Mengapa Belanda melakukan blokade ekonomi Indonesia

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, admin akan memberikan penjelasan mengenai alasan apa saja yang membuat Belanda melakukan blokade ekonomi terhadap Indonesia pada awal kemerdekaan.

3 alasan Belanda melakukan blokade ekonomi Indonesia pada awal kemerdekaan adalah:

  • Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan – tindakan yang dilakukan oleh orang bukan Indonesia
  • Untuk mencegah dimasukkannya senjata dan peralatan militer ke Indonesia
  • Mencegah dikeluarkannya hasil – hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya.

Tujuan Belanda melakukan blokade ekonomi Indonesia pada awal kemerdekaan adalah:

  • Agar terjadi kerusuhan sosial karena rakyat tidak percaya kepada pemerintahan Indonesa dan Belanda dapat dengan mudah berkuasa kembali di Indonesia.
  • Perekonomian Indonesia mengalami kekacauan
  • Menekan Indonesia dengan harapan bisa dikuasai Belanda kembali

 

Perekonomian Indonesia diawal kemerdekaan masih sangat kacau balau dikarenakan belum adanya yang mengatur kemerdekaan dengan baik, dimana belum ada pejabat yang mengatur mengenai perekonomian Indonesia. Indonesia masih belum memiliki ekonomi keuangan yang mantap. Hal tersebut diperburuk akibat pengeluaran pembiayaan perang Jepang sebelum kemerdekaan.

Sementara Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan masih melakukan pergolakan politik yang menghambat dalam bidang ekonomi. Belanda pun melakukan blockade ekonomi terhadap Indonesia. Blockade tersebut dilakukan dengan menutup pintu keluar masuk perdagangan terutama yang melalui jalur laut, pelabuhan-pelabuhan dijaga dan ditutup oleh Belanda. Blockade belanda ini terjadi mulai November 1945.

Apa usaha Indonesia untuk menembus blokade ekonomi Belanda:

1. Diplomasi Beras ke India

Usaha ini lebih bersifat politis daripada ekonomis. Ketika terdengar berita bahwa rakyat India sedang ditimpa bahaya kelaparan, pemerintah RI segera menyatakan kesediaannya untuk membantu pemerintah India dengan mengirimkan 500.000 ton beras, dengan harga sangat rendah.

Pemerintah bersedia melakukan hal ini karena diperkirakan pada musim panen tahun 1946 akan diperoleh surplus sebesar 200.000 sampai 400.000 ton. Sebagai imbalannya pemerintah India menjanjikan akan mengirimkan bahan pakaian yang sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia. Keuntungan politik yang diperoleh oleh pemerintah RI adalah dalam forum internasional India adalah negara Asia yang paling aktif membantu perjuangan kemerdekaan RI.

2. Mengadakan Hubungan Dagang Langsung ke Luar Negeri

Usaha untuk membuka hubungan langsung ke luar negeri, dilakukan oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Diantara usaha-usaha tersebut adalah sebagai berikut :

a. Mengadakan kontak hubungan dengan perusahaan swasta Amerika (Isbrantsen Inc.). Usaha ini dirintis oleh BTC (Banking and Trading Corporation), suatu badan perdagangan semi-pemerintah yang dipimpin oleh Dr. Sumitro Djojohadikusumo dan Dr. Ong Eng Die.

Dalam transaksi pertama pihak Amerika Serikat bersedia membeli barang-barang ekspor dari Indonesia seperti gula, karet, teh, dan sebagainya. Kapal Isbrantsen Inc. yang masuk ke pelabuhan Cirebon adalah kapal Martin Behrmann yang mengangkut barang-barang pesanan RI dan akan memuat barang-barang ekspor dari RI. Akan tetapi kapal itu dicegat oleh kapal Angkatan Laut Belanda dan diseret ke pelabuhan Tanjung Priuk dan seluruh muatannya disita.

b. Menembus blokade ekonomi Belanda di Sumatera dengan tujuan Singapura dan Malaysia. Oleh karena jarak perairan yang relatif dekat, maka usaha ini dilakukan dengan perahu layar dan kapal motor cepat. Usaha ini secara sistimatis dilakukan sejak tahun 1946 sampai dengan akhir masa Perang Kemerdekaan. Pelaksanaan penembusan blokade ini dilakukan oleh Angkatan Laut RI dengan dibantu oleh pemerintah daerah penghasil barang-barang ekspor.

Sejak awal tahun 1947, Pemerintah RI membentuk perwakilan resmi di Singapura yang diberi nama Indonesia Office (Indoff). Secara resmi Indoff ini merupakan badan yang memperjuangkan kepentingan politik di luar negeri, namun secara rahasia juga berusaha menembus blokade dan usaha perdagangan barter.

Kementerian Pertahanan juga membentuk perwakilannya di luar negeri yang disebut Kementerian Pertahanan Usaha Luar Negeri (KPLULN) yang dipimpin oleh Ali Jayengprawiro. Tugas pokok badan ini adalah membeli senjata dan perlengkapan Angkatan Perang. Sebagai pelaksana upaya menembus blokade ini yang terkenal adalah John Lie, O.P. Koesno, Ibrahim Saleh dan Chris Tampenawas.

Selama tahun 1946 pelabuhan di Sumatera hanya Belawan yang berhasil diduduki Belanda. Karena perairan di Sumatera sangatlah luas, maka pihak Belanda tidak mampu melakukan pengawasan secara ketat. Hasil-hasil dari Sumatera terutama karet yang berhasil diselundupkan ke luar negeri, utamanya ke Singapura, mencapai jumlah puluhan ribu ton.

Blokade Ekonomi

Pengertian blokade

Blokade adalah upaya untuk memotong pasokan, bahan perang atau komunikasi dari daerah tertentu dengan paksa, baik sebagian atau seluruhnya. Blokade tidak boleh disamakan dengan embargo atau sanksi , yang merupakan hambatan hukum untuk berdagang.

Ini juga berbeda dari pengepungan karena blokade biasanya diarahkan ke seluruh negara atau wilayah, bukan benteng atau kota. Sementara sebagian besar blokade secara historis terjadi di laut, blokade masih digunakan di darat untuk mencegah seseorang masuk ke wilayah tertentu.

Pengertian blokade ekonomi

Blokade Ekonomi adalah pengepungan (penutupan) sistem ekonomi pada suatu daerah, kawasan, tempat atau negara sehingga berbagai macam kegiatan ekonomi tersebut dapat berlangsung dengan bebas untuk kepentingan militer dalam peperangan melawan musuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *