Fungsi pipet gondok dan pipet volumetrik

Fungsi pipet gondok adalah untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai ukuran pipet gondok, sedangkan fungsi pipet volumetrik adalah untuk mengambil cairan dengan volume tertentu dengan ketelitian lebih tinggi.

Pipet volume atau pipet gondok adalah salah satu alat ukur kuantitatif dengan tingkat ketelitian tinggi, ditandai dengan bentuknya yang ramping pada penunjuk volume dan hanya ada satu ukuran volume.

Apa yang dimaksud pipet volume?

Pipet volume digunakan untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah yang lain, biasanya untuk memindahkan larutan baku primer atau sample pada proses titrasi. Pemindahan cairan dapat dilakukan secara manual dengan disedot menggunakan mulut atau menggunakan piller.

Apa yang dimaksud pipet volumetri ?

Pipet volumetri adalah alat untuk mengukur volume cairan dalam skala yang kecil. Pipet harus ditera dulu sebelum digunakan agar cairan yang dikeluarkan dari pipet tersebut keluar tepat secara kuantitatif. Namun walaupun demikian, hasil dari pemipetan tersebut tidaklah tepat 100%, pasti terdapat kesalahan yang namanya galat.

Pipet Gondok

Jelaskan Bentuk Pipet Volume!

Pipetsendiri adalah sebuah alat yang mempunyai bentuk silinder dan cukup panjang. Jika diamati lebih lanjut bentuk pipet akan menyerupai bentuk sedotan minuman. Umumnya terbuat dari bahan gelas atau beling dan transparan.

Umunya juga alat ini menggunakan satuan ukur mililiter atau ml. Sehingga dengan bentuk dan ukuran tersebut pipet sangat cocok dan sangat membantu proses pengujian tertentu yang membutuhkan tingkat keakuratan tinggi. Jenis pipet sebenarnya cukup bermacam macam oleh karena itu sangat penting untuk memahami jenis dan juga kegunaannya agar tidak salah pakai dan mengakibatkan kegagalan dalam proses pengujian.

Apa Fungsi Pipet Volume?

Fungi pipet volume adalah untuk memindahkan cairan-cairan yang digunakan dalam proses pengujian dengan jumlah mulai sangat kecil hingga ukuran lainnya yang diinginkan sang penguji.

Caranya adalah dengan menyedot cairan yang akan dipindahkan dengan menggunakan mulut secara perlahan lahan. Sehingga sangat penting sekali untuk selalu ingat saat menggunakan alat ini harus cukup berhati hari terutama saat akan memindahkan berbagai jenis cairan yang berbahaya.

Pipet Volume sangat penting digunakan dalam pengujian pengujian biologi, seperti biologi molekular, dan juga pengujian pengujian kimia yang masuk dalam bagian kimia analitik.

Tidak hanya disitu saja, namun berbagai praktek ilmu kedokteran juga membutuhkan pipet volume. Alat ini umumnya dibuat dengan bahan bahan yang transparan, dan sangat membantu dalam memindahkan berbagai macam jenis cairan dan zat cair lainnya.

Bagaimana Cara Menggunakan Pipet Gondok?

Sebelum menggunakan pipet gondok atau biasa disebut juga sebagai pipet volume, kita harus memastikan pipetnya kering dan bersih. Kemudian sediakan bola isap yang baik dan pasangkan ke atas pipet. Coba ujung pipet ke bagian dalam bola isap sehingga pipet tidak mudah lepas dari bola isap.

Untuk menyedot cairan, kita harus memeras uruf A yang ditemukan pada bola isap, sementara untuk melepaskan cairan, kita cukup menekan tombol E pada bola isap. Pastikan cairan tersebut harus sesuai dengan garis batas cairan.

Hal ini tentu berbeda dengan cara penggunaan pipet tetes. Pertama bola karet yang berada di atas pipet diperas dan dipegang kemudian dimasukkan ke dalam cairan. Ketika pipet dimasukkan, tekan bola karet dan lepaskan dan angkat pipet dari cairan dan transfer ke wadah lain. Untuk pindah ke wadah lain kita hanya perlu memeras karet kembali di atas pipet perlahan-lahan, mengambil cairan ini sesuai kebutuhan.

Dan tentunya penggunaan pipet gondok juga berbeda dengan pipet pengukur. Pipet pengukur memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah daripada pipet volume. Pipet pengukur dapat digunakan untuk memindahkan sejumlah besar larutan. Cara menggunakannya sama dengan pipet seukuran anak yatim dengan menggunakan bola isap.

Sebutkan 5 macam dan jenis pipet beserta fungsinya!

  1. Pipet atau Chemical Dropper, adalah pipet yang berfungsi sebagai alat untuk memindahkan sejumlah zat cair. Piper sendiri memiliki tingkat presisi dan tingkat akurasi yang tinggi. Dalam pembuatannya, pipet ini terbagi menjadi dua jenis, yakni mikropiper yang memiliki ukuran sangat kecil hingga kecil. Kemudian yang kedua adalah jenis makro yang memiliki ukuran serta volume cairan lebih besar jika dibandingkan dengan jenis mikro.
  2. Pipet Ukur, adalah jenis pipet volume yang memiliki ukuran paling besar yakni mencapai 50 ml. Fungsinya utamanya sebenarnya masih sama, yakni untuk memindahkan berbagai macam jenis larutan dalam proses uji coba.
  3. Pipet Tetes, adalah jenis pipet yang dapat memindahkan cairan setetes demi setetes dari satu wadah ke wadah lain. Cara kerjanya pun masih tak jauh berbeda dengan jenis lain, yakni dengan menyedot cairan dari wadah pertama kemudian dipindah ke wadah lain, namun dengan cara meneteskannya.
  4. Pipet Volume, adalah jenis pipet yang memiliki bentuk lain dari yang lain meskipun secara fungsi jenis pipet ini masih sama dengan jenis pipet lainnya, yakni untuk memindahkan cairan dari satu wadah ke wadah lain. Untuk bentuknya, bagian tengah pipet volume menggembung dan berguna untuk memindahkan serta mengambil cairan ataupun larutan dengan volume tertentu sesuai label volume yang ada pada bagian tengah (yang menggelembung). Pengambilan cairan menggunakan pipet volume ini bisa dilakukan secara manual, namun Anda juga bisa menggunakan bantuan alat penyedot yang disebut dengan propipet atau pipet pump.
  5. Pipet Buret, memiliki fungsi sangat akurat dalam mengukur sebuah cairan yang dikeluarkan saat proses titrasi. Jenis ini biasanya digunakan dalam sebuah uji coba yang membutuhkan akurasi tingkat tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *