri tertentu yang khas, sehingga penganalisis memerlukan ketajaman pembacaan yang luas.

Jelaskan apa itu Ciri temporal!

Ciri temporal adalah yang bertalian dengan waktu atau saat perekaman dan umur benda.

  • Waktu : Air pada citra foto kenampakannya gelap pada musim kemarau, tetapi cerah pada musim hujan. Bentang pesawahan yang baru ditanam bibit padi knampakannya gelap pada musim kemarau, karena radiasi matahari banyak terserap oleh air, sehuingga pantulannya kecil.
  • Umur : Lereng lembah muda dibedakan dengan lereng kembah tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *