Ciri-ciri Pyrrophyta (Ganggang Api)

Sebutkan 5 Ciri-ciri Pyrrophyta (Ganggang Api)!

  1. Pyrrophyta (Ganggang Api) Uniseluler, dapat bergerak aktip.
  2. Pyrrophyta (Ganggang Api) Selnya berdinding dan di sebelah luar sel terdapat alur, masing-masing mengandung satu flagelata.
  3. Pyrrophyta (Ganggang Api) Mempunyai plastida yang mengandung klorofil dan pigmen cokelat kekuningan.
  4. Pyrrophyta (Ganggang Api) Reproduksinya dengan membelah diri.
  5. Pyrrophyta (Ganggang Api) yang hidup di laut bersipat fosforesensi.

Struktur Tubuh Pyrrophyta

 
  • Pyrrophyta pada dasarnya adalah organisme motil uniseluler dan berflagel dua (biflagella), bewarna cokelat keemasan, serta termasuk protista fotosintetik. Meskipun warna dominan adalah cokelat keemasan, tetapi ada juga yang bewarna kuning, hijau, cokelat bahkan biru. Beberapa di antaranya tida motil, tidak memiliki flagel, ameboid, dan berserabut.
  • Sel umumnya ditutupi oleh mantel atau lempeng kaku terbuat dari selulosa yang tersusun artistik seperti pahatan. Susunan lempeng ini disebut dengan armor plate atau lempeng baju baja.
  • Dinoflagelata memiliki dua celah atau alur yaitu alur longitudinal (membujur) yang disebut sulcus (sulkus) dan alur melingkar (melintang) yang dikenal sebagai cingulum atau anulus atau korset.
  • Dua flagela pada Dinoflagelata berbeda (heterokon), yaitu flagel transversal dan flagel longitudinal. Flagela longitudinal lebih kecil dan halus serta mengarah ke posterior dan terletak pada sulcus. Sedangkan flagela transversal berbentuk seperti pita dan terletak pada cingulum. Dua jenis flagel ini bergerak dalam arah yang berbeda sehingga mengakibatkan terjadinya pusaran air saat Dinoflagellata bergerak.
  • Nukleus berukuran besar dan dinamakan mesokaryon oleh Dodge (1966). Bagian kromosom tidak memiliki histon atau RNA.
  • Plastida atau kromatofor memiliki klorofil a dan klorofil c.
  • Vesikula terletak di bagian bawah memberan sel.
  • Vakuola non-kontraktil yang disebut pusule terletak di dekat dasar flagella. Pusule ini berguna untuk mengapung di permukaan air dan osmoregulasi. Pada Dinoflagelata tidak ditemukan vakuola kontraktil.

4 jenis ganggang api penghasil racun adalah:

  • Pfiesteria menghasilkan racun yang menyebabkan kerusakan sistem saraf (neurotoksin). Neurotoksin dapat menyebabkan kematian ikan, udang, kepiting, dan burung. Manusia akan mengalami gangguan kesehatan apabila mengonsumsi produk laut yang terkontaminasi neurotoksin.
  • Gymnodinium breve menghasilkan racun brevetoksin atau gymnocin A yang menyebabkan keracunan dengan gejala pusing, muai, muntah, dan ataksia (gangguan koordinasi gerakan otot).
  • Lingulodium polyedrum dan Gonyaulax menghasilkan racun saksitoksin yang dapat menyebabkan muntah, diare, hingga hilangnya koordinasi tubuh jika dikonsumsi manusia.
  • Gambierdiscus toxicus menghasilkan ciguatoksin.

Pyrrophyta

Jelaskan Struktur Sel Pyrrophyta!

Pembagian Pyrrophyta dalam 2 golongan berdasarkan pada ada tidaknya penutup sel (ampiesma) yaitu yang telanjang (unarmored) dan mempunyai penutup sel (theca). Pada theca terdapat pelat-pelat seperti baja dengan komponen utama sellulosa. Jumlah dan letak pelat digunakan sebagai dasar dalam pemberian nama Peridinium.

Mempunyai bintik mata (stigma), berupa kumpulan butir lipid yang mengandung pigmen karetinoid.Tubuh dinoflagellata primitif pada umumnya berbentuk ovoid tapi asimetri, mempunyai dua flagella, satu terletak di lekukan longitudinal dekat tubuh bagian tengah yang disebut sulcus dan memanjang ke bagian posterior.

Sedangkan flagella yang lain ke arah transversal dan ditempatkan dalam suatu lekukan (cingulum) yang melingkari tubuh atau bentuk spiral pada beberapa belokan. Lekukan tranversal disebut girdle, merupakan cincin yang simpel dan jika berbentuk spiral disebut annulus. Flagellum transversal menyebabkan pergerakan rotasi dan pergerakan kedepan, sedangkan flagellum longitudinal mengendalikan air ke arah posterior.

Sel Dinoflagellata terbagai secara transversal oleh cingulum menjadi epiteka dan hipoteka. Pada Peridinium, epiteka tersusun atas 2 seri: apical (‘) dan precingular (‘’). Pada beberpara genus terdapat seri pelat yang tidak sempurna pada permukaan dorsal dengan 1-3 pelat interkalar anterior (a). Hipoteka tersusun atas 2 seri transversal: cingular (‘’’) dan antapikal (‘’’’) juga sering terdapat seri yang tidak sempurna yaitu interkalar posterior.

Dimanakah Habitat Pyrrophyta?

Pyrrophyta sekarang terdiri dari bagian utama planktonik lautan, terlebih dalam bentuk autotrof dan memegang peranan penting dalam rantai makanan. Jenis Dinnoflagellata autotrof biasanya hidup pada daerah fotik dan menerima sebagian besar nutrisi dari aktifitas Up Welling.

Umumnya Pyrrophyta hidup pada kisaran suhu 1-35oC.Banyak dinoflagellata yang tersebar secara geografis dan menggambarkan temperatur lautan yang digunakan sebagai indikator pergeseran iklim, karena Pyrrophyta spesies tertentu tumbuh optimal pada suhu yang berbeda pula.Beberapa genera ditemukan pada air tawar dan air asin meskipun sebagian besar hidup di perairan asin dan sangat sensitive pada perubahan salinitas.

Bagaimana Reproduksi Pyrrophyta?

Yaitu dengan pembelahan sel yang bergerak. Jika sel memiliki panser, maka selubung akan pecah. Dapat juga dengan cara protoplas membelah membujur, lalu keluarlah dua sel telanjang yang dapat mengembara yang kemudian masing – masing membuat panser lagi. Setelah mengalami waktu istirahat zigot yang mempunyai dinding mengadakan pembelahan reduksi, mengeluarkan sel kembar yang telanjang.

Dengan pembelahan biner, yaitu pembelahan sel dengan sel anak mendapatkan sebagian dari sel induk (sel anak yang membentuk dinding baru).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *