Jelaskan pautan seks

Sejarah Pautan seks awalnya ditemukan oleh seorang genetikawan asal Amerika Serikat yang bernama Thomas Hunt Morgan. Pautan seks menjadi penyebab suatu sifat warisan hanya muncul pada jenis kelamin tertentu bergantung pada di mana gen-gen itu terpaut atau terikat. Pautan seks adalah bisa terjadi pada hampir semua organisme termasuk manusia dan hewan.

Kromosom seks manusia dan beberapa hewan dibedakan menjadi kromosom X dan Y. Individu jantan memiliki kromosom XY, sedangkan individu betina memiliki kromosom XX. Dalam kromosom seks tersebut terdapat gen-gen yang mempengaruhi jenis kelamin individu.

Kromosom Y berukuran sangat kecil dan berisi gen-gen yang mempengaruhi kelamin jantan. Sedangkan kromosom X berukuran besar, selain berisi gen yang mempengaruhi kelamin juga berisi gen-gen lain yang mempengaruhi sifat tubuh. Gen-gen yang mempengaruhi sifat tubuh yang terpaut dalam kromosom seks ini disebut dengan pautan seks.

Gen-gen yang terpaut pada kromosom X memiliki pola khusus dalam pewarisannya. Laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, hal ini menyebabkan satu gen resesif yang terdapat dalam kromosom X dapat langsung muncul sebagai sifat tubuh. Berbeda dengan wanita yang memiliki dua kromosom X, gen resesif hanya akan muncul dalam keadaan homozigot (kedua kromosom membawa gen resesif).

Pautan seks pada manusia

  • Hemofilia, Hemofilia merupakan penyakit genetik yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan perdarahan ketika terluka akibat kurangnya faktor pembekuan darah. Hemofilia ditentukan oleh gen h yang terpaut pada kromosom X. Hemofilia hanya dijumpai pada laki-laki karena gen ini bersifat letal terhadap perempuan. Meskipun demikian, bagi perempuan, ia akan menjadi carrier (pembawa sifat) dan akan menurunkannya kepada anak laki-lakinya.
  • Hipertrikosis, Hipertrikosis adalah suatu penyakit genetik yang mengakibatkan penderitanya mengalami pertumbuhan rambut yang tidak normal di area tubuh tertentu. Hipertrikosis ditentukan oleh gen h yang terpaut pada kromosom Y, sehingga penyakit ini hanya terjadi pada pria.

Pautan seks pada hewan

  • Warna mata pada lalat buah (Drosophila melanogaster),Gen pautan seks pada lalat buah adalah gen penentu warna mata. Lalat buah normal akan memiliki warna mata berwarna merah yang dipengaruhi oleh gen dominan W yang terpaut pada kromosom X. Sementara itu, alelnya yaitu gen w akan mempengaruhi warna mata putih dan bersifat resesif.
  • Warna bulu pada kucing, Pautan seks pada kucing terdapat pada gen yang menentukan warna bulu kucing. Gen ini terpaut pada kromosom X dan menimbulkan warna hitam atau coklat. Kucing jantan dapat memiliki bulu berwarna hitam atau coklat dengan kombinasi warna putih. Hal ini karena kucing jantan hanya memiliki satu kromosom X yang berisi gen warna hitam atau coklat saja. Sementara itu, kucing betina dapat memiliki bulu dengan kombinasi warna hitam, coklat, dan putih. Hal ini karena kucing betina memiliki dua buah kromosom X dengan kemungkinan masing-masing kromosom berisi gen yang berbeda, yaitu hitam dan coklat.

Sifat Terpaut Seks

Sifat terpaut seks adalah sifat-sifat yang diturunkan oleh induk pada keturunannya yang terpaut oleh kromosom seks dan sangat berhubungan dengan gen-gen yang terdapat pada kromosom seks tersebut, baik pada gen dominan maupun resesif. Oleh karena itu, suatu sifat yang diturunkan induk pada keturunannya dapat ditentukan oleh kromosom seks induknya dan berkaitan dengan jenis kelamin keturunannya.

Pautan seks pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Hunt Morgan berdasarkan eksperimennya pada sifat warna mata pada lalat buah (Drosophilla melanogaster) dimana warna merah berupa gen dominan W pada mata lalat buah terpaut kromosom X dan tidak berhubungan dengan kromosom Y.

Contoh penyakit pautan seks

Contoh dari pautan seks ini adalah penyakit hemofilia pada manusia. Hemofilia merupakan penyakit darah sukar membeku yang diturunkan oleh kromosom X dengan sifat resesif dan hanya muncul pada laki-laki. Hal ini terjadi karena pada laki-laki hanya mengandung satu kromosom X sehingga penyakit ini akan terekspresi, berbeda dengan perempuan yang memiliki dua kromosom X

Contoh dari pautan seks ini adalah penyakit hemofilia pada manusia. Hemofilia merupakan penyakit darah sukar membeku yang diturunkan oleh kromosom X dengan sifat resesif dan hanya muncul pada laki-laki. Hal ini terjadi karena pada laki-laki hanya mengandung satu kromosom X sehingga penyakit ini akan terekspresi, berbeda dengan perempuan yang memiliki dua kromosom X.

Pautan seks ini juga terjadi pada kucing dimana kromosom X pada kucing membawa sifat warna rambut hitam dan coklat. Kondisi ini menyebabkan pada kucing jantan hanya memiliki dua kombinasi warna yaitu hitam atau coklat dengan putih, sedangkan pada betina dapat memiliki kombinasi ketiga warna tersebut. Hal ini terjadi karena pada betina terdapat dua kromosom X yang homolog yang masing-masing memiliki kemungkinan untuk mengandung jenis gen penentu warna yang berbeda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *