Contoh bahan mudah terbakar (flammable)

Yang dimaksud dengan bahan kimia mudah terbakar adalah bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan dapat menimbulkan kebakaran. Reaksi kebakaran yang amat cepat dapat juga menimbulkan ledakan.
Bahan mudah terbakar dibagi menjadi 2 jenis yaitu Extremely Flammable (amat sangat mudah terbakar) dan Highly Flammable (sangat mudah terbakar. Bahan dengan label Extremely Flammable memiliki titik nyala pada suhu 0 derajat Celcius dan titik didih pada suhu 35 derajat Celcius.
Bahan ini umumnya berupa gas pada suhu normal dan disimpan dalam tabung kedap udara bertekanan tinggi. Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar adalah R12. Bahan dengan label Highly Flammable memiliki titik nyala pada suhu 21 derajat Celcius dan titik didih pada suhu yang tak terbatas.

Klasifikasi Bahan Mudah Terbakar dan Meledak adalah:

  • Cairan sangat mudah sekali menyala (Extreme Flammable Liquid) adalah setiap cairan yang memiliki titik nyala (Flash Point) <100 Derajat Fahrenheit (37.8 Derajat Celcius) – disebut juga cairan kelas I,  Bahan kelas I ini dibagi menjadi 3 yaitu kelas IA, IB dan IC sesuai dengan titik didihnya masing-masing.
  • Cairan Mudah Menyala (Highly Flammable) Cairan yang memiliki titik Nyala antara 100 Derajat Fahrenheit (37.8 Derajat Celcius) – 140 Derajat Fahrenheit (60 Derajat Celcius) yang disebut juga produk kelas II
  • Cairan Dapat Menyala (Flammable) Cairan yang memiliki titik Nyala diatas 140 Derajat Fahrenheit (60 Derajat Celcius) yang disebut juga produk kelas III.

Contoh bahan mudah terbakar (flammable) adalah:

  • Zat peka terhadap air (zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau uap dan cairan mudah terbakar), contohnya aseton, benzena, spirtus, dan alkohol.
  • Zat terbakar langsung, contohnya: aluminium alkil fosfor. Hindarkan zat ini dari kontak dengan udara
  • Gas amat mudah terbakar, contohnya: butana, propana. Hindarkan zat jenis ini dari campuran udara dan jauhkan dari sumber api.

Sebutkan contoh bahan kimia mudah terbakar!

  1. Asam asetat atau asam cuka (CH3COOH) adalah senyawa asam lemah yang seringkali kita temui untuk menambah rasa asam pada makanan maupun untuk penyedap makanan. Asam asetat memiliki sifat korosif terhadap besi, seng, magnesium dan logam lainnya dan asam asetat juga memiliki sifat mudah terbakar apabila suhu udara berada di atas 39˚C dan titik beku pada 16,7˚C. Baca juga mengenai contoh larutan asam.
  2. Karbon disulfida (CS2) adalah senyawa kimia yang berwarna kuning, berbau busuk serta bersifat toksin (beracun) apabila tertelan, terkena pada kulit atau mata, terutama apabila terhirup, 30 menit saja dapat menyebabkan seseorang meninggal. Karbon disulfida mudah terbakar dan mudah menguap.
  3. Aseton, adalah senyawa kimia yang pada umumnya tidak berwarna dan memiliki bau yang menyengat. Aseton seringkali digunakan dalam industri rumah tangga, kecantikan, dan sebagainya. Aseton mudah terbakar karena sama halnya dengan bensin/ petrol yang rantainya terdiri dari kandungan karbon dan hidrokarbon.
  4. Xylene (C8H10) adalah senyawa kimia yang sering kita temui sebagai salah satu bahan dari cat semprot (spray paint). Bahan inilah yang seringkali membuat kepala terasa pusing dan mual setelah beberapa lama menghirup gas ini. Maka dari itu ketika melakukan pengecatan dengan cat yang berbahan dasar xylene hendaklah kita melakukannya di tempat dengan sirkulasi udara yang baik, dan apabila didalam ruangan, maka buka ventilasi udara lebar-lebar.
  5. Etanol, Parfum yang kita gunakan setiap hari dalah contoh salah satu bahan kimia yang mudah terbakar, karena parfum mengandung etanol (C2H6O). Tidak hanya parfum, deodorant, cologne, hair spray, obat kumur, dan produk- produk rumah tangga lain juga banyak yang berbahan dasar etanol. Baca juga mengenai bahan kimia eksplosif.
  6. Klorin Triflorida (FCl3), adalah bahan kimia yang dapat dikatakan paling mudah terbakar, karena klorin triflorida dapat bereaksi dengan apapun dan tidak membutuhkan sumber api untuk dapat menyebabkan kebakaran. Klorin Triflorida pada umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar roket, keperluan militer, dsb. Baca juga mengenai bahan kimia oksidator.
  7. Bensin, adalah bahan kimia yang sering kita temui, karena bahan ini merupakan sumber energi transportasi bermotor mulai dari mobil hingga bentor (becak motor), sehingga tentu saja akan ada dimana-mana. Bensin mudah terbakar karena bensin terbentuk dari rantai yang terdiri atas karbon dan hidrokarbon yang sangat mudah berikatan dengan oksigen membentuk CO2 dan H2O serta energi panas.
  8. Spiritus, Senyawa kimia berwarna ungu yang pada umumnya digunakan sebagai bahan pembakar. Spiritus merupakan bahan pembakar sehingga tentu saja spiritus rawan terbakar, sama halnya dengan minyak tanah atau bensin. Spiritus juga dapat digunakan untuk membuat produk lain, seperti plywood, plastik, cat dan tekstil
  9. Benzena (C6H6) adalah senyawa kimia yang banyak diketahui sebagai senyawa aromatik. Senyawa aromatik adalah senyawa yang memiliki bau yang harum. Benzena merupakan senyawa yang sukar beraksi dengan senyawa kimia lainnya dan dapat dikatakan sebagai senyawa yang tidak reaktif, tetapi walaupun benzena tidak reaktif, senyawa ini mudah sekali untuk terbakar. Baca juga mengenai bahan kimia radioaktif.
  10. Asetaldehid, adalah senyawa yang sangat berbahaya bagi kesehatan apabila terhirup, tertelan, terkena pada kulit maupun mata, bahkan paparan asetaldehid dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker dan kerusakan genetik. Asetaldehid juga merupakan senyawa kimia yang sangat mudah terbakar walaupun sumber api jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *