Arti keteguhan hati dan contohnya

Arti keteguhan hati yang tinggi dan kuat dalam prinsip adalah tidak mudah tergoda dengan pilihan lain, tetap pada pendirian dan percaya akan diri sendiri.

Pengertian keteguhan hati adalah kekuatan atau kekukuhan atau ketetapan iman, hati, niat dan sebagainya. Tidak semua orang memiliki keteguhan hati tersebut. Atau boleh jadi seseorang memiliki keteguhan hati namun ketabahan untuk selalu ditempa cobaan, kemalangan dan kesulitan seringnya membuat hati manusia biasa lemah.

Contoh keteguhan hati adalah:

  • Menghindari perselisihan
  • Menjalin persahabatan dengan semua teman, tanpa memandang agama, suku, kelompok, atau status sosial
  • Mengadakan pertandingan persahabatan dalam berbagai cabang olah raga.

Apa itu keteguhan hati?

Keteguhan hati bisa adalah kemampuan mengendalikan diri untuk sejenak meninggalkan keinginan semu demi mencapai tujuan jangka panjang yang tentunya lebih besar.

Keteguhan hati adalah bukan hanya terkait dengan memiliki motivasi atau tekad untuk mencapai sesuatu, tetapi juga melibatkan pengendalian pola pikir dan kebiasaan sehari-hari. Dan untuk dapat mengendalikan diri, segala tindak-tanduk dan perilaku harus Anda lakukan secara sadar, dengan melibatkan kemampuan berpikir logis dan mengatur emosi, serta melibatkan kemampuan menahan godaan.

Keteguhan hati adalah faktor penting dalam membuat perubahan gaya hidup. Dengan pengendalian diri yang baik, kita dapat menerapkan pola makan sehat dan olahraga yang konsisten, menghindari candu tidak sehat seperti rokok dan alkohol, atau berhenti menunda-nunda pekerjaan.

Soal dan Jawaban UAS Sosiologi SMA X Semester 1 2015

Hai kawan-kawan, admin akan mencoba memberikan contoh Soal dan jawaban UAS Sosiologi SMA X Semester 1 2015. Semoga saja Soal UAS Sosiologi SMA X Semester 1 2015 ini bermanfaat banyak.

Soal No. 1) Di bawah ini yang bukan ciri-ciri struktur sosial adalah:
A) Mencakup semua hubungan sosial antar individu pada saat tertentu.
B) Mengacu pada hubungan sosial yang pokok, yang dapat memberikan bentuk pada masyarakat.
C) Meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat.
D) Merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat.
E) Bagian dari penentu perkembangan sosial dan teknologi masyarakat.

Jawaban: E

Soal No. 2) Seseorang mempunyai pengaruh tertentu dalam masyarakat, sehingga dihormati akibat kedudukannya dalam masyarakat tersebut. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh dari:
A) Peranan sosial.
B) Status sosial.
C) Konflik sosial.
D) Hubungan sosial.
E) Pola sosial.

Jawaban: B.

Soal No. 3) Status sosial yang didapatkan seseorang karena hasil usahanya sendiri disebut:
A) Ascribe Status.
B) Assigned Status.
C) Achieved Status.
D) Social Role

Jawaban: C.

Soal No. 4) Perhatikan data berikut:

  1. Memiliki anggota sedikit (kurang dari tiga puluh orang)
  2. Komunikasi tatap muka jarang dilakukan
  3. Hubungan antar anggota bersifat pribadi dan akrab
  4. Bersifat formal
  5. Keputusan dalam kelompok lebih bersifat tradisional dan kurang rasional

Dari cuplikan data tersebut, ciri kelompok primer terdapat pada nomor:
A) 1, 2, dan 3
B) 2, 3, dan 4
C) 3, 4, dan 5
D) 1, 3, dan 5
E) 2 dan 4

Jawaban: D.

Soal No. 5) Perhatikan hal berikut!
A) Sistem kecantikan
B) Sistem kemampuan
C) Sistem kasta
D) Sistem kelas

Dari daftar tersebut, bentuk stratifikasi sosial ditunjukkan pada nomor:
A) 1 dan 4
B)2 dan 4
C) 2 dan 3
D) 3 dan 4
E) 1 dan 2

Jawaban: D.

Soal No. 6) Di bawah ini yang merupakan pengertian dari organisasi sosial ialah:
A) Suatu kelompok orang yang senang berkumpul bersama tanpa aktivitas.
B) Suatu susunan atau struktur dari berbagai hubungan manusia yang terjadi dalam masyarakat, di mana hubungan tersebut merupakan satu kesatuan yang teratur.
C) Suatu susunan atau struktur dari berbagai hubungan manusia yang terjadi dalam masyarakat, di mana hubungan tersebut tidak menjadi satu kesatuan yang teratur.
D) Suatu struktur manusia karena hubungan persaudaraan.
E) Suatu susunan atau struktur manusia dari satu kelas tertentu.

Jawaban: B.

Pengertian natalitas, mortalitas, dinamika penduduk

Selamat berjumpa kembali kawan-kawan, berikut ini adalah Pengertian natalitas, mortalitas, dinamika penduduk. Semoga saja uraian tentang Pengertian natalitas, mortalitas, dinamika penduduk bermanfaat banyak.

Pengertian mortalitas itu angka rata-rata kematian penduduk di suatu wilayah.

Pengertian natalitas adalah laju kelahiran yang dihasilkan dalam suatu populasi persatuan waktu tertentu.

Pengertian migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain untuk menetap. misal dari jerman pindah ke indonesia utnuk menetap.

Pengertian Dinamika penduduk adalah perkembangan penduduk dari tahun ke tahun.

Yang dimaksud dengan Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal.Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk.

Dampak pertumbuhan penduduk adalah:

  1. Peningkatan pengangguran, Peningkatan pengangguran yang cepat disebabkan adanya suatu pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan suatu lapangan pekerjaan yang dapat menampung jumlah pencari kerja yang meningkat. Pertumbuhan penduduk yang berarti juga peningkatan jumlah tenaga kerja. Apa jadinya jika pada peningkatan jumlah tenaga kerja tidak diimbangi dengan semakin luasnya kesempatan kerja?
  2. Meningkatnya kemiskinan, Ketidak seimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya menyebabkan terjadinya kelangkaan pada sumber daya. Akibatnya, dalam upaya pemenuhan kebutuhan nya terjadi kompetisi samapi pada akhirnya terjadi kenaikan harga kebutuhan. Kondisi ini menyebabkan daya beli masyarakat berkurang.
  3. Penurunan tingkat kesehatan, Jangankan untuk membiayai dalam pemeliharaan kesehatan, dalam memenuhi kebutuhan pokok saja mejadi sulit jika terjadi ledakan penduduk. Akibatnya, akan terjadi penurunan pada tingkat kesehatan seperti gizi buruk, terjangkitnya sebuah penyakit busung lapar di masyarakat dan permasalahan kesehatan lainnya.
  4. Menurunnya tingkat pendidikan, Semakin cepatnya pada peningkatan penduduk menyebabkan tingginya jumlah anak usia sekolah. Peningkatan ini akan menyebabkan masalah seperti kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang makin sempit dan tingginya biaya pendidikan yang akan membebani masyarakat.
  5. Penurunan kesejahteraan, Pada peningkatan penduduk diiringi dengan peningkatan kebutuhan hidup yang menuntut untuk terpenuhi. Banyaknya suatu kebutuhan tentunya akan mengurangi pendapatan, sampai akhirnya terjadi penurunan kesejahteraan secara umum.
  6. Peningkatan kebutuhan pangan dan tempat tinggal, Untuk bertahan hidup manusia harus makan dan mempunyai tempat tinggal. Ledakan penduduk secara langsung memberikan sebuah dampak meningkatnya kebutuhan akan dua hal tersebut.

Ciri-ciri masyarakat modern

Pengertian masyarakat modern adalah sesuatu yang merujuk kepada selompok masyarakat yang sudah mengalami perubahan dibandingkan dengan masyarakat tradisional, serta memiliki ciri-ciri khusus, perubahan tersebut  dapat berlangsung cepat dan terjadi karena adanya dampak globalisasi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri masyarakat modern.

Ciri-ciri masyarakat modern adalah!

  • ketergantungan terhadap teknologi tinggi
  • mata pencaharian tidak bergantung pada alam
  • interaksi berdasarkan kepentingan, dan memiliki mobilitas yang tinggi.
  • Kondisi masyarakat lebih beragam (heterogen).
  • Interaksi antar manusia yang terjadi berdasarkan kepentingan.
  • Memiliki kepercayaan bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan merupakan sarana mencapai kesejahteraan.
  • Tingkat pendidikan formal yang tinggi dan merata.
  • Lebih bersikap individualistis.
  • Status sosial berdasarkan prestasi kerja.

Ciri Masyarakat Modern

Sebutkan 7 Bentuk Gaya Hidup Modern!

  1. Bercengkrama di tempat-tempat tertentu, seperti café. Café menjadi salah satu tempat orang-orang modern menghabiskan waktunya, bahkan ada juga orang yang menghabiskan waktu di café untuk bekerja, bertemu teman dsb.
  2. Pernikahan yang agung menjadi salah satu bentuk gaya hidup modern dan menempatkan moment menikah sbeagai moment kehidupan penting yang harus dirayakan.
  3. Menjadikan status sosial sebagai sesuatu yang penting. Di kota-kota besar biasanya status ditandai dengan penampilan dan apa yang digunakannya, seperti: kendaraan yang digunakan, merk handphone dsb.
  4. Mobilitas yang tinggi dan padat merupakan salah satu contoh orang-orang modern yang hidup di kota.
  5. Gaya hidup dengan teknologi komunikasi. Hal ini terjadi karena semakin berkembangnya teknologi di bidang informasi dan komunikasi. Salah satu contohnya yang dekat dengan kehidupan kita sekarang adalah munculnya smartphone dan media sosial yang membawa perubahan terhadap kehidupan di segala bidang.
  6. Kelulusan atau wisuda juga menjadi salah satu bentuk gaya hidup modern. Saat selesai menempuh pendidikan, tidak sedikit sekolah ataupun kampus yang merayakannya. Bahkan hal ini terjadi di tingkat sekolah Taman Kanak-Kanak (TK).
  7. Gaya hidup instan, yaitu gaya hidup yang menginginkan segala sesuatunya cepat.

Apa yang dimaksud dengan masyarakat modern?

Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini.

Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.

Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat kota.

Pengertian kota secara sosiologi terletak pada sifat dan ciri kehidupannya dan bukan ditentukan oleh menetapnya sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan. Dari pengertian di atas, dapat diartikan bahwa tidak semua warga masyarakat kota dapat disebut masyarakat modern, sebab banyak orang kota yang tidak mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan peradaban dunia masa kini, misalnya gelandangan atau orang yang tidak jelas pekerjaan dan tempat tinggal.

Efek positifnya teknologi akan menigkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh sehingga memberikan orang kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan baru dan meningkatkan produksi.

8 masalah masyarakat modern adalah:

1. Desintegrasi ilmu pengetahuan

Banyak ilmu yang berjalan sendiri-sendiri tanpa ada tali pengikat dan penunjuk jalan yang menguasai semuanya, sehingga kian jauhnya manusia dari pengetahuan akan kesatuan alam.

2. Kepribadian yang Terpecah

Karena kehidupan manusia modern dipolakan oleh ilmu pengetahuan yang coraknya kering nilai-nilai spiritual dan terkotak-kotak, maka manusianya menjadi pribadi yang terpecah, hilangnya kekayaan rohaniah karena jauhnya dari ajaran agama.

3. Penyalahgunaan Iptek

Berbagai iptek disalahgunakan dengan segala efek negatifnya sebagaimana disebutkan di atas.

4. Pendangkalan Iman

Manusia tidak tersentuh oleh informasi yang diberikan oleh wahyu, bahkan hal itu menjadi bahan tertawaan dan dianggap tidak ilmiah dan kampungan.

5. Pola Hubungan Materialistik

Pola hubungan satu dan lainnya ditentukan oleh seberapa jauh antara satu dan lainnya dapat memberikan keuntungan yang bersifat material.

6. Menghalalkan Segala Cara

Karena dangkalnya iman dan pola hidup materialistik manusia dengan mudah menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan.

7. Stres dan Frustasi

Manusia mengerahkan seluruh pikiran, tenaga dan kemampuannya untuk terus bekerja tanpa mengenal batas dan kepuasan. Sehingga apabila ada hal yang tidak bisa dipecahkan mereka stres dan frustasi.

8. Kehilangan Harga Diri dan Masa Depannya

Mereka menghabiskan masa mudanya dengan memperturutkan hawa nafsu dan menghalalkan segala cara. Namun ada suatu saat tiba waktunya mereka tua segala tenaga, fisik, fasilitas dan kemewahan hidup sudah tidak dapat mereka lakukan, mereka merasa kehilangan harga diri dan masa depannya.

Klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian

3 klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian adalah:

  1. Desa pertanian/agraris adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani.
  2. Desa nelayan adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.
  3. Desa industri adalah desa yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pekerja di bidang industri. Desa industri terbentuk karena adanya pertumbuhan penduduk di desa agraris.

1. Desa Agraris

Desa yang mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian dari sektor pertanian disebut sebagai desa agraris. Biasanya desa yang seperti ini terletak di pegunungan dan memiliki tingkat kesuburan tanah yang bagus. Sehingga mudah untuk menanami tanah dengan tumbuhan yang bernilai ekonomis.

Jenis tumbuhan yang ditanam berbeda-beda, tergantung dengan tingkat kesuburan tanah dan juga iklim di daerah desa. Sebutan desa agraris tidak hanya diberikan pada desa dengan mayoritas petani di persawahan. Petani perkebunan dan perladangan juga digolongkan dibagian agraris.

Potensi alam berupa tanah subur dan kekayaan alam yang melimpah, dikembangkan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat dengan menjadikan desa sebagai sektor pertanian atau agraris. Yang tentu saja membuat mayoritas masyarakatnya berprofesi menjadi petani.

2. Desa Nelayan

Sesuai dengan klasifikasinya, desa nelayan adalah desa yang penduduknya mayoritas hidup sebagai nelayan. Desa dengan penduduk seperti ini biasanya berada di tepi pantai atau letaknya tidak jauh dari laut. Memiliki jenis tanah yang kering dan iklim yang panas tapi memiliki kekayaan laut yang melimpah.

Karena jenis tanah yang tidak subur dan iklim yang tidak sesuai untuk sektor pertanian, penduduk desa bisa memanfaatkan kekayaan laut yang lebih berpotensi untuk dikembangkan. Kekayaan laut yang melimpah bisa dijadikan sebagai mata pencaharian yang lebih bagus untuk penduduk desa.
Baca Juga Sekarang Sapi dan Padi Bisa di-Asuransikan

Penduduk lebih cocok menjadi nelayan untuk mencari kekayaan di laut yang lokasinya cukup dekat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan begitu, potensi desa berupa kekayaan laut bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para nelayan.

3. Desa Industri

Desa industri adalah desa yang kebanyakan penduduknya bekerja di bidang industri. Yang dimaksud industri disini tidak hanya industri besar yang dikelola perusahan seperti pabrik, tapi juga industri kecil rumahan yang biasa diproduksi oleh warga di rumah. Dengan kata lain, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengelola sebuah usaha atau industri.

Letak desa industri yang biasanya jauh dari pegunungan dan laut, membuat desa di lokasi ini tidak bisa membangun sektor pertanian maupun pengelolaan sumber laut. Tapi memiliki sumber daya manusia yang cukup karena biasanya kawasan desa industri dekat dengan daerah kota yang padat penduduk.

Hal ini membuat penduduknya lebih mengandalkan sumber daya manusia atau tenaga manusia untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Memanfaatkan potensi yang ada berupa tenaga manusia untuk mengelola industri-industri yang dibangun di wilayah desa.

Desa

Sebutkan 4 Fungsi Desa!

  1. Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota).
  2. Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan.
  3. Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota.
  4. Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia.

Sebutkan 8 Ciri-ciri Masyarakat Desa!

  1. Kehidupan keagamaan di pedesaan lebih kuat bila dibandingkan dengan perkotaan. Hal ini disebabkan ketatnya kontrol sosial oleh sesama masyarakat desa.
  2. Kreatifitas dan inovasi cenderung belum diimplementasikan bila penduduk desa tidak mencari tahu informasi terkini perihal perkembangan zaman dan teknologi.
  3. Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan bersama daripada faktor kepentingan pribadi.
  4. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  5. Penduduk di pedesaan cenderung saling tolong-menolong dikarenakan adanya rasa kebersamaan yang tinggi. Hal tersebut berkontribusi terhadap tingginya tingkat ketergantungan masyarakat di desa terutama bagi penduduk berusia lanjut.
  6. Pembagian kerja antarpenduduk di desa cenderung membaur dan tidak memiliki batasan yang cukup jelas. Hal ini dikarenakan rasa kebersamaan dan gotong royong yang tinggi pada masyarakat desa.
  7. Penduduk desa cenderung mengerjakan pekerjaan yang sama seperti anggota keluarga terdahulu.
  8. Perubahan-perubahan sosial cenderung terjadi perlahan, tergantung pada keterbukaan masyarakat desa dalam menerima pengaruh yang cukup berbeda dari adat istiadat setempat.

Jelaskan Perbedaan Desa dengan Kelurahan!

Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan.

Sebutkan unsur-unsur desa!

  1. Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis.
  2. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
  3. Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa. ketiga unsur ini tidak lepas antar satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan satu kesatuan.

Desa sebagai suatu kesatuan wilayah geografis tentu memiliki ciri-ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah-daerah lain disekitarnya. Ciri khas tersebut dapat berupa kondisi alamiah ataupun kondisi penduduknya.

ciri-ciri wilayah pedesaan adalah:

  • Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar, artinya bahwa lahan-lahan di wilayah pedesaan masih relatif luas dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menepatinya sehingga kepadatan penduduk masih rendah
  • Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian (agraris)
  • Hubungan antar warga desa masih sangat akrab
  • Sifat-sifat masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku